Hidup adalah rangkaian masalah
Dan karena masalah itu setiap kita kan bersikap
Sikap kita tentunya berbeda
Ada yang seperti ranting, saat terkena benturan mudah patah
Ada yang seperti baja, jika terus ditekan akhirnya melengkung jua
Ada yang seperti kapas, ketika tertiup angin dia kan melayang dan kembali mendarat dengan selamat
Ada yang seperti bola pingpong, yang ketika dilemparkan maka akan memantul dengan hebatnya
.
Aku pernah berkata pada tiga orang mahasiswa UI yang berkonsultasi
Ketika mereka membahas tentang tekanan yang dilakukan dosennya
Kukatakan pada mereka
Jangan berburuk sangka
Yakinlah ini untuk kebaikan kalian
Posisikan kalian sebagai bola yang terapung di rata-rata air
Lalu dosen itu menekan hingga kau tenggelam dan terus tenggelam
Jangan panik
Posisikan diri pada posisi terbaik
Manfaatkan energi tekanan itu dengan baik
Dan saat tekanan terlepas
Maka kau kan menghentak, memantul dan menyembul ke atas
Dengan kuat dan tingginya
Lalu kau hitung dengan seksama
Dan perhatikan hasil analisanya
Bukankah kau bisa merasakan bahwa ternyata kau bisa jauh lebih tinggi
Daripada terapung pada rata-rata air tadi
.
Itulah pentingnya kita menjadikan apa pun yang menimpa kita
Menjadi sarana tuk lebih meningkatkan kemampuan kita
Ingat
Karena sikap kita bernilai
Oleh: achoey sang khilaf | Agustus 22, 2008
Karena Sikap Kita Bernilai
Ditulis dalam Hikmah Sang Khilaf | Tag: daya juang, harapan, melejitkan potensi, mengubah tekanan, motivasi, optimalisasi kemampuan, semangat, solusi masalah, spirit


wew
SEMANGAT!
Oleh: yellashakti on Agustus 22, 2008
at 10:33 am
life is problem..
tapi menurutku hidup adalah cara kita untuk tetap berteman, tetap bersahabat, tetap tersenyum.. Tiada arti hidup sendiri didunia ini.. Sahabat, keluarga, kakak, abang, pacar…kita membutuhkan mereka.. Kok aku jadi pinter ngawur kayak gini ya? hehehe….
Oleh: thegands on Agustus 22, 2008
at 10:45 am
maaf sedikit tidak setuju,bagiku hidup bukan rangkaian masalah,tapi hidup adalh sebuah proses pembelajaran diri,dan hidup adalah pilihan,selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah yang ada,.sikap adalah bagian dari diri untuk menyikapinya.karna ituh tentukan sikap dan hidupmu,you’re what you think..[heheh..sayah banged ituh:)]
Oleh: wi3nd on Agustus 22, 2008
at 11:20 am
Ya…seperti bola itu…bola dalam air.
Ketika ditekan ke dalam..maka gaya tekan ke atas akan membalas…Mendorong terus ke atas..tanpa batas…
Energy yang meledak…seperti nuklir…efek berantai…yang akan terus memberi semangat…
salam semangat
Oleh: syelviapoe3 on Agustus 22, 2008
at 11:37 am
saya suka tulisan ini kang.
terutama analogi tentang sikapnya..
“Ada yang seperti ranting, saat terkena benturan mudah patah
Ada yang seperti baja, jika terus ditekan akhirnya melengkung jua
Ada yang seperti kapas, ketika tertiup angin dia kan melayang dan kembali mendarat dengan selamat
Ada yang seperti bola pingpong, yang ketika dilemparkan maka akan memantul dengan hebatnya”
Oleh: yu2n on Agustus 22, 2008
at 11:44 am
yups,
blog yang menginspirasi,
pilihan kata yang bagus,
tetep menulis yach,
dan salam kenal…
Oleh: rahmadisrijanto on Agustus 22, 2008
at 11:56 am
Jadi inget cerita Anjing dan Belalang yang adu kekuatan untuk melompat. Hakikatnya adalah bahwa siapapun memiliki standar untuk berhasil yang berbeda-beda.
Begini Ceritanya:
Cerita dimana seekor belalang muda yg mempunyai kelebihan, ia mampu melakukan lompatan yg cukup tinggi, sesuatu yg tidak bisa dilakukan oleh teman2nya, pun ia sangat bangga dengan kemampuannnya itu. setiap hari ia selalu melompat-lompat dari satu pohon ke pohon lain, dari satu ranting ke ranting lainnya, sembari menikmati daun muda di kuncup pohon. suatu kali ia melihat sebuah desa yg tampak indah dan sejuk, hingga terbersit keinginannya untuk pergi ke desa itu.
Saat yg di nantikan tiba. teman setianya si merpati mengajaknya untuk pergi mengunjungi desa itu. Akhirnya, mereka sampai di sebuah taman berpagar tinggi yang indah.
Dipintu masuk taman itu, seekor anjing jantan tampak siaga. lalu belalangpun bertanya kepadanya “siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?”
“Aku adalah anjing penjaga taman ini. aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing yang terbaik di desa ini” jawab anjing dengan sombongnya.
“Hmmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. aku menantangmu bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita.”
“Baik” jawab si anjing
“Di depan sana ada pagar yg tinggi. mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut.” kata si anjing.
Lalu keduanya bersama-sama menuju ke pagar itu. kesempatan pertama adalah si anjing, setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar setinggi orang dewasa itu. kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. namun, ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut. belalang itu mencoba melompat, dan melompat, namun tetap gagal. dan terus jatuh kembali ketempatnya semula.
“Nah, belalang. Apalagi yang mau kamu katakan sekarang? kamu sudah kalah.” kata si anjing sambil tertawa
“Belum!” jawab si belalang sengit. “Tantangan berikutnya aku yang menentukan, bagaimana?”
“apapun itu, aku siap!” tukas si anjing
“tantangan kedua in sederhana saja. Kita lomba melompat di tempat. pemenangnya bukan diukur dari seberapa tnggi dia melompat, tetapi diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya.” jelas si belalang.
anjing kembali mendapat kesempatan pertama. dari hasil lompatannya, dia berhasl melompat setinggi empat kali tubuhnya. berikutnya adalah giliran belalang. lompatan belalang hanya separuh dari lompatan si anjing, namun ketinggian lompatannya ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Alhasil, belalangpun menjadi pemenang untuk lomba kedua.
Si anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum. “Hebat! kamu menjadi pemenang untuk perlombaan edua ini. tapi, score kita sama. jadi, kita masih harus mengadakan lomba ketiga.” kata si anjing.
“Tidak perlu! karena pada dasarnya pemenang dari setiap lomba yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standar perlombaannya.
Oleh: Pakde on Agustus 22, 2008
at 1:04 pm
wagh…menurutku sih life is struggle kang, dan jadikanlah hidup kita bermakna dengan sikap2 kita yang bermanfaat buat kita dan semua orang.
asli, emang susah bgt kang
Oleh: okta sihotang on Agustus 22, 2008
at 1:16 pm
seperti nasehat pak Mario Teguh
Jadilah pribadi yang bernilai…
seperti ketapel yang ditarik mundur beberapa langkah untuk mampu melesat/ terlontar kedepan dengan super.
Oleh: tukangobatbersahaja on Agustus 22, 2008
at 1:21 pm
terima kasih kak, sudah mengingatkan kembali…
Oleh: amaliasolicha on Agustus 22, 2008
at 1:24 pm
sikap adalah hal kecil.
tapi dia bisa membuat kita berbeda besar dgn orang lain…
Oleh: My on Agustus 22, 2008
at 1:39 pm
Selalu belajar menemukan hikmah dibalik setiap permasalahan
Oleh: Rita on Agustus 22, 2008
at 1:49 pm
meaningful.. ^_^
Oleh: cantigi on Agustus 22, 2008
at 1:59 pm
klo ada seseorg yang menekan kita, itu sama saja ia menekan/ menjatuhkan dirinya sendiri..tapi klo ada yang membantu kita tuk naik sma saja ia jg membantu dirinya tuk maju, bangkit n naik…
jadi naik tidaknya kita, or bangkit tdknya smngt kita mmg sebagian bsr trgntg dr diri kita sendiri, tp..lingkungan jg turut berperan…
hmmm..klo aq..sih..jk ditekan2..terus..ya..jd kue apem deh..he..he..he…semangat kang..
Oleh: sofy on Agustus 22, 2008
at 2:48 pm
wess.. betul itu kang..
kadang manusia jarang mengambil nilai positif dari setiap kerugian yang dialaminya..
padahal dari itu kita bisa bener2 bisa mengerti hidup ini..
Oleh: dimas on Agustus 22, 2008
at 3:02 pm
Ono Opo Toh ??
Oleh: JoEy D`JuVe on Agustus 22, 2008
at 3:42 pm
*karena sikap kita bernilai*
Oleh: pengendara on Agustus 22, 2008
at 4:22 pm
posisi menentukan prestasi, demikian kata sahabat-sahabatku saat ujian semester dimulai. cari posisi belakang dan pojok, agar dapat mencontek. he..he…
(jangan percaya pada statemen ini. yang benar ikhtiar dan tawakal menentukan prestasi kita, bukan begitu mas achoey. insyaallah)
Oleh: ahsinmuslim on Agustus 22, 2008
at 5:02 pm
lari-lari lepaskan beban berat hidupmu
sambut hidup baru,
Oleh: ILYAS ASIA on Agustus 22, 2008
at 5:13 pm
Sobat, aku salut padamu..
Oleh: Agung Mojosari on Agustus 22, 2008
at 6:07 pm
wow keren deh perumpamaannya!
wekekkekeke!
Oleh: trendy on Agustus 22, 2008
at 7:16 pm
makin banyak masalah, hidup makin dinamis, mas achoey, menurutku maslaah bukan untuk dihindari, melainkan tantangan utk dihadapi dan dipecahkan…
Oleh: Sawali Tuhusetya on Agustus 22, 2008
at 7:33 pm
yaks.. setuju kang..
Oleh: chic on Agustus 22, 2008
at 7:41 pm
hidup adalah sebuah ketidakpastian dan proses pencarian identitas diri yang tak kunjung berakhir
pencarian akan menemukan akhir yang baik (husnul khatimah), jika kita sll berpegang pd ‘tali’ Allah
Oleh: mikekono on Agustus 22, 2008
at 8:59 pm
berat bro tulisannya kali ini, sangat berbobot, nampar diriku juga, coz selama ini aku masih termasuk orang yg kurang kuat. makasih bro atas ilmunya.
Oleh: Resi Bismo on Agustus 22, 2008
at 10:21 pm
halo om…pakabar???
Oleh: rizoa on Agustus 23, 2008
at 12:35 am
sangat memotivasi…
Oleh: nAsruni on Agustus 23, 2008
at 1:47 am
hhmm..bener bener.. *manggut-manggut*
jadi harus jualan bola ya biar sukses…hmm… *kesimpulan yang didapat demi brusaha mengikuti bijaknya si akang*
Oleh: gamma on Agustus 23, 2008
at 7:15 am
Saya rasa jika sikap kita lebih TEGAS…
maka akan sangat lebih Bernilai
Oleh: Manik on Agustus 23, 2008
at 9:31 am
oke banget filosofinya bang… jadi ingat pilem taichi master
Oleh: 1rw@n on Agustus 23, 2008
at 11:55 am
betus sekali…
semua yang kita tanam kita akam memetik nya….
gitu keli ya..??
Oleh: yakhanu on Agustus 23, 2008
at 12:40 pm
jadi inget sebuah slogan parte
“hidup adalah perbuatan”
hehehehe….
Oleh: mahabbahtedja on Agustus 23, 2008
at 1:57 pm
Setuju!
Oleh: mascayo on Agustus 23, 2008
at 2:53 pm
idilah….bener2 motivator ulung nich….
terima kasih buwat motivasi ini, bang……..
Oleh: Abeeayang™ on Agustus 23, 2008
at 3:30 pm
Wah kurang setuju kalau hidup adalah masalah…it’s just one aspect in life…hidup adalah a never ending learning process bro menurut saya. Nah didalamnya lah akan kita temukan masalah, kebahagiaan, dilema, kesedihan…dst…apakah kita akan mengambil pelajaran dari setiap kejadian dalam hidup kita, itu tergantung bagaimna kita menyikapinya. Tapi idealnya tentu saja proses ini membawa kita menuju kedewasaan dan menjadi lebih baik lagi setiap harinya
Oleh: 1nd1r4 on Agustus 23, 2008
at 3:41 pm
mau bulan bulan puasa lho…
siapkan hati pikiran perasaan dan makanan
met ramadhan
Oleh: ma2nn-smile on Agustus 23, 2008
at 4:14 pm
puasa dulu yok….
Oleh: ma2nn-smile on Agustus 23, 2008
at 4:15 pm
melegakan…..
Oleh: ichanx on Agustus 24, 2008
at 12:44 am
Gunakan energi untuk memecahkan masalah. Jangan habiskan energi dengan merutuki, menyesali diri yang dihimpit masalah. Berpikir positip. Berperilaku positip. Good posting, Choey!
Oleh: suhadinet on Agustus 24, 2008
at 5:43 am
… dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”
Oleh: sigid on Agustus 24, 2008
at 11:34 am
hati dan pikiran yang jernih akan membuat kita terhindar dari segala masalah
tetap semangangat.
ayo kita bisa
Oleh: yudhi14 on Agustus 24, 2008
at 12:33 pm
hidup adalah perjuangan bukan masalah!!
Oleh: pc on Agustus 24, 2008
at 1:18 pm
Wow…
Dalem bangeeeet…
Oleh: 'Nin on Agustus 24, 2008
at 2:52 pm
Guru mengaji saya bilang hidup ini adalah pindah dari satu masalah ke masalah yang lain maka berpeganglah pada Al Quran dan hadits … agar selamat dunia akhirat.
*sok tahu mode ON*
Oleh: Rindu on Agustus 24, 2008
at 4:02 pm
Wah, aku jadi benar-benar tercerahkan ni baca tulisan anda…
SEMANGAT!!!!
Oleh: bowbee on Agustus 24, 2008
at 6:03 pm
great…
semoga bisa seperti bola pingpong…amin
Oleh: septy on Agustus 24, 2008
at 6:29 pm
iya tuhh…manusia kalo dah tertekan layaknya bola memiliki energi yang kuat , kalo sudah tertekan baru keluar ide kreatifnya..heehee.
Oleh: fahrizalmochrin on Agustus 24, 2008
at 7:15 pm
salam
aku ga pernah bosen dengan ungkapan “Rough Sea makes A good captain”
Oleh: nenyok on Agustus 24, 2008
at 7:20 pm
benar kang…setiap masalah pastilah ada hikmahnya…
sikap kita dalam menghadapi masalah itulah yang menjadikan kita berbeda dengan yg lainnya..
*minta izin comot buat review kang*
Oleh: afwan auliyar on Agustus 24, 2008
at 7:21 pm
Herannya saya tidak setuju dengan kalimat pertama. Hidup bukanlah rangkaian masalah menurut saya. Lebih tepat hidup adalah rangkaian tantangan yang sangat menarik.
Oleh: Rafki RS on Agustus 24, 2008
at 8:40 pm
wah salut ama postinganga kang achoey
Oleh: zoel chaniago on Agustus 24, 2008
at 9:21 pm
kalau sering terapung di permukaan air maka akan dgn cepat terkail oleh mata pancing para pemancing.
Oleh: langitjiwa on Agustus 24, 2008
at 11:52 pm
salut.. tapi aq tidak seperti ranting (saat terkena benturan mudah patah), baja (jika terus ditekan akhirnya melengkung jua), kapas (ketika tertiup angin dia kan melayang dan kembali mendarat dengan selamat), ataupun bola pingpong (ketika dilemparkan maka akan memantul dengan hebatnya), tapi seperti lensa prisma, yang menyeleksi sprektrum masalah yg masuk dan menguraikan jika perlu..
Oleh: ariefdj™ on Agustus 25, 2008
at 8:40 am
halo pak humas, reportny manah?
Oleh: hanggadamai on Agustus 25, 2008
at 1:42 pm
sudah saatnya kita mengambil sikap atas keterpurukan negeri ini. caranya? aksikan langkah kita. terus berkarya dan tidak mudah putus asa. Insyaallah negeri ini akan lebih baik.
Oleh: ahsinmuslim on Agustus 25, 2008
at 4:18 pm
pada akhirnya manusia harus bisa menolong dirinya sendiri, *apasih ga nyambung?*
Oleh: Trilsky on Agustus 27, 2008
at 11:27 am
intinya positive thinking ya mas achoey..
waktu sy bikin skripsi, rasanya stres bgt.. alhamdulillah bs selesai dengan baik..
Oleh: dee on Agustus 27, 2008
at 11:57 am
Saya lebih setuju kata-kata terakhir, kang. Dimana kadang kita menyerah pada keadaan, ketika banyak tekanan dalam hidup kita. Padahal dengan tekanan itu kita bisa jadi lebih tingga ‘level’nya baik di hadapanNya maupun sebagai insan….
nice philosophy…
[kayaknya akang bakal jadi salah satu blogger yang ga boleh dilewatkan, selain rindu
]
Oleh: Rere on Agustus 29, 2008
at 9:29 pm