Oleh: achoey sang khilaf | Desember 21, 2007

Selamat Jalan Sahabat

“Setiap jiwa akan merasakan kematian?” (QS Ali ‘Imran [3]: 183)

Seringkali kita terlupa bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan belaka. Dan di tempat persinggahan dalam perjalanan menuju keabadian sering kali kita terlupa dan merasa teramat betah dengan keindahan dunia. Terlebih ketika hidup serasa sempurna dengan bergelimang harta dan pujian yang bersahutan tak henti-hentinya. Padahal hidup di dunia hanyalah sementara sebagai kesempatan tuk menanam apa yang kan kita tuai dan kita nikmati dalam keabadian nanti.
 

“Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun” (QS Al-Mulk [67]:1-2).

Tadi malam suara ponsel-ku berdering mematahkan kegaduhan gelak tawa. Dan di balik telepon suara sahabat mengabarkan bahwa teman seperjuangan ketika menikmati masa idealisme mahasiswa kini telah tiada. Meninggal di perantauan saat sedang menjalani rutinitas menjemput rejeki. Hampir tidak percaya, meski terpisah jarak yang begitu jauh (Lampung – Bogor) dia sempat beberapa kali bersilaturahim via ponsel. Dan saat lebaran kemarin dia, istri & seorang putri yang masih kecil menyempatkan diri mendatangi rumahku meski sebentar. Dengan bangga dia menunjukan bahwa dia telah dua langkah di depan saya, telah menjadi suami dan seorang ayah. Rupanya itulah pertemuan terakhir kami.

Kebaikannya sulit aku sangsikan. Dengan wajah tegap dia tidak merasa sok jagoan justru memberikan ketentraman buat teman-teman di sekitarnya dengan banyolan dan tingkah lucu sebagai pelepas suram di perantauan. Semoga semua amal baiknya diterima oleh Alloh SWT dan ditepatkan di tempat yang baik di sisi Alloh. Selamat jalan sahabat, semoga keabadianmu senantiasa indah. Dan kematianku pun telah pasti, hanyalah perbedaan waktu saja. Semoga diri ini selalu senantiasa ingat akan kematian sehingga tetap sungguh-sunguh berusaha mencari ridho-Nya.

Innalillai wa inna ilaihi rojiun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: