Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata : Rasulullah bersabda:
Setelah lelah berpetualang yang hanya menyisakan gundah dan gelisah. Lalu aku coba benamkan wajah pada hamparan sajadah. Pasrah pada Sang Pemilik Cinta yang sesunguhnya. Perlahan namun kuharap pasti, langkah ini berubah arah. Seiring denyut nadi penyesalan yang hampir tak berkesudahan. Aku berjalan memapah arah menuju penghambaan.
Namun uluran lembut tangan itu masih saja menyisakan sidik jari. Pada wajah yang baru saja kubasuh, hingga kemudian tak suci kembali. Dan aku hanya bisa terdiam termangu. Pada kenikmatan semu yang menjalari sekujur tubuh yang hina dina ini.
Lalu aku melarikan diri pada kehampaan. Mencoba menelusuri lorong penghambaan. Mencari arah dari mana titik rindu itu terasa makin menderu. Hingga aku berlabuh pada “tarbiyah”. Berlabuh pada kondisi yang amat rapuh. Padahal tubuh ini sebenarnya belum benar-benar utuh, menyatu dengan jiwanya yang nyata.
Aku mulai merubah caraku mengagumi sosok gemulai itu. Belajar untuk benar-benar bisa. Meski hingga detik ini aku masih tak kuasa dengan sempurna. Padahal hadist di atas telah coba kupahami dengan seksama.
Jika dulu sosok cantik fisik menjadi fardhu dan nomor satu. Maka saat ini aku berusaha untuk tidak mendewakan kecantikan. Baru berusaha dan ternyata belum bisa. Gagal dan gagal lagi. Pantas saja beberapa biodata akhwat yang diberikan Ustadz terpulangkan kembali. Mungkin karena aku tak mampu menjamin bahwa kriteria keempat telah mereka miliki. Keindahan ahlaq perujuk kebaikkan agamanya.
Afwan bukan aku ga percaya Ustadz. Mungkin karena dunia ini masih baru dan aku belum sepenuhnya menjamah dan terjamah. Tapi ada cerita lain di balik kesemuanya itu. Cerita tentang akhwat yang membuatku merasa perlu bermawas diri. Hingga aku berpikir, jika ternyata cantik ahlaq pun tidak maka setidaknya cantik fisik sepenuhnya tampak. Karena ternyata, kecantikkan ahlaq belum tentu melekat pada akhwat yang berpakaian bijak.
Insyaallah bersambung ……………………………………………………..


smoga segera bertemu dgn yang cantik fisik dan akhlak. sabar Insya Allah berbuah manis
Nah itu dia. Amin banget deh.
Oleh: lei on Maret 23, 2008
at 2:04 pm
bro, semoga antum diberikan yang terbaik oleh Allah SWT agar antum tenang dan bahagia selalu. Memang generasi kita memiliki karateristik yang sangat berbeda dengan pendahulu kita dijaman 80-90-an. Sekarang standar2 tsb semakin spesifik dan memang itu sebuah sunatullah, intinya sih haqqul yakin, kata seorang sahabat kepada ane. Sukses selalu bro…
Wah, bener2 bijak Kang Resi. Harus banyak belajar nih.
Oleh: Resi Bismo on Maret 23, 2008
at 2:12 pm
berarti belum ketemu jodohnya akang. Mudah-mudahan sebentar lagi dapat
Mungkin belum, mungkin juga iya cuma belum memastikan aja.
Oleh: zakiyah on Maret 23, 2008
at 2:18 pm
tenang akh, seperti kata akhi pada saya..
Bentangkan sajadah panjang
Dan disepertiga malam terakhir
Dalam tempat penghambaan yang berbeda
Seorang akhwat berdoa demi mendapatkan mulianya cintamu..
*sedikit digubah, afwan, akh…
*
Gpp, ane belum pake hak cipta tuh. Kecuali kalo ada yang bikin di blog nama “Sang Khilaf”, itu baru dah dipatenkan.
Oleh: presty larasati on Maret 23, 2008
at 5:12 pm
Laluilah berbagai ujian,… bersabarlah
bersama kesulitan akan datang kemudahan
ALlah SWT akan menunjukkan jalanNYA
Pasti itu, percaya kok.
Oleh: kakanda on Maret 23, 2008
at 7:00 pm
Let Love come mysteriously…
Insya Allah diberi jalan olehNya.
*tumben serius*
Bunda, justru seringnya ane serius ko. Suer deh hehehe.
Oleh: Menik on Maret 23, 2008
at 9:07 pm
Sama-sama doa ya
Doa kita doa yang sama meski untuk sosok yang pasti beda. Lha kalo sama kan bahaya.
Oleh: Landy on Maret 24, 2008
at 5:01 am
“Karena ternyata, kecantikkan ahlaq belum tentu melekat pada akhwat yang berpakaian bijak”
whew!! keknya kok menggeneralisasi dan ngejudge banget yach…:-(
“belum tentu”. Adik, kaka bilang belum tentu. Kaka ga bilang semuanya engga. Hayo ngambek ya?
Oleh: dewi on Maret 24, 2008
at 8:59 am
Allah pasti memberikan yg terbaik buat kang Achoey! amien..
Akhirnya datang juga. Sahabat yang dah lama bertapa. Ga lagi mati lampu kan?
Oleh: hanggadamai on Maret 24, 2008
at 9:16 am
ck ck ck… susah banget sepertinya..
Lebih tepatnya dibikin susah biar terasa indah.
Oleh: yorick on Maret 24, 2008
at 10:24 am
Oleh: lilik on Maret 24, 2008
at 12:28 pm
raga yang menjiwa. jiwa yang meraga. keduanya tak bisa dipisahkan. ketika hati kita sedang girang maka wajah akan tampak cerah. ketika hati sedang gundah wajah akan kelihatan muram. bila hati yang baik aura yang terpancar pun akan baik. meski tak cantik pasti akan menarik.
Subhanallah. Alangkah bijak dan menyentuhnya kata2mu. Saya sangat tercerahkan.
Oleh: Hanna on Maret 24, 2008
at 1:21 pm
sepakat
pake jilbab belum tentu perilakunya baik
*menohok diri sendiri
Yup. Moga ini jadi pemacu buat para kaum berjilbab untuk menjadi lebih baik.
Oleh: wennyaulia on Maret 24, 2008
at 10:04 pm
tuk ikhlas itu emang susah yak…
Ayo smangaaat lah kak..
*nunggu sambungannya lg
Makasih atas motivasinya.
SMANGADH!!!!!
Oleh: amaliasolicha on Maret 24, 2008
at 10:44 pm
bener banget kang.. setuju..
Betul akhi. Meski ilmu agamanya banyak tapi ahlaqnya ga indah itu berarti agamanya ga dalam.
Oleh: ridu on Maret 24, 2008
at 11:25 pm
saya jadi penasaran kelanjutannya… ditunggu ya…
Makasih atas kepenasaranannya. Insyaallah saya sambung lagi.
Oleh: belikebee on Maret 25, 2008
at 7:56 am
‘kaya’ banget membaca tulisan ini.. thanks ya
A jadi malu. Baca juga kelanjutannya. Makasih ya!
Oleh: kucingkeren on Maret 25, 2008
at 11:52 am
ahlak dulu yang harus dicari….walaupun susah menilai ahlak yang baik….namun apabila ahlaknya kurang baik namun cantik insya allah setelah nikah antum bisa membimbing ahlak sang calon istri menjadi yang terbaik,untuk cantik mungkin selera manusia beda-beda, kita udah dapet yang cantik tapi kata orang belum cantik….coba pikirkan
Nah kalimat yang “apabila ahlaknya kurang baik namun cantik insya allah setelah nikah antum bisa membimbing ahlak sang calon istri menjadi yang terbaik” gpp deh kalo ada. Ane pesen satu!
Oleh: dra on Maret 28, 2008
at 8:15 pm
That’s sweet…
Saya yakin ini hanya satu ujianNYA untuk membuktikan bahwa anda berniat memperbaiki diri semata karena Allah Azza wa Jalaa. Insya Allah akan ada semua akan berlalu bila anda tetap istiqomah…
Pls… kalau sempat baca ya… 2 tulisanku… “e-mail dari Riyadh” dan ” 10 hari berhijab” di http://maaini.wordpress.com.
Anda tidak sendirian… semua muslimin dan muslimah pernah mengalami “cara Allah menyayangi”….
Be Istiqomah….
Syukron Bunda, ane dah baca dua postingan itu. Subhanallah. Tambahan perbekalan dalam perjalanan pencerahan.
Oleh: yanti on Maret 30, 2008
at 11:11 am
Assalamualaikum wr.wb
sebelumnya salam kenal dari saya
saya terhenyak ketika baca blog ini khususnya pas bahasan ini
memang
masalah jodoh kompleks
mudah2 akang dimudahkan
untuk mendapatkan yang terbaik oleh sang Khalik
keep istiqomah
keep spirit
insyaAllah “yang terbaik” sudah dipesiapkan Allah buat kita.
wassalam
Waalaikumussalam
Salam kenal juga!
Syukron atas motivasinya.
Insyaallah saya senantiasa berhusnudzon pada Allah.
Oleh: silvia_kastraters on Maret 31, 2008
at 2:38 pm