Oleh: achoey sang khilaf | Januari 23, 2008

Cerita Indah di Balik Pemakaman Isteri Dr. Hidayat Nurwahid

Hari Selasa (22/1) pukul 14.00 WIB, telah dilakukan pemakaman jenazah Ny. Kastiyan Indriawati, isteri dari Ketua MPR-RI Dr. Hidayat Nurwahid, dalam usia 45 tahun. Istri Sang Bijak itu meninggal karena mengalami stroke sepulang dari menunaikan ibadah haji dan sempat dirawat di Rumah Sakit Jogya International Hospital (RS JIH) sejak 17 Januai 2008.

Sejak dirawat di rumah sakit, suami tercinta, Dr. Hidayat Nurwahid, beserta anak-anaknya dengan setia selalu menemani beliau. Itulah wajah keindahan sebuah rumah tangga Sang Bijak. Meski sebagai Ketua MPR dia tetap bersahaja dan tetap berperan sebagai suami yang baik dan kepala rumah tangga yang jadi figur teladan.

Meningalnya Ny. Kastian Indriawati menuai banyak simpati. Pelayat datang silih berganti dari mulai orang nomor satu negeri ini sampai masyarakat umum dari dalam dan luar kota. Selain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu, hadir pula Menhub Jusman Syafii Djamal, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menegpora Adhyaksa Dault, dan Seskab Sudi Silalahi. Selain itu uga hadir Ketua DPR Agung Laksono beserta ibu, Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimmly Assidhiqly, Ketua KY Busyro Muqoddas, Wakil Ketua MPR AM Fatwa, Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa, Prof. Amin Rais bersama ibu, Abu Bakar Baasyir, Ibu Moryati Soedibyo, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X bersama Ratu Hemas, Syafi’i Maarif, Haedar Nasyir, Ketua Umum BAMNAS (Baitul Maal Nasional) dan Sekjen Bali Muslim, Ida Bagus Mayura, Rosyad Saleh, dan dari PP Modern Gontor KH. Sahal Mahfudz beserta rombongan, dan dari ormas NU Mbah Liem.

Dan sesuatu yang sangat indah adalah ketika Doa pemakaman dibacakan oleh Muhammad Muqoddas, sebagai ustad yang memberikan khutbah nikah pada pernikahan Dr. Hidayat bersama alm. Ny, Kastiyan Indriawati. Betapa indah cinta Dr. Hidayat terhadap istri. Dan ini adalah salah satu contoh bagi kita para ikhwan (lelaki) untuk mencintai istri kita sepenuh hati. Cinta atas dasar cinta kepada Allah Sang Pemilik Cinta Hakiki.

Iklan

Responses

  1. Kebaikan hati almarhumah sangatlah membekas dan istana jannah bagi
    dirinya. Beliau istri dan ibu yang baik.

    Insyaalloh Dik. Betul, beliau adalah istri solehah.

  2. salam kenal….jazakallah dah berkunjung ke blog saya

    Salam kenal juga. Sama-sama.

  3. Sungguh cerita yg sangat indah … mari kita berdo’a dan berikhtiar agar keluarga kita juga diistiqomahkan dlm keindahan amiin

    Amin. Seringkali ada sisi keindahan dari apa yang kita lihat.

  4. Terkadang mata kita hanya melihat kekurangan pada fisik pasangan kita, tanpa kita sadari sesungguhnya jauh lebih banyak kelebihan yang terdapat pada batinnya.
    Terkadang telinga kita hanya bisa mendengar ocehannya, tanpa kita ketahui betapa banyak kepedihan hatinya yang disebabkan oleh ucapan kita.
    Terkadang kita hanya bisa merasa kesal oleh cemberutnya, tanpa kita sadari berapa banyak senyum hatinya ketika melihat wajah kita saat tidur.
    Terkadang kita bangga ketika membuatnya tersenyum, tanpa kita sadari berapa banyak cucuran air matanya ketika dia berdoa untuk kita.

    Ya..Alloh…Ya Rabbana
    berilah kami kelembutan hati agar kami mampu mencintai
    bukakanlah ruang dalam dada agar cinta senantiasa ada
    jadikanlah kucuran air wudlu mampu membersihkan kalbu
    kami ingin menghadapmu dengan cinta yang menggelora
    kami ingin menghadapmu dengan rindu yang menggebu
    kami ingin menghadapmu dengan kasih yang suci bersih.

    Duhai Rasul junjungan kami
    sungguh ingin kami punya rasa cinta seperti cinta engkau yang menembus langit, menyusup ke dalam jagat,
    cinta engkau membuat para makhluk tertunduk dah bahkan syetan terkapar. Betapa cintamu telah membuat para malaikat malu.

    Ya…Rabbana, apa jadinya jika engkau ciptakan kami tanpa cinta? dzuyinat linasi hubbusy syahwati …..
    Rabbana ma kholakta hadza batila,

    Indah nian untaian doanya Pak. Mohon selalu bimbingannya.

  5. ak pAling suka sama babe hidayat,
    dan pasti juga suka sama istri beliau yg bersahaja itu,,

    ada y, pemakaman yg berkesan “indah”
    bwtq tetep aja —sedih—

    krn dunia tak lagi sama

    Dr. Dayat adalah Sang Bijak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: