Kemaren malam aku dipertemukan dengan seorang sahabat dengan back ground pendidikan S2 Psikologi. Dengan lihainya dia menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain argumentasi. Memutar kata yang membuat otak sang pedengar berputar-putar. Dan bagi yang tak mampu menjangkaunya bisa saja tepar (pingsan).
Tiba-tiba seorang sahabatku mengeluhkan sebuah kasus yang juga melibatkanku. Kasus tentang seseorang selama ini yang seringkali ingkar janji dan tak kunjung melunasi piutangku. Dan tak perlu komando lama rentetan peluru itu langsung menghantam tubuh dekilku. Lebih banyak yang menembus hatiku, dan aku pun hampir saja sakit di buatnya. Jika saja aku tak segera beristighfar dan mencoba mengulum senyum.
Aku berusaha menjadi pendengar yang baik. Lagi-lagi dia menggunakan teori “The Secret” yang sebenarnya aku juga mempelajarinya. Dia begitu percaya diri untuk terus menghujaniku dengan rentetan kalimat pencuci otak. Tanpa dia tahu sebenarnya siapa yang dia ajak bicara. Sang Khilaf, ya mungkin karena itu dia bisa tegap mendongakkan wajahnya. Dan lebih dulu ketika ujung kalimatnya tersingkap, aku sudah lebih dulu berusaha menerapkannya, ikhlas.
“Ya Allah, mungkin hamba memang teramat nista berkubang dosa. Tapi ijinkan hamba sedikit mengungkapkan kata hati. Terlalu banyak orang di luar sana yang angkuh karena merasa dirinya sudah sangat baik. Maka jangan jadikan aku sebagai salah satu darinya!”Tak selang beberapa waktu, telepon pun berdering. Dan di ujung sana terucap rangkaian kalimat memohon maaf dari orang yang selama ini senantiasa mengingkari janji dan terus menggodaku agar aku selalu berburuk sangka padanya. Dia minta maaf atas semua kesalahannya yang telah dia perbuat. Dia berjanji akan melunasi semua utangnya kepadaku. Meski dia masih meminta waktu. Lalu dia mengabarkan bahwa suaminya mengalami kecelakaan.
“Ukhti, tak usah kau larut dalam penyesalan akan kesalahan. Dan jangan kau berfikir bahwa aku telah mendoakan yang tak baik kepadamu. Jika suamimu kecelakaan, jangan kau sangka itu adalah hasil dari doa orang yang terdzholimi selama ini. Anggap saja ini ujian. Tapi alhamdulillah jika ukhti bisa mengambil hikmah. Percayalah, aku tetap menganggap kalian saudaraku. Insyaallah aku ikhlas.”Semua telah usai. Dan aku yang menjalaninya. Lalu peran sahabatku sang psikolog itu, ah anggap saja ini sebagai teguran buatku agar aku terus memperbaiki diri. Jika aku tidak menyukai sikapnya, maka aku pun harus berusaha menjauhkan diri dari sikap itu.
Memandang diri telah baik dan sibuk untuk mencari kesalahan orang lain. Semoga aku terhindar dari sikap ini. Toh kita butuh dianggap baik bukan di mata manusia, tapi di mata Allah. Dan biarkan manusia menilai kita berbeda-beda.


” IA tahu apa yang tersembunyi dihati kita…..”
Yup yup yup
Oleh: langitjiwa on April 11, 2008
at 10:13 pm
wah jarang2 nih komenku ada di bagian atas.
Jadi begitu
Oleh: RhyzQ on April 11, 2008
at 10:19 pm
Lain kali orang kayak gitu ga usah dikasi ngutang, kang. Apa dia ga tau kalu kang achoey baru aja kena musibah.
Ngutangnya kan sebelum aku kena musibah. Ah namanya juga manusia kan harus tolong enolong
Oleh: RhyzQ on April 11, 2008
at 10:23 pm
Wah, yang ikhlas yah kang
Yup, ikhlas
Oleh: Romy on April 11, 2008
at 11:04 pm
Assalammualaykum wr wb
Kadang kala kita tidakpernah tahu apa rencana-rencanaNya… sesekali kita akan “melaaaammmbbbuuuung” tinggi… suatu saat kita kejeblos… kekubangan yang sangat dalam dan berbau.
Saya… sering merasakan marah, takut, sedih, kecewa, bahagia, bangga diri… dsb-dsbnya karenanya.
Saya lupa bahwa semua itu “tipu dunia” yang selayaknya… saya hadapi.. dengan tenang dan ikhlas.. Agar jawaban-jawabanNYA untuk persoalan-persoalan itu… terjawab (kalau… dalam keadaan emosi.. gelap ya….)
Saya senang… ananda… punya sikap arif dalam menghadapinya… sungguh dunia ini… hanya “tipu daya” berbahagialah orang-orang yang dapat menjalaninya dengan Ikhlas dan sabar… karena Allah akan mengganti semuanya..dengan “tempat yang nyaman” disisiNYA
(jazakallahu khairan katsiran… postingan ini juga menyadarkan saya akan masalah yang sedang saya hadapi)
Waalaykumsalam wr wb
Sama2 umi. Moga Allah memberikan keteguhan dalam hati kita.
Oleh: yanti on April 12, 2008
at 7:02 am
bang achoey, luar biasa semoga terus berkarya, saluut sekali tulisannya ini berisi setiap katanya
Ah biasa aja. Tetap berkarya!
Oleh: nexlaip on April 12, 2008
at 8:03 am
Achoey bawa2 psikologi…

anak psikologi ga semua begituh
Aku contohnya… baik, tdk menggurui, ramah, sopan, cantik, manis, imoed… mpmpmpmpmppmpmphhhhh…
*dibekep mulutnya*
Btw, aku ada hadiah untukmu, silahkan diambil di saungbunda
Hadiahnya dah saya ambil Bunda
Makasih ya
Oleh: Menik on April 12, 2008
at 9:11 am
“Dan biarkan manusia menilai kita berbeda-beda.”
setujuuuu…. satu pribadi dengan pribadi yang lain emang ga bisa dibandingin… krn masing2 unik… well.. emang sikap “sok tahu” kayak gitu cuma bisa “dilawan” dengan kesabaran…
Hehe.
Oleh: carra on April 12, 2008
at 9:33 am
Huh…. sebel deh…. pasti komentku keduluan bunda dan kak RhyzQ. Ga jadi koment ah…..
*mutung *
*pulang kerumah*
*nyiapin ember dan handuk*
*hiks….hiks….*
Tuh kan kalo dah ngambek
Oleh: mutiatun on April 12, 2008
at 10:04 am
ngikut komen mutiatun ahhh
Aduh, kok gitu
Oleh: masmoemet on April 12, 2008
at 10:18 am
Sama gak pernah urutan atas di kang achoey nih..
temenan ama anak psikologi enak yah kang, saya juga mengalaminya
Kalo yang bujak sih enak. Kalo yang kurang bijak malah kita kena masalah.
Oleh: chatoer on April 12, 2008
at 10:30 am
Jdlah sperti padi.makin berisi makin merunduk.ilmu manusia hanya setetes air dari ujung telunjuk dbanding ilmunya allah. Berbicara sesuai dgn tingkat lawan bicara.
(moga nyambung komen sy ni)
Nyambung. Tenang aja. )
Oleh: Neozam on April 12, 2008
at 10:39 am
*ngikutin komen mbak muti n mas mumet*
Githu deh.
Oleh: hanggadamai on April 12, 2008
at 10:57 am
@bunda menik:
bunda, jangan menyebar pitenah disini dong
*ngebekep mulut bunda*
Tuh kan Bunda
Oleh: hanggadamai on April 12, 2008
at 10:59 am
*baru nyadar kalo kang chatoer udah ngeduluin komen*
Hangga2
Oleh: hanggadamai on April 12, 2008
at 11:01 am
ikut dech ma mbak muti….
mengharukan….
*cari tissue*
Ah yang bener
Oleh: shaffiyah on April 12, 2008
at 11:20 am
*lupa komen tuk potingan ini*
kang, sabar ya kang…
Jangan lupa waktu kang achoey dulu minjemin, kan niatnya membantu…
Klo niatnya membantu, insyaAllah kita pasti dibantu Allah ketika dalam kondisi terpuruk sekalipun..
Dan mungkin yang orang yang kang achoey pinjemin tsb, bener2 lagi gak punya uang dan dia sebenarnya juga bingung karna tau kang achoey lagi sangat membutuhkannya.
Allah pasti menolong kita kang.
Masalahnya tinggal dikita doang, mau atau tidak dibantu Allah.
sokbijak.com
Hangga emang bijak kok
Oleh: hanggadamai on April 12, 2008
at 11:23 am
kang, diriku udah komennya kan??
Amnesia
Oleh: hanggadamai on April 12, 2008
at 11:26 am
*pulang*
TTDJ
Oleh: hanggadamai on April 12, 2008
at 11:26 am
kang achoey… ayo kita sama-sama di Rumah Sakit_Mu.
Biar sakit ini cepet terobati. dijamin manjur deh….
Ato cukup check up aja……
Kan kita ruang rawatnya bersebelahan
Oleh: mutiatun on April 12, 2008
at 12:12 pm
Maaph ya Kang… gara2 saya sebagai anak psikologi, postingan dirimu ini jadi dikunjungi oleh fans2 ndak jelas spt diatas
Abisnya pada ngikutin dari saungku nih…
Eh, cepetan lho diambil hadiahnya, ntar diabisin Hangga, Pepi, Teh Muti, Presty, dll
Udah diambil Bunda
Oleh: Menik on April 12, 2008
at 12:39 pm
wadew… mba presty yang psikologi kayaknya g gitu deh, akh…
*comment 1*
*
*menjalankan misi baru : makin bontot nomer commentnya, makin banyak nyampah
Ehm nih adeku yang satu ini
Oleh: presty larasati on April 12, 2008
at 2:52 pm
itulah salah satu penyakit hati yang mematikan. kita terlalu sering lupa untuk ngaca.. hhmm… semoga kita diberi kelebihan oleh Allah untuk selalu bisa menyadari kekurangan diri kita, ketimbang sibuk mencari kesalahan orang lain, ya akh…
Yup. Amin!
Oleh: presty larasati on April 12, 2008
at 2:56 pm
klo mau maju, g usah peduli apa kata orang. yang harus dipeduliin, bagaimana kita harus bersikap di hadapan Allah..

)
kita toh tidak akan pernah bisa berubah seperti yang semua orang mau (capek kali..
dan yang harus kita selalu ingat, kita juga tidak akan pernah bisa merubah orang seperti yang kita mau..
Henat banget nih adeku
Oleh: presty larasati on April 12, 2008
at 2:59 pm
btw, tapi kadang emang sedih bgt ya, saat kita bermaksud baik, teman kita malah berprasangka buruk pada kita..
hhmm…
semoga Allah mau membukakan pintu hati mereka yang berprasangka buruk…
Semoga saja.
Oleh: presty larasati on April 12, 2008
at 3:02 pm
weiz… comment2 presty tadi tumben2an ya…
*
he he
lagi elings
presty bisa wise juga ternyata!!
*narsis lagih
Emang narsis slalu
Oleh: presty larasati on April 12, 2008
at 3:03 pm
wih… Untung Mas achoey cuma ketemu orang psikologi. coba ketemu orang S2 Hukum lebih ruyem tuh. hehehe…
btw the secret theory apaan tuh. baru denger, maklum masih oon.
S2 hukum lebih gawat ya?
the secret theory, ah pokonmah rahasia
Oleh: norie on April 12, 2008
at 3:04 pm
dah ah, dah puas menuh2in comment di sinih
pamit dulu ya, akh…
innallaha ma’ashobiriin..
sabar ya akh, ngadepin adek bandel yang satu ini
Yup, kaka akan berusaha sabar untuk adik bandel yang satu ini
Oleh: presty larasati on April 12, 2008
at 3:04 pm
@mb norie :
*
mba norie gatau “the secret theory?”
baca bukunya atao nonton dvd-nya atuh mba…
judulnya “the secret”
rahasia hukum alam semesta..
*eh, the secret yang ini bukan sih, akh?*
*xi xi, so tau deh presty
eh, tapi mb norie bener tuh.. klo ngomong ma anak hukum..
*
weiz…. ampyun deh!!
he he
*maaf ya, temen2Q di hukum..
Adik bener. Ternyata hebat juga
Oleh: presty larasati on April 12, 2008
at 3:07 pm
Norie ngetes tuh padahal dirinya lebih jagooooooooo he..he..he..
Emang Norie jago kok
Oleh: Landy on April 12, 2008
at 4:18 pm
emang klu S2 hukum lebih nyebelin ya?
gitu ta Norie??
hiks hiks..
ga ngambil S2 ahh…(padahal emang belum lu2s S1^^)
Achoey…blognya jd kafe rumpi nech..^^
semangat !
Oh adik jurusan Hukum?
Oleh: diah on April 12, 2008
at 6:45 pm
astagfirullah..
Smg Allah brkenan menjaga kita semua dr hal-hal yg menipu seperti it..
Krn syetan tdk akan prnah brhenti menjerumuskan manusia, smg bs ttp mluruskan niat.. Mksh dah ngingetin kak..
Sama2 dik
Oleh: Amel on April 12, 2008
at 8:06 pm
klo mencari kesalahan orang magh gampang, egh..ngakuin kesalahan kita aj yang susah..
Itulah masalahnya
Oleh: Okta Sihotang on April 12, 2008
at 8:48 pm
bisa jadi yang sedang punya urusan utang-piutang dg mas achoey itu sedang ada masalah. masalah keuangan maksudnya, hehehehe
semoga cepat klar, ya, mas. ttg adu argumentasi? wah, seringkali memang kita merasa kurang nyaman jika lawan bicara kita tuang orasi, hiks
menjawab satu kata, dia memberondong 100 kata. wah …
Iya yah. Malah lama2 kita kan selalu disudutkan. Melawan ga enak, diam juga ga enak. Serba salah deh.
Oleh: Sawali Tuhusetya on April 12, 2008
at 9:16 pm
semoga hanya Allah yang menganggap saya dan kita semua baik
amin
Amin:)
Oleh: realylife on April 12, 2008
at 10:32 pm
kang achoey, dalam ilmu psikologi dan agama, siapa yang dapat mengendalikan diri itulah pemenangnya.
keep low profile yah
pengendalian emosi yang baik membuat pikiran kita lebih tajam. boleh dicoba kok kang, gratis, semoga bermanfaat ya…
kalo mau belajar banyak dari para motivator dan konsult an kesehatan mental, boleh mampir ke rumah saya di WP, klik aja tautan parenting dan motivasi,,,
wass,
Yup, nanti insyaallah mampir.
Oleh: yellashakti on April 12, 2008
at 11:55 pm
sibuk mencari kesalahan orang lain? menyeramkan banget.. bawaannya mau menjatuhkan orang aja yah..
Semoga Allah dapat menutup aib kita
Iya serem. Au takut termasuk golongan tersebut.
Oleh: ridu on April 13, 2008
at 5:33 am
Rasanya kalo berdebat dengan orang seperti itu cuma buang waktu dan tenaga…
Yup yup yup
tapi sih sebenarnya ada hikmahnya juga.
Oleh: leah on April 13, 2008
at 5:42 am
kita harus berusaha jadi lebih baik lagi nih…tentunya dimata Allah SWT…amieennn…
Amin! Ayo semangat!
Oleh: ashardi on April 13, 2008
at 7:12 am
diatas langit masih ada langit..
kita bukanlah yang terbaik ketika kita merasa lebih baik dibanding orang lain..
sebuah pelajaran berharga untuk hidup dan kehidupan kita..
salam.
Yup
Oleh: tehaha on April 13, 2008
at 8:49 am
gak ada untungnya mencari kesalahan orang lain, terlebih lagi kalo kita belom tau kesalahan kita sendiri.
Bener banget
Oleh: ayaelectro on April 13, 2008
at 9:45 am
Biarlah Allah yang menilaimu bro
Yup bro
Oleh: adikhresna on April 13, 2008
at 1:44 pm
wah komennya kok pada banyak2.. af1 telat mampir kang…
just “be your self”
[komen yang singkat nggeh]
Gpp akhi.
Oleh: azaxs on April 13, 2008
at 2:19 pm
yg bisa menilai Qta hanya orang lain dan Allah tentunya..
Yup sobat!
Oleh: deethalsya on April 13, 2008
at 7:50 pm
Semoga pintu rejeki selalu lapang menghampiri ente bro, ana juga mengalami apa yang sekarang antum alami, ana sudah merelakan itu semua. Biarlah Allah SWT yang mengatur semuanya. Memang berat sekali menjaga janji, semoga kita sama2 dimudahkan-Nya. amin
Amin. Ya seperti itulah kehidupan. Kadang orang yang kita percaya dengan mudah mengkhianati kita. Moga kita tak termasuk orang2 seperti itu.
Oleh: Resi Bismo on April 14, 2008
at 10:34 pm