Oleh: achoey sang khilaf | Februari 16, 2008

Cinta yang Melemahkan

Sore tadi saya melihat seorang siswi SMA menelepon sambil menangis. Terdengar samar suara lelaki di ujung sana sebagai lawan bicara. Dan dengan mudah saya menyimpulkan bahwa mereka sedang dalam permasalahan cinta. Permasalahan yang sering kali dijumpai oleh remaja para pecinta, lebih tepatnya para pecinta semu. Cinta yang melemahkan.

Cinta kepada lawan jenis dalam bingkai pacaran adalah cinta yang melemahkan. Bagaimana tidak jika seorang yang dilanda cinta seperti ini dia menjadi sangat sensitif. Mudah sekali merasa sakit hati ketika melihat orang yang dicintainya berprilaku tak seindah yang diinginkan. Menjadi lupa pada peran yang sesungguhnya, misal pelajar menjadi terganggu konsentrasi belajarnya karena selalu teringat pacarnya. Cemburu buta, marah-marah, lalu menangis. Dan makin lama makin terpurklah pada sayatan-sayatan yang dengan senang hati syaetan lakukan hanya untuk menyesatkan.

لا تتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله إن الذين يضلون عن سبيل الله لهم عذاب شديد بما نسوا يوم الحساب

( ص 26 )

“Dan janganlah kamu mengikut hawa nafsu , kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah . Sesungguhnya orang – orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat kerana mereka melupakan hari perhitungan.”

و قال نسوة فى المدينة امرأت العزيز تراود فتاها عن نفسه قد شغفها حبا إنا لنراها فى ضلال مبين

( يوسف 30 )

“Dan wanita – wanita di kota berkata : Isteri Al Aziz (sebutan bagi raja di Mesir) menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya . Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.”

Saya lumayan paham  arti cinta yang melemahkan, karena saat-saat masa remaja dulu saya juga pernah terjebak dalam lingkaran tersebut. Untuk itu wahai sobat remaja, mulai jauhi hal-hal yang membuat kita dengan mudah terjebak pada cinta seperti ini. Dan ingatlah cinta yang hakiki adalah cinta kepada Allah. Andaipun kita mencintai mahluknya maka cintailah sewajarnya dan harus karena Allah dan tetap dalam bingkai yang dilegalkan oleh syar’i. Jadi semangatlah!

Iklan

Responses

  1. Wah.. terimakasih nasihatnya… fadahal ane baru mau ngelamar nih bang… 🙂

    Kang Cabe, ane dukung moga lamarannya sukses! Tapi melamar cewek dg melamar kerja itu beda lho.

  2. ya, cinta itu memang tergantung bagaimana kita menyikapinya.

    Pada dasarnya cinta itu menguatkan, akan memberi energi positif bagi hidup kita, tentu jika kita menempatkan cinta itu dalam bingkai yang syar’i sesuai haknya.

    Lalu kebalikannya, cinta itu akan menjadi suatu kelemahan jika tak ditempatkan sesuai haknya.

    Mencerahkan. terima kasih.

    100% setuju ukhti!

  3. wah, saya cinta makhluk Allah yang bernama perempuan.
    tapi gak cinta buta tuh mas.. 😉
    Kasihan mas cabe yg baru mo ngelamar tuh..hehe

    Yach, cinta pada mahluk Allah itu fitrah, asal tetap dalam koridor syar’i.
    OK Bos!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: