Hari beranjak petang dan sudah saatnya Ali pulang meninggalkan kedai mungilnya yang dia dan teman-temannya kelola. Tak seperti hari-hari biasanya memang, suasana hati Ali sulit dia eksfresikan sendiri. Bukan karena hari itu pengunjung ke kedainya begitu ramai, tap kisah pertemuan dengan gadis di toko buku tadilah yang membuat dia sulit tuk membantah bahwa ada sesuatu yang ganjil yang sulit dia kendalikan. Lantunan bait-bait dzikir terus tergumam sebagai pengusir desir.
—————————-
Di kontrakan sederhana itu dia rebahkan diri. Setelah menikmati barisan shaf jamaah shalat isya di masjid yang lumayan megah dan teramat dekat dari kontrakannya. Dan teramat malu hatinya jikalau suara merdu mengalun dari masjid itu tidak membuatnya tergugah dan segera menghampirinya.
Ali teringat akan kartu nama itu. Lalu dia ambil dari saku kemeja yang masih tergantung di balik pintu kamarnya. Maharani Grianingtyas Safitri, itulah nama lengkap yang tertulis di sana. Di kartu nama itu tercantum pula alamat rumah berikut nomor telepon rumah dan telepon selularnya. Ah betapa ini begitu menggoda tangan Ali tuk segera mengambil ponsel dan mengontak nomor itu. Tapi bisikan niat itu segera Ali urungkan. Dia tahu bahwa saat ini dia sedang mencoba berubah tuk tak seperti Ali yang dulu lagi.
Dia lebih memilih tuk membuka map plastik yang terlihat sudah usang dari dalam lemari pakaiannya. Lalu jemarinya mengarah pada amplop berwarna biru dan segera mengeluarkan isinya. Selembar kertas surat berwarna biru muda berhiaskan untaian kata dari tinta berwarna biru menyala.
Teruntuk yang tercantik dalam peraduan yang indah di Istana seberang sana . Salam kagum yang tak berkesudahan, . Dalam kesunyian malam hatiku terbenam pada keindahan yang kau tampakkan. Keindahan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Lebih indah dari bulan purnama yang menerangi seisi sesi malam hari. Karena kau adalah satu yang telah mampu menerangi relung hati. Dan aku terhanyut pada keagungan cinta dari secawan rindu yang tersaji di bibirmu. . Aku adalah lelaki yang tengah dimabuk asmara. Yang tak mampu lagi membedakan kau dengan bidadari-bidadari khayalan romantika. Bagiku kau adalah sempurna, dan aku berharap menyatu bersama kesempurnaan itu. Merajut kisah indah dan menjadikannya legenda. . Duhai bidadariku, ijinkan aku mencium aroma wangi tubuhmu dari jauh. Agar kakiku mampu melangkah dengan terarah. Menjemputmu memadu kasih. Dalam pesona kita, pesona sepasang remaja yang mampu mensinergikan cinta demi melukis angkasa. Dan menjadikannya pelangi sepanjang hari. . Duhai juwita hatiku. Terimalah uluran tanganku, dan jadilah kau permaisuri hatiku. . Wassalam Pendambamu sepenuh hati.
Tulisan itu tetap jelas untuk dibaca. Lebih jelas lagi buat Ali sang penulis surat cinta tadi. Lalu dia pun mengambil selembar kertas yang ukurannya lebih kecil dan kembali membacanya.
Kepada Yth. Kak Ali di Tempat . Suratnya sudah Rani baca. Rani merasa surat itu tak tepat jikalau kakak tujukan untuk Rani. Makanya Rani kembalikan kepada kakak. Karena hanya calon istri kakaklah yang berhak menerima surat ini. Jadi, mohon maaf Rani tak bisa menerima surat kakak, begitu pun cinta kakak. Mohon kakak mengerti. . Wassalam Maharani G. S. .Selesai membaca surat ini Ali pun tersenyum. Wajahnya merah merona, bukan karena marah, melainkan karena rasa malu atas apa yang dia lakukan saat dia baru saja duduk di bangku kelas tiga SMA itu. Dan gadis tercantik di kelas satu, adalah satu-satunya gadis yang waktu itu berani menolak cintanya. Dan dengan kejadian itu hampir saja rekor lelaki terjitu tembakannya itu disangsikan teman-temannya.
Ah sudah saatnya Ali terlelap, dan biarkanlah dia mimpi indah. Mimpi tentang buku itu, buku yang berjudul Gerbang Cinta di depan Mata.
(insyaallah bersambung)
————————
Sahabat, bagaimana kisah selanjutnya. Jikalau ada yang bisa memberikan ide, silakan kirim ke redaksi kami!


Ada cerita senada yang pernah saya baca, coba antum lihat di http://bariklana.wordpress.com
Oleh: TaQ on Juni 22, 2008
at 12:38 pm
judulnya Lembaran Cinta Nina
Oleh: TaQ on Juni 22, 2008
at 12:40 pm
Aku juga lagi bikin novel judulnya : Surat Cinta Artalyta.
Oleh: ubadbmarko on Juni 22, 2008
at 1:56 pm
waaaa nice story,.. ;p
Oleh: wida on Juni 22, 2008
at 2:11 pm
Surat tadi kan masih berkisar saat smu.. Brarti masih ada harapan dwong. Kecuali kalo si ali naksir ma is3 orang yah repot deh urusannhya hehehe…
Pengennya sih Ali ma Rani ketemu lagi saat dah sama2 dewasa… sapa taw Rani udah tertarik setelah melihat perubahan sikap (bukan semata perubahan fisik ya) si Ali hehehe..
btw., Si Ali tuw bukan “jelmaan” bang acoey khan?? hehe.. bcanda ko’.
overall, bagus bgt, terutama rangkaian kata2 dlm surat si Ali…:)
Oleh: Rita on Juni 22, 2008
at 2:21 pm
Ditunggu kalanjutannya ya….
Liat dari kata2nya sih… si Alinya kayak anak pesantren..:D atau malahan penulisnya nih yg calon ustadz
Oleh: Rita on Juni 22, 2008
at 2:26 pm
heheheh ini gambarang kang achoey yachh????
Oleh: zoel chaniago on Juni 22, 2008
at 2:29 pm
hueee.. mana lanjutannya.. penasaran.. ayo2 sambung sambung nulis…
Oleh: Jane on Juni 22, 2008
at 3:34 pm
wuah ceritanya panjang juga ya….
Oleh: yusdi on Juni 22, 2008
at 4:41 pm
Fiksi atau asli? semangat bos…. Jadi kapan ali dapetin jodohnya?…..
Oleh: enzha21 on Juni 22, 2008
at 6:08 pm
nice story…sama nih, saya juga kadang suka nulis fiksi
Oleh: nita on Juni 22, 2008
at 6:44 pm
pgennya sih happy ending dunk ya. ktemu di pelaminan pasti iya. cman gman crtany bisa “ktemu” dan sgla k0nflik kcl menarikny itu yang dtnggu. ap tiba2 Rani dilamar org dluan, tp trnyta sang calon meninggal &mmberikan wasiat agr Rani mnkh dgn ALi, yg Rani sndripun gk mygka trnyta ALi adlh s0bat calon suaminy dtmpt ngaji. dan di ending dksh ilustrasi bhw sang calon suami mjdohkn Rani-Ali krn prnh mlht surat cinta biru itu wkt numpng shlt dkmr Ali. -Surat cinta itu nampaknya trlupa untuk dimasukkn ktempat asalnya- *ngarang.com * hehe . Ada yng dibakar, ternyata ikan, biar kang achoey yang mmutuskan. hehe
Oleh: qanaahsholihah on Juni 22, 2008
at 7:01 pm
udah kirimin tulisannya ke media blom? cerita fiksiny bagus.. salam kenal ya achoey
Oleh: dee on Juni 22, 2008
at 7:04 pm
Eh tp kyakna klo blm jd suami gk brhak mgamanati ya. Ini aja mninggalnya pas baru ijab kabul aj kcelakaan pas pulang dari gedung resepsi pnkhn. masuk ruang ICU ,tp lgsg “dpggl ALLAH” hr itu jg. innalillahi…wa inna ilaihi rojiuun.
Oleh: qanaahsholihah on Juni 22, 2008
at 7:31 pm
salam
pokona jadian lah, nikah we kitu biar cepet he..he..
Oleh: nenyok on Juni 22, 2008
at 8:16 pm
terserah mau bagaimana cerita ini jadinya.
gak seru kalau diprediksi di awal.
terusin dong, choey.
ditunggu.
Oleh: marshmallow on Juni 22, 2008
at 8:39 pm
aku tersesat dijakarta kang
Oleh: okta sihotang on Juni 22, 2008
at 9:25 pm
Wow hebat benar nich … aku suka baca yang beginian. Salam dan selamat.
Oleh: Ersis Warmansyah Abbas on Juni 22, 2008
at 9:30 pm
Duh g sabar nunggu lanjutannya ne kang
Kapan bikin pelem nya kang?
Oleh: FaNZ on Juni 22, 2008
at 9:43 pm
Sepertinya ini kisah asli yang dirubah menjadi fiksi ya? Pemeran utama prianya dirubah namanya dari Achoey menjadi Ali. Tul nggak Kang Achoey?
Oleh: Rafki RS on Juni 22, 2008
at 9:48 pm
maaf ya kang
saya ketinggalan episode 1 nya
Oleh: realylife on Juni 22, 2008
at 9:58 pm
Saya tunggu episode selanjutnya kang..
ceritanya pasti lebih menarik kalo penuh n komen kalo stengah2 kurang sedap…
Oleh: azaxs on Juni 22, 2008
at 11:15 pm
Yang jelas…. kalau ingin menyatakan cinta jangan hanya lewat surat, tetapi juga harus lewat tindakan2 dan kasih sayang yang nyata. Dan jangan cepat putus asa. Sekali ditolak itu lumrah, namun teruslah kita berusaha dengan cara2 yang lemah lembut dan bersahaja. Insya Allah pujaan hati kita tersebut lama kelamaan hatinya akan luluh….. (dan jangan lupa berdoa memohon kepadaNya tentu saja).
Oleh: Yari NK on Juni 23, 2008
at 6:32 am
Redaksi kami? Hihihi…
Ayo, jangan terlalu lama posting lanjutannya…
Oleh: Daniel Mahendra on Juni 23, 2008
at 7:06 am
jemput bola kang….
jangan meninggu bola….
tetap dalam shafnya ya…..semangat
Oleh: dra on Juni 23, 2008
at 7:41 am
ceritanya harus happy ending ya….
*sedikit maksa*
Oleh: tukangobatbersahaja on Juni 23, 2008
at 8:46 am
Akhirnya Rani dan Ali menikah dan mereka hidup berbahagia untuk selama-lamanya.
Amin Amin
Oleh: tukangobatbersahaja on Juni 23, 2008
at 8:47 am
aku nggak komen posting nih…stlah lama gak tengok gubuk kang achoey, wah ternyata wajah baru….btw, ganteng mana kang achoey dg helmi yahya yah ???….
Oleh: HILMAN on Juni 23, 2008
at 10:32 am
dikumpulin biar jadi novel
Oleh: Jiban on Juni 23, 2008
at 11:02 am
dua hati bukan untuk dasatukan, tapi untuk saling menghargai…..
Oleh: awan sundiawan on Juni 23, 2008
at 12:08 pm
DIOrama..
namaku dijadiin judul rek
Oleh: diorockout on Juni 23, 2008
at 1:24 pm
fiksi???
hmmmmmm…
kayaknya ada terselip kisah nyata disitu…
*ditimpuk pake mangkok mie*
Oleh: Chic on Juni 23, 2008
at 2:53 pm
wah… gimana ini ya ending nya.. hem….
Oleh: Farid Yuniar on Juni 23, 2008
at 4:14 pm
kok ngak sampai2…….?
di tunggu kelanjutannya……..!
Oleh: cinker on Juni 23, 2008
at 4:25 pm
Ali makin penasaran, dan merasa makin yakin bahwa itu cinta sejatinya

dan mengejar Rani lewat murrobinya
tapi Ali seorang pemikir dan perfeksionis menjadikannya seorang pesimis
seiring berjalan waktu akhirnya Rani keburu dinikahi oleh yang lainnya
ini mah sinetron banget,,:)
Oleh: yellashakti on Juni 23, 2008
at 10:42 pm
DAN SAAT ali terbangun, ia sadar ia masih punya harapan dan cita-cita yang lebih penting dari sekedar mengejar bidadarinya.
gagal mendapatkan dia bukan akhir segalanya, ah Rani tidak penting, yang penting adalah kehidupanku sebagai ALi
salam
ILYAS ASIA
Oleh: ILYAS ASIA on Juni 24, 2008
at 6:22 am
menurutku jika si Ali ada kecenderungan pada si akhwat, kenafa tidak ditindaklanjuti dengan prosedur yang ada kk??
insya Allah jalan itu akan ada jika mau terus berusaha…
entah ini kisah nyata atau tidak
, terlepas dari itu smua… didoakan smoga baik Ali ataupun sang penulisnya bisa segera Allah pertemukan dengan obat kembimbangan hati slama ini.. amiiin
Oleh: amaliasolicha on Juni 24, 2008
at 8:05 am
nah gitu dong
alahmdulillah sang kilaf bisa menegakkan kepala lagi..
bisa melihat cahaya pagi…
ga murungkut wae kaya kena flu burung..
ada kurangnya cuma satu……
akh kurang cepet nerbitinya..
segera terbitakan novelnya…
karena sebagian dari hasilnya sudah banyak yang menungu..
saudara2 kita yan kekurangan..
tman 2 kita yang sedang berjuang jauh di sono…..
puji syukur pada Pada Allah yang memberi kelebiha pada antum…
segera ……….
karena teman2 kita sudah tak bisa menunggu lagi……….
Oleh: siafa on Juni 24, 2008
at 8:35 am
Lho, mana lanjutannya…
Oleh: Daniel Mahendra on Juni 24, 2008
at 8:58 am
…dan Ali pun tak bisa tidur meski seribu bidadari datang tapi hanya kau Rani yang selaalu ada di hati…
*mencoba menulis seperti kang Achoey*
*gagal*
Oleh: tukangobatbersahaja on Juni 24, 2008
at 9:04 am
ali rani dipertemukan dlm workshop entreprener, nulisnya gimana yak?
trus…ternyata mereka bisnis bareng, mengembangkan usaha makanan si Ali itu, jadilah Ali makin sering ktemu dg rani…
ali makin mantap, makin…makin…makin..
saat ali mw mengutarakan maksud, dan berkunjung k alamat yg ada d kartu nama, eng ing eng…munculah sosok teman lama Ali waktu SMA yang mana dari dulu si teman ali ini udah religius.
dan Rani keluar rumah dan bilang, “Aa…repot2 dtang kmari, bsk ktmu d kantor jg bisa..g enak jd merepotkan”
oiya,Aa..ini fulan, suamiq…kan angkatan aa juga di sma..”
fulan:”ali…sobatq lama tak berjumpa…maaf tak langsung bersilaturahim, aq dengar kbr2mu dari Rani istriq,,tapi kebetulan bari kmrn ak pulang dari Kanada…” bagaimana, kabarmu Ali..?”
Ali lemas tak terkira
————————————-
hari2 selanjutnya masih sama, Ali berkelana menjemput bidadari yg diyakininya ada,
spesial buatnya
—————————————————–
Oleh: riura on Juni 24, 2008
at 9:51 am
dah…segera dilamar aja Mba Rani-nya…
Ali dah punya penghasilan to?
Kalo dah punya maisyah, ya tinggal ndapetin aisyah…
Oleh: fairuzdarin on Juni 24, 2008
at 10:33 am
Ow, terobsesi dengan seseorang di masa lalu rupanya.
Api cinta emang sulit dipadamkan. Hehe
Oleh: kniapril on Juni 26, 2008
at 7:47 pm