Oleh: achoey sang khilaf | November 16, 2007

Kegundahan Ini

Ketika terbersit tanya pada hatiku, “apakah aku telah menentukan pilihan terbaik untuk sejatinya masa depan”. Lalu ku coba jawab ragu, “sudah”. Tertegun sesaat dan keluarlah kata “mungkin belum” dan ini tanpa kusadari mengalir begitu saja.

Jika coba kurenungkan dalam keheningan malam, maka rembulan pun bersembunyi di balik awan. Entah kenapa, padahal sinarnya yang kubutuhkan malah terpancar samar. Lalu jika coba kurenungkan di dalam hingar bingar siang, maka sinar mentari menerobos menerpa wajah dan menyilaukan. Aku pun tak tahu maksudnya, padahal yang kubutuhkan sedkit saja sinar terangnya.

Aku coba pecahkan saat terjaga, dan yang ada adalah kegamangan yang nyata. Sementara ketika kupecahkan saat bermimpi, yang ada adalah kebingungan yang terfatamorganakan sepi.

Kesepian adalah sebuah wujud semula yang mengungkit kegundahan ini. Kesunyian hati saat bersemedi dipandang tak mampu lagi mengobati godaan akut kebutuhan jiwa. Lalu haruskah kubatalkan pertapaan ini dan kuteguk secawan cinta dari bidadari-bidadari yang sedari tadi melambaikan tangannya. Atau tetap kupejamkan mata dan kututupi telinga meski dahaga itu membabi buta.

Aku terdiam pada rontaan jiwa yang kelelahan menyimpan ribuan gejolak rasa. Senantiasa bertahan pada ketengadahan wajah saat menatap langit nan jingga. Hingga hari ini tak kembali terganti esok yang mungkin tetap menyaksikanku pada ketetapan kegundahan ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: