Oleh: achoey sang khilaf | Desember 17, 2007

Selalu OK

“Urusan orang mukmin itu sungguh mengagumkan, semua hal baik baginya, dan itu hanya terjadi pada orang yang beriman. Jika memperoleh kesenangan dia bersyukur dan itu baik baginya, dan jia ditimpa kesusahan dia bersabar dan itu baik baginya.” (H.R. Bukhari & Muslim)

Mudah sebenarnya bagi kita untuk dapat menjalani hidup ini dengan tenang. Kuncinya cuma dua yakni senantiasa bersyukur & bersabar. Tapi implementasinya memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Dan orang yang mampu mengimplementasinya hanyalah orang-orang mukmin. Dalam hal ini adalah orang yang keimanannya begitu kuat sehingga dia senantiasa berbaik sangka terhadap apa yang terjadi dan menimpa dirinya dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Dibenaknya hanya tersimpan tujuan, mengaharap ridho Illahi meski apapun yang terjadi.

Seperti halnya dalam kondisi ekonomi seseorang. Ada orang kaya dan ada pula orang miskin. Kekayaan adalah ujian sejauh mana dia bisa mengelola kekayaannya. Apakah dia mampu menjadi agnia yang dermawan yang mensyukuri kekayaannya dengan tidak sayang mengalokasikan kekayaannya untuk zakat, infak & shodaqoh. Atau apakah dia malah menjadi orang kaya yang kikir yang dengan kekayaannya dia terus berusaha memeras keringat dan harta orang-orang miskin. Padahal tanggung jawab seseorang itu sebanding lurus dengan seberapa besar kekayaannya dalam hisaban di akhirat nanti. Begitupun dengan kemiskinan, apakah dengan kemiskinan itu seseorang akan semakin medekat Kepada Sang Pemilik Segala Kekayaan dan orang tersebut tetap berikhtiar dan bersabar. Atau justru sebaliknya, dengan kemiskinan itu dia semakin tidak percaya kepada ke-Maha Rahman-an Alloh SWT dan semakin menjauh darinya. Sungguh kasihan orang seperti ini, sudah jelas miskin harta di dunia dan miskin pula amal baiknya untuk akhirat.

Sabar dan syukur adalah dua hal yang sedang kucoba terapkan pada hidup ini sebagai kebiasaan refleks. Tujuan untuk mendapatkan ketenangan hidup dan lebih mampu menikmati indahnya kehidupan yang fana ini. Seperti halnya ketika aku berencana mentaarufi akhwat yang dulu pernah terlintas dibenakku dan ternyata telah ada ikhwan lain yang lebih dulu melakukannya hanya selisih beberapa hari saja. Dan yang kulakukan adalah mencoba bersabar dan tersenyum karena aku yakin Alloh akan mempertemukanku dengan bidadari yang benar-benar terbaik untukku di mata Alloh.

Dan terasa lebih lega rasanya kawan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: