Oleh: achoey sang khilaf | November 16, 2007

Kegamangan Hati

Ketika ku berjalan ditepian hati, kulihat kegamangan yang hampir menyelimuti relung ruang yang ada. Tadinya hampa, kini penuh dengan awan kelabu yang menutupi kepastian. Ku coba sibak dengan jemari tapi selalu saja terfatamorganakan.

Perlahan kutiupkan ruh-ruh jingga untuk singkirkan kelabu itu. Lalu kuulaskan beribu warna kontras yang kuanggap mampu menetralisir warna yang ternoda. Padahal kuharap semua berjalan seirama sesuai harapan sedia kala.

Kenapa aku takut bahwa langkah ini telah salah. Kenapa aku gelisah ketika diri ini telah kucoba pasrah. Aku tak ingin hatiku terbelah. Aku tetap ingin menjadi warna yang mereka harapkan. Menjadi pujaan yang mereka puja meski kutenggelamkan kreasiku pada keterpurukan hati, terdampar di tengah hingar bingar kesunyian.

Kini, tarian jemari tak lagi bisa menjamah keindahan. Karena kubiarkan bercengkrama pada kekakuan yang beku. Hingga suatu saat nanti aku benar-benar telah singgah dengan utuh. Pada warna yang mereka inginkan. Untuk warna yang yang sedang kubiasakan.

Lalu haruskah kuhapuskan warna dasar yang menjadi dasar di dasar hatiku?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: