Oleh: achoey sang khilaf | Desember 29, 2007

Kegelisahan ORTU akan UN

Tadi pagi saya berbicara di hadapan sekitar 100 orang tua siswa kelas sembilan (9) SMP di sebuah SMP Unggulan di Kabupaten Bogor. Topik yang dibahas adalah mengenai Ujian Nasional 2007/2008. Dan sebagaimana biasa saya buka dengan perkenalan diri dan mulailah presentasi.

Sengaja presentasi itu saya selingi dengan canda agar orang tua siswa merasa lebih santai. Meski tidak terlalu signifikan pengaruhnya tapi toh gelak tawa sedikit menghangatkan suasana. Betapa terlihat dari keseriusan mereka, ekspresi kegelisahan akan Ujian Nasional yang sekitar empat bulanan lagi akan dihadapi putra/ putri tercinta.

Nah lho kenapa ORTU siswa terlihat tegang. Bagaimana tidak Ujian Nasional yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 5 s.d. 8 Mei 2008 ini berbeda dengan UN sebelumnya. Ada penambahan dari mulai jumlah mata pelajaran yang di-UN-kan juga mengenai rerata yang dijadikan standar kelulusan. Mata pelajaran yang dulunya tiga kini ditambah dengan Sains (Fisika, Kimia & Biologi). Terus, standar kelulusan pun menjadi 5,25 dari rerata 5,00.

Sebenarnya kegelisahan ORTU ini adalah sebuah kewajaran, betapa mereka tidak ingin putra/ putri tercintanya tidak lulus UN dan mengulang duduk di kelas 9 SMP. Andai pun bisa tahun itu lulus toh ijazahnya jelas bukan ijazah sekolah yang bersangkutan melainkan ijazah Paket B. Tapi jika kegelisahan ini tidak diikuti dengan solusi alhasil hanyalah dampak negatif yang kan mereka rasakan, semisal stres dan lain sebagainya.

Semestinya kegelisahan ini dijadikan motivasi agar ORTU bisa lebih memperhatikan putra/ putrinya. Berikut hal-hal yang harus dilakukan ORTU:

  • Perhatikan keadaannya ketika putra/ putrinya belajar di sekolah termasuk pergaulannya selama di sekolah, hal ini bisa dikonsultasikan dengan guru BP/BK atau dengan Wali Kelas. Bisa juga coba ditanyakan kepada teman-teman sekelasnya. Tanamkan agar mereka lebih menghargai ilmu dan menghargai para penyampai ilmu pengetahuan (guru).
  • Perhatikan ketika anak kita berada di rumah. Berapakah waktu yang mereka alokasikan untuk belajar. Seperti apakah cara mereka belajar. Sebagai ORTU jelas harus tahu gaya belajar yang paling cocok buat anak dan pada kondisi seperti apakah kemampuan otak anak optimal potensinya. Hal ini supaya ORTU bisa lebih bijak bertindak misal bagi anak yang suka belajar dalam keheningan jelas sebagai ORTU tidak boleh membunyikan radio atau TV keras-keras, dsb. Oh yach jangan juga anak dipaksa untuk terus-menerus belajar karena kuantitas waktu belajar toh bukan berarti kualitasnya belajarnya baik.
  • Sarankan agar mereka bergaul dengan teman-temannya yang rajin. Memiliki kelompok belajar (studi club) jelas lebih bagus lagi.
  • Beri pengarahan agar mereka lebih meminimalisir perbuatan sia-sianya seperti maen PS, nongkrong, dsb.
  • Sarankan agar mereka lebih mengoptimalkan kecerdasan spiritualnya. Jika muslim ajarkan mereka untuk sholat tepat waktu, membaca Al Qur’an, shaum sunah, shalat malam, bershodaqoh, dsb.
  • Jika perlu suruh mereka mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel).
  • Dan sebagai ORTU jangan lupa berdo’a pada Alloh SWT untuk kesuksesan putra/ putri tercinta.

Demikianlah sedikit masukan dari saya, dan yakinlah bahwa putra- putri kita memiliki tujuan hidup yang pasti sehingga mereka tetap menjaga amanah dan alhasil kesuksesan adalah hasil dari kesungguhan proses yang mereka lakukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: