Oleh: achoey sang khilaf | November 15, 2007

Menghapus Semu

Ketika Rembulan tenggelam, yang tersisa adalah cahaya hati
Ketika Mentari terbenam, yang tersisa adalah terangnya raga

Ketika gemercik gerimis reda, yang tersisa adalah kesejukan jiwa
Ketika angin berhenti berhembus, yang tersisa adalah heningnya rasa

Ketika semalam merah jingga masih menyala
Memupus kelamnya hitam di masa silam
Kini jingga beranjak pergi
Terpatahkan putih yang lama tersembunyi

Selamat tinggal semu
Papahlah langkahku ke telaga biru
Kan kubasuh wajah
Dan kuhamburkan di atas sajadah
Pasrah

Cbn, 15 Nov 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: