Oleh: achoey sang khilaf | Februari 1, 2008

Cinta ini Heran

pasangan-sejati.jpg

Kamar ini masih hingar oleh suara TV yang mempertontonkan kebohongan. Sementara di luar desir air hujan bersahutan dengan deru kendaraan yang dengan gagahnya menghalau kesunyian malam. Aku masih terjaga ketika tengah malam hampir tiba. Yang kupikirkan adalah sesuatu yang sepintas lucu tapi jelas bukanlah sebuah cerita komedi. Namun rangkaian kisah yang hingga kini masih menjadi teka-teki kebanyakan pemujanya. Dan bahkan bisa menjadikan pujangga mampu melambungkan namanya.

Ketika beberapa wanita menautkan hatinya padaku, lantas aku hanya mampu tersenyum dan terdiam. Bahkan ketika mereka bergerak makin mendekat mencoba menjabat erat dan membenamkan wajahnya di hangatnya pelukku, lantas aku bangkit dan mencoba menjauh dan makin menjauh. Sehingga warna kekecewaan bergerak memenuhi seisi suasana hati mereka merubah merah jambu, jingga menjadi kelabu. Dan aku hanya bilang, “kini, aku bukan yang dulu”.

Ketika kecendrungan hati ini mengarah pada sosok yang tak pernah kulihat dengan kasat mata. Tak pernah kumerasa bersua dan melihat indah wajah serta lekuk tubuhnya. Bahkan mencium aroma harum dari balik hijab pun sama sekali belum. Tapi aku terus mendekat di balik pekat. Melantunkan ayat-ayat cinta yang tak kunjung tersingkap. Pada angin malam yang menyampaikannya lewat nyanyian. Dan bidadari itu tak kunjung menampakkan dirinya. Terus bersembunyi hingga kesabaran hati ini mungkin kan tak ada lagi.

Untuk cinta-cinta yang kalian tawarkan, maafkan aku jika masih termangu. Aku hanya ingin berubah dan memandangnya dari hakikat yang berbeda. Dan jika kalian memahami, mungkin salah satu dari kalianlah yang kan mengisi kekosongan hati sang khilaf ini di kemudian hari. Lalu kita rangkai kisah indah, di bawah ridho-Nya.

Untuk bidadari yang tersembunyi, maafkan jika kecendrungan hati ini masih terpatri. Setidaknya untuk hari ini. Aku pun tak berharap kita semakin rapuh dan terlemahkan. Bukankah yang seharusnya itu melabuhkan cinta dalam iman. Maka jika beranjak dari keyakinan yang selama ini kau dawamkan. Tetaplah di sana jika kau tak siap untuk ke sini. Dan jangan pernah kau sesali, jika saat kau ke sini menghampiri ternyata ku telah pergi, tak lagi menanti.

Untuk semua yang merasa menjadi bagian dari cinta yang heran. Tetaplah tersenyum untuk masa depan yang gemilang. Dan hari-hari yang kita semua lewati, harus senantiasa disyukuri. Dan pahamilah bahwa kebahagiaan selalu ada pada kehidupan. Karena lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan begitu pula sebelumnya. Lalu kenapa kita harus menyalahkan keadaan. Semangat!


Responses

  1. askum………..
    bagus banget …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: