Oleh: achoey sang khilaf | Desember 24, 2007

Umi Umi Umi

Hingga sepuluh tahun usiaku

Kau masih saja menyuapiku

Dengan jejalan nasi

Yang jelas tidak aku sukai

Hingga aku beranjak remaja

Betapa banyak aturan yang kau tekankan

Hingga kadang aku berpikir

Aku ini lelaki apa perempuan

Saat aku SMA

Tetap saja kau melarangku pacaran

Bahkan kau sertai dengan ancaman

Saat aku kuliah

Aku tetap anak-anak di matamu

Hingga aku merasa risih

Karena sahabat-sahabatku menertawaiku

Saat sekarang aku dewasa dan sudah bekerja

Kau tetap saja bertanya kabar dan kegiatanku

Bahkan untuk mencari istri sekalipun

Kau punya saran yang teramat berat untuk kulakukan

Aku membencimu,

Ketika aku tidak bisa berpikir jernih dan meraba perasaanmu

Aku ingin menjauhimu,

Ketika aku ingin merasa bebas dan tak mau tahu posisimu

Tapi ketika aku mencoba memahami

Betapa berartinya dirimu

Karena sejak menjelang lulus SD akhirnya aku suka nasi

Karena saat SMP aku tidak mengenal narkoba

Karena saat SMA aku tidak terlibat sex bebas

Karena saat kuliah kondisi pergaulanku tidak terlalu parah

Dan saat dewasa, aku tetap mengenal agama

Sembilan bulan lebih aku menyatu dalam tubuhmu utuh

Dan kau berusaha untuk tidak pernah mengeluh

Sekitar dua tahun kau memberikan ASI padaku

Dan kau amat tahu arti rengekkanku

Hingga dewasa dan kelak nanti

Aku tetap anakmu dan kau tetap menyayangiku

 

SELAMAT HARI IBU

Iklan

Responses

  1. untuk anak yg patuh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: