Oleh: achoey sang khilaf | November 22, 2007

Tak Harus Tetap Tak Tersingkap

560078083m1.jpg

Entah kenapa, beberapa malam ini kegundahan menyelimuti malam-malamku. Kegundahan itu datang bersama mimpi, mimpi yang sebenarnya sangat tak kuharapkan. Mimpi-mimpi itu menampilkan sosok kelemahanku. Dan hampir saja aku selalu menyerah untuk mencoba merubah. Hanya satu jalan agar aku tak terperosok lagi pada kekelaman itu, segera terbangun dan beristighfar.

Satu malam berlalu dan malam lain menghampiri. Mimpi itu datang kembali dan aku berusaha tuk bangkit berubah. Kukatakan pada mimpi bahwa aku bukan yang dulu lagi. Tapi mimpi itu berusaha menyadarkanku bahwa aku belum banyak berubah. Aku katakan kembali bahwa aku yakin aku bisa berubah meski perlahan. Namun dimimpi itu sepertinya menertawakanku remeh, lantas bisikan itu terdengar meski samar, “kau itu rapuh, amat rapuh”. Lalu aku pun segera membangunkan diri, berharap panggilan mulia segera mengalun mengajak ku kembali meresapi nikmatnya shaf di pagi hari. Lalu ku mengadu pada-Nya.

Malam ketiga membuatku tetap terjaga. Diam-diam berburuk sangka pada rasa ngantuk yang mendera. Tapi aku harus tegar menghadapi, apa yang kan kumimpikan malam ini, masihkah sama seperti malam kemarin, dan …. Ternyata hampir sama meski kadar yang agak berkurang. Kembali kuterjaga, dan aku tersenyum. Bukankah jika hari kedua dan kelima adalah hari tempatku menahan diri. Aku yakin dengan merutinkan itu maka bertahap mimpi seperti itu pun beranjak pergi. Lalu kutersenyum ingin cepat kembali ke malam hari.

Lega, setidaknya benar mimpi itu perlahan pudar, meski kadang datang tapi samar. Senyumku kembali mengembang saat kutersadar, bukankah aku memang sudah dewasa dan sudah selayaknya. Ya, menyempurnakan separuh agama bukan suatu hal yang harus tetap tak kusingkap, sudah waktunya. Ku yakinkan hati, bahwa Bidadari itu kan segera menghampiri, hanya dalam hitungan bulan, tentunya jika Tuhan mengijinkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: