Oleh: achoey sang khilaf | Januari 4, 2008

Thank’s Mom

Sekitar jam dua dini hari pada hari ke-3 di awal tahun ini kau tiba di rumah tempatku meneduhkan diri dari terik mentari dan guyuran hujan. Sedikit terkejut meski telah ayah kabari perihal rencana kedatanganmu dua hari sebelumnya. Tapi kenapa tak kau langsung kabari saja aku? Atau rencanamu untuk memberikanku kejutan. Dan kau mungkin sedikit tahu bahwa aku sedang berusaha menghindarimu, maaf lebih tepatnya menghindari pertanyaanmu mengenai “tema” itu.

Benar saja, kau tak bisa diam meski kelelahan masih terhias di wajah. Kau buat rumah ini seperti rumah kita di kampung. Bersih dan tertata rapih. Bahkan setiap pagi makanan sudah terhidangkan. Hingga kembali teringat masa-masa kecilku dulu ketika harus sarapan pagi agar tak terlalu banyak jajan di sekolah.

Hidangan yang benar-benar sesuai seleraku. Masakan koki nomor satu dengan menu pilihan yang tak mungkin siapa pun tahu dengan tepat. Termasuk juga kelak istriku belum tentu sehebat dirimu. Kecuali kau mau sedikit mengajari dan membocorkan resep rahasiamu padanya.

Terima kasih ibu atas semua kebaikannya. Terima kasih pula kau belum menyinggung masalah itu. Tidak seperti yang ku khawatirkan sebelumnya. Dan aku merasa sangat nyaman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: