Sudah dua malam ini aku terbangun pada ruang yang berbeda meski terlelap di atas tempat tidur yang sama. Yach, akhirnya aku memutuskan untuk meinggalkan rumah yang sudah sekitar setahun setengah ini ditempati. Rumah dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Rumah yang disediakan perusahaan tempatku bekerja agar aku bisa berteduh di saat aku pulang dan sebelum berangkat kerja.
Teman-temanku terheran-heran kenapa aku malah mencari kontrakan baru yang harus dibayar sendiri. Dan lagi kontrakan ini jauh lebih kecil dari rumah yang selama ini aku tempati. Aku hanya tersenyum lantas kukatakan pada mereka bahwa aku sedang berkemas. Dan mereka pun terlihat keheranan.
Sahabat, seringkali kita terlena ketika kita merasa bahwa semuanya sudah serba tersedia. Kita merasa nyaman dan termanjakan. Padahal kita seharusnya sadar bahwa kemandirian jauh lebih utama, jauh lebih membahagiakan. Kini aku bisa benar-benar merasa memiliki kontrakan sederhana ini. Yach, karena aku bayar sendiri dan aku menempatinya dengan senang hati.
Yach, aku sedang berkemas. Aku sedang mempersiapkan diri untuk bisa lepas dari rutinitas kuli. Aku harus segera merealisasikan impianku, menjadi seorang wirausahawan yang kaya akan ketenangan hati. Jika dalam pikiranku semakin menjadi tentang pemikiran bahwa menjadi kuli teramat menyenangkan. Maka aku takut lama-lama menjadi akut. Alhasil aku lupa impianku. Padahal yang selama ini terasa mungkin hanyalah semu. Kuli ya tetap kuli.
Bulan depan “Mie Janda” ingin kupindahkan ke tempat yang lebih nyaman. Panas tidak kepanasan, hujan tidak kehujanan, pengunjung membludak tidak kerepotan. Dan hal ini jelas akan menyita lebih banyak pemikiranku. Mungkin juga akan menyita lebih banyak waktu dan tenagaku, yach termasuk juga permodalan. Dan aku harus mulai mengurangi pengabdianku sebagai kuli, pengurangan pada ambang batas profesionalisme yang ada.
Kemarin, aku telah menyatakan diri terlibat dalam sebuah bisnis lainnya. Dan aku sudah investasi. Ini semua kulakukan sebagai bukti bahwa aku sedang berkemas. Aku sedang menuju pada sembilan dari sepuluh pintu rejeki yang Allah sediakan. Aku sedang mencoba menapaki jalan muamalah Rasul pilihan. Dan semoga saja aku bisa.
Aku tahu, ini berarti aku meninggalkan perusahaan yang aku rintis lebih dari dua setengah tahun yang lalu. Tapi aku tidak akan berberat hati, jika ada pilihan lain yang lebih membuatku nyaman. Aku butuh sesuatu yang bisa semakin mendekatkanku pada Tuhan. Dan mungkin saja aku memang munafik. Tapi biarkanlah aku mencicipi sedikit demi sedikit apa yang menjadi impianku. Karena jika aku tetap di sini. Maka aku tetaplah seorang kuli, yup seorang kuli.
Lalu kutatap wajah-wajah rekan-rekan kerjaku. Aku melihat mereka nyaman duduk pada posisi itu. Semoga saja mereka tidak membohongi diri. Dan itu adalah pilihan mereka. Sampai mereka tua, sampai mereka tak terpakai lagi di sana. Ah bukankah semua orang berhak meiliki pilihan yang berbeda.
Lalu kuingat-ingat kembali buku yang berjudul “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian”. Buku yang selama ini dah lama dipinjam teman dan tak kunjung dikembalikan. Teman yang baru saja diangkat menjadi PNS, impiannya selama ini.
“Kembalikan buku yang tak berguna untukmu itu, karena pasti tak kau baca sepenuh hati.”

masih bisa jadi Pertamax™ pa gak yah…??!
semoga buku itu bisa segera kembali…^^
Selamat, Pertamax
Buku itu belum juga kembai *hiks hiks*
Oleh: aRieF do0n9 on April 13, 2008
at 2:37 pm
Assalaamu’alaikum wr wb
Wah… I am proud of you…
baru sebentar ya… kita menggalang silahturahmi… tapi saya sungguh kagum dengan semangat dan langkah-langkahmu.
Saya berdoa… Allah akan memberimu kekuatan untuk terus berjalan… dan Allah akan menolongmu disaat engkau ada di tempat yang segala sesuatu tak mungkin sebagai manusia. Amin
Terus semangat…
Syukron Bunda
Semangat!
Oleh: yanti on April 13, 2008
at 2:43 pm
semoga sukses selalu ya kang , semoga Allah beserta kita semua
ngomong2 kita sama nich , kayaknya besok juga mau berkemas – kemas mau ke Aceh
doakan ya
Amin. Sama2 Sobat. Moga sukses!
Oleh: realylife on April 13, 2008
at 4:00 pm
semoga pilihan mas adalah pilihan yang tepat deh..
moga sukses ya mas..
Yup. Syukron ya!
Oleh: marsini on April 13, 2008
at 4:15 pm
Sepakat kang, wiraswasta mmg jauh lebih baik dan lebih menantang. Semoga berhasil, kang. Ntar aku nyusul…
Yup, mohon motivasinya terus Bos!
Oleh: RhyzQ on April 13, 2008
at 5:17 pm
o, iya. semoga mie jandanya larisss…. manissss….
Amin
Oleh: RhyzQ on April 13, 2008
at 5:18 pm
semoga sukses mas achoey. impian2 mas achoey seharusnya menjadi impian juga buat kita semua. memang ndak enank dan ndak nyaman selalu “nunut kamukten” pada orang lain. mandiri dan bisa menentukan nasib sendiri agaknya menjadi pilihan yang lebih baik. selamat bekerja, mas achoey. sukses selalu buat anda!
Makasih Pak. Moga aja saya bisa sesukses Bapak.
Oleh: Sawali Tuhusetya on April 13, 2008
at 5:53 pm
Hebat!!! maju terus pantang mundur, Anda sudah membuat komitmen dalam mengarungi kehidupan yang penuh ketidakpastian dengan cita-cita yang didasari ilmu dan semangat. Sukses selalu.
Amin. Makasih sobat. Semangat!
Oleh: Singal on April 13, 2008
at 5:54 pm
Wah kang, semoga semuanya lancar2 ajah, suskses persiapn berkemasnya
Yup. Makasih.
Oleh: chatoer on April 13, 2008
at 6:44 pm
semoga sukses yak!!
Amin
Oleh: Okta Sihotang on April 13, 2008
at 9:48 pm
Nama restonya lutju banget kang..”Mie Janda” unik deh,justru ini yg menarik yah..
Semoga sukses ya dgn pilihan yg sdh diambil..:-)
elutju orangnya ya.
Makasih sobat.
Oleh: blu3shoes on April 13, 2008
at 10:49 pm
Semangat ya , semoga saya pun punya keberanian seperti dirimu
Sama2 sobat. Semangat!
Oleh: Landy on April 14, 2008
at 7:08 am
Ya… tetap semangat…. tetap maju… raihlah impianmu dan ubahlah menjadi kenyataan, itulah yang penting!
Namun ada satu hal yang menurut saya agak keliru, yaitu istilah “kuli”, memang semua yang mungkin hanya bekerja pada perusahaan dapat disebut dengan “kuli”, namun bukan itu esensinya! Esensinya adalah profesionalisme itu tetap penting!! Walaupun profesionalisme tersebut dianggap “kuli”. Perusahaan tidak mungkin maju tanpa profesional2 yang baik, dan profesional itu justru seringkali yang menentukan hidup matinya sebuah perusahaan.
Jadi tidak penting apakah anda seorang pengusaha atau seorang profesional (”kuli”), yang penting adalah anda atau kita harus tetap bersikap profesional dalam menekuni bidang kita.
Sebagai pekerja kita harus bersikap profesional, tidak hanya melulu menuntut kenaikan gaji, tapi senantiasa mengembangkan ketrampilan dan wawasan serta mengembangkan potensi diri!
Sementara sebagai wirausahawan juga harus belajar menghargai eksekutif2 profesionalnya, jangan sampai aset anda yang paling berharga yaitu para profesional kelas satu anda jatuh ke tangan pesaing anda dalam bisnis. Atau jangan sampai ada kesan: “Ah, perusahaan ini sih kere (miskin), nggak bisa mensejahterakan karyawan2 atau profesional2nya!! Nggak kayak perusashaan2 tetangga yang profesional2nya makmur semua!”. Nah lho!!
Sebenarnya saya sebut “kuli” biar memotivasi saya aja agar lebih keras keinginan wirausahanya. :
Makasih ya Pak.
Oleh: Yari NK on April 14, 2008
at 9:27 am
Wah, sampean entepreneur sejati mas!
Smoga impian itu terwujudkan…
Mengutip David J Swart dalam the magic of thinking big,
“apa yang ada dalam pikiran kita itu yang akan menjadi kenyataan”.
Semangat n ma’annajah!
Ah sobat, terlalu berlebihan menilai saya. Biasa aja. Makasih ya motivasinya!
Oleh: azaxs on April 14, 2008
at 9:36 am
langkah yang berani!

)
salah satu hal yang membuat manusia tidak maju adalah : rasa nyaman mereka terhadap sesuatu!
jadi, salute bgt buat akh achoey yang berani meninggalkan zona kenyamanan ituh! (maksudnya kenyamanan per-kuli-an
Adik yang satu ini emang hebat. Lebih dewasa dari kakayang rapuh ini.
Oleh: presty larasati on April 14, 2008
at 12:02 pm
terus bermimpi!!
yang penting, mindset-nya dibagusin terus
)
mimpi itu 95%-nya kesuksesan. yang 5% adalah tindakan..
alhamdulillah, akh achoey belum jadi akut
(semoga tetep istiqamah dengan impiannya ya, akh..
btw, penasaran bgt pengen ngerasain ‘mie janda’ sebelom nge-boom!! bisa kirim ke solo g, akh?

*
*nyiapin duit buat beli mie janda*
*secara, ongkos ke sananya lebih mahal
Nanti kakak kirim lewat email
Oleh: presty larasati on April 14, 2008
at 12:06 pm
sukses ya kang, semoga saya juga segera mengikuti langkah akang. amiiin.
Makasih. Yuk saling dukung!
Oleh: kaudanaku on April 14, 2008
at 12:11 pm
Wahh..saluuttt! Congrats ya, semoga selalu diberikan kemudahan
Makasih saudariku.
Oleh: kucingkeren on April 14, 2008
at 12:50 pm
waduh salah baca…
kirain “aku sedang keramas”
Emang Bunda.
Oleh: Menik on April 14, 2008
at 3:33 pm
kapan mie janda pindah ke tengah kota Bogor ???
Supaya daku bisa nyobain sample gratisnya
Sukses terus ya sobat !
Sepertinya nanti kalo aku dah nikah.
Oleh: Menik on April 14, 2008
at 3:35 pm
sukses terus yah mas achoey..
keep the spirits on deh..!!
Makasih sobat.
Oleh: tehaha on April 14, 2008
at 4:42 pm
ada sebuah cerita tentang seorang sahabatku. Dia mulai kecil tidak pernah merasakan enaknya kehidupan, dia dituntut untuk mencari uang sendiri demi mencapai cita2 nya. Banyak yang sudah dia kerjakan, jadi kuli batu, jadi pesuruh di pasar, menjadi cleaning servis rumah gurunya. semata untuk mendapatkan sesuatu yang bisa digunakan untuk meneruskan sekolah. Alkisah sampai juga ia di bangku SMA. Dan …. usaha tidak pernah berhenti.
Pagi sekolah sore menjual humberger. Tidak pernah malu, awalnya milik orang lain, sekarang bisa menjual milik sendiri bahkan baru2 ini membuat gerobak satu lagi untuk dijalankan keponakannya. Semangatnya patang menyerah ….
Sekarang Dia sudah kuliah, meskipun hanya D-3 olah raga. Dia berharap bisa berguna untuk orang banyak.
Dan …. meskipun begitu tidak terlintas dipikirannya untuk melepas predikat sebagai penjual Humberger.
Sama seperti dirimu, sama-2 semangat dalam menjalani pilihan hidup.
GodLuck Bung !!!
Amin. Syukron ya!
Oleh: aisalwa on April 14, 2008
at 7:07 pm
” saya doakan dng bisnis yg baru nanti akan berkembang, dan selamat menempati tempat tinggal yg baru. memang jauh lebih enak kalau kita lebih memilih mengontrak suatu rumah,akan lebih tenang dan lebih mandiri untuk menyiapkan kebutuhan kita sehari2..,dan untuk usaha ‘mie jandanya’ mudah2an dapatlokasi yg diinginkan kang achoey terpenuhi….”
salamku,
langitjiwa…..
Sebenarnya yang dulu juga sendirian di rumah tersebut. Inginnya sih cepet2 sih punya fatner yang halal.
Oleh: langitjiwa on April 14, 2008
at 7:14 pm
Salaam,
Rejeki memang ditangan Tuhan, tapi manusia juga harus “bergerak”… jangan takut Insya’Allah, kalau menjalankan usaha jauh dari yg haram, rejekinya akan baik.
Aku juga paling males kerja buat “boss”, mendingan dirumah ngurus anak atau buka usaha sendiri
Umi, mohon selalu doanya. Sebenarnya ananda sedang memotivasi diri sendiri yang rapuh ini. Agara segera bererak. Agar segera mulai.
Oleh: Um Ibrahim on April 14, 2008
at 7:18 pm
mantaap… lanjutkan, bisnis pouool pollaaaan…
Yo i Bos.
Oleh: dimasu on April 14, 2008
at 7:34 pm
ketika memulai sesuatu yang baru memang harus punya kesiapan dan tekad yang kuat….selamat, bang…
semogah sukses…
silahkan berdoa akuh yang mengamini sahaja…
karena akuh yakin doamu makbul…
Yuk sekarang mulai aminin!
Oleh: Abeeayang™ on April 14, 2008
at 7:43 pm
Assalamualaikum bro, mampir lagi nich mengunjungi anda. Nice dream bro, sooner or later your dream will be comming true. Memang usaha yang dianjurkan rasul SAW adalah bermuamalah karena disitulah pintu rejeki terbuka lebar. Sukses selalu sahabat semoga cita2mu tercapai barakallah doa senantiasa mengiri cita dan semangatmu. Boleh donk kapan2 bisa ngobrol2… pengen banyak belajar nich.
Syukron akhi atas doa & spiritnya. Ah yang ada juga saya yang kan belajar dari akhi.
Oleh: Resi Bismo on April 14, 2008
at 10:26 pm
sukses..sukses…
Amin!
Oleh: wennyaulia on April 14, 2008
at 11:11 pm
semoga segala keinginan dilancarkan Allah SWT.
Amin!
Oleh: leah on April 15, 2008
at 6:28 am
wah hijrah ya Kang,…
Sukses…
Hehe, baru persiapan aja. Tunggu moment yang tepat.
Oleh: kakanda on April 15, 2008
at 8:47 am
weiz… jadi g enak…
)
(itu mah hasil dari teori2 di buku2 yang selama ini ditelan, semoga presty juga bisa mencernanya dengan baik y, akh..
*amiiinnn..*
btw, mana mie jandanya? kok belom nyampe?
Pake email ga nyampe. Coba nanti pake SMS.
Oleh: presty larasati on April 15, 2008
at 7:42 pm
wah kang achoey berarti mau memajukan bangsa ini.
soalnya kata pak ciputra, negara yang maju itu negara yang mayoritas penduduknya entrepreneur
go entrepreneur.
dan kata-kata yang paling saya ingat dari beliau:
Succes in my right!!
sukses ya kang!!
Di Amerika satu dari dua warganya adalah entrepreneur. Tuh lihat aja, Amerika adalah negara maju bukan?
Kalo soal saya, ah itumah baru kepengen Bos.
Oleh: hanggadamai on April 15, 2008
at 10:18 pm
Semoga sukses…
selamat menempuh… tempat baru
heheeh
Makasih sobat
Oleh: PrameswaRhie on April 17, 2008
at 12:07 pm
MENGAMBIL resiko jauh lebih baik daripada hidup nyaman. Memang tidak mudah keluar dari zona nyaman. Namun jika itu sudah suatu pilihan..saya ucapkan selamat datang di dunia entrepreneur,,Allah akan membantu segala urusan kang Achoey…Biar ebih mantap baca juga Kang buku rekomendasi dari saya “Berani Kaya, Berani Taqwa”, mungkn bisa mengisi bahan bakar semangat entrepreneurship
resensi bukunya ada di rak buku koleksi saya di WP
http://yellashakti.wordpress.com/buku-koleksi
Allahu Akbar
Oleh: yellashakti on April 18, 2008
at 3:19 pm