Oleh: achoey sang khilaf | Februari 14, 2008

Awal dari Cinta

Qodoya di pagi hari, menyisakan waktu sebelum berangkat kerja meski toh akhirnya terlambat jua. Qodoya Sang Khilaf pada murobbinya yang bijak. Dalam keteduhan dari deraian hujan yang mendendangkan iramanya.

Awalnya hanya menumpahkan rasa sebagai seorang anak lelaki pertama yang harus berbakti kepada kedua orang tua. Tapi toh akhirnya ada penawaran yang teramat berharga. Segera menikah dan seorang akhwat kan diperkenalkan jika siap. Seorang akhwt yang bisa diajak sharing tentang segalahal yang dianggap penting. Tentang pandangan terhadap perjuangan mengarungi samudera kehidupan. Tentang kemandirian masa depan, tentang cita, tentang cinta yang dilabuhkan dalam iman.

Tertegun sejenak dan berujar. Masih butuh waktu sebentar untuk berpikir dan mengumpulkan keberanian agar benar-benar memuncak. Karena yang kan dihadapi pastinya adalah seorang akhwat pilihan. Sementara diri ini hanyalah sosok al fakir yang bergelar Sang Khilaf. Mungkinkah diri yang dhoif ini berani mengangkat wajah dan berujar selayaknya ikhwan pilihan juga. Atau malah tertunduk syahdu melantunkan bait-bait pujian pada Sang Pencipta Keindahan. Beberapa waktu ke depan, mungkin dalam hitungan mingguan atau bulanan. Mohon doanya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: