Oleh: achoey sang khilaf | Maret 4, 2008

Tawaran Berseliweran

Sabtu Malam, 1 Maret 2008
Sang Ustadz:
“Ane nanti akan berikan akhi beberapa pilihan. Karena ane ga mau memaksakan antum pada seseorang. Jadi antum berhak menentukan sendiri pilihan antum.”
Sang Khilaf:
“Ustadz menilai dengan pandangan hati, tentunya kan baik ahlaqnya. Jikalau nanti ane memilih dengan pandangan mata, semoga malah bertambah kesempurnaannya. Tapi, ane serahkan sepenuhnya kepada Ustadz sebenarnya siapa yang terbaik buat ane. Toh Ustadz tahu bahwa ane bukanlah yang terbaik bahkan belum baik.”
Ahad Siang, 2 Maret 2008
Sang Akhwat (istri seorang sahabat):
“Jikalau antum berkenan, ane punya banyak saudari. Maukah antum sama seorang ukhti yang sudah S2 (master)?”
Sang Khilaf:
“Afwan bukan ane ga berkenan. Tapi antum sebenarnya tahu bahwa ane bukanlah sosok terbaik. Dan ane akan minder jika kelak istri ane gelar pendidikannya lebih tinggi dari pada ane.”
Senin Malam, 3 Maret 2008
Sang Sohib (Wakasek sebuah SMA Islam Unggulan):
“Mas gimana, berminat ga sama temen saya yang saya ceritakan kemaren2. Tapi dia ga mau pacaran dan ga mau melihat dulu foto mas. Jika iya, dia minta nomor telepon Ustadz mas.”
Sang Khilaf:
“Ah Bapak, memang kita kan ga boleh pacaran. Tapi ane malah jadi malu. Untuk sementara ane nunggu instruksi dari Ustadz ane dulu ya.”

Percakapan di atas memang sudah dalam bentuk penyederhanaan tapi tanpa mengubah maksud dari isi percakapan yang sebenarnya. Satu hal yang bisa saya simpulkan adalah bahwa ketika kita sudah berniat maka akan banyak yang membantu untuk merealisasikan niat tersebut. Bahkan untuk sosok hina seperti Sang Khilaf ini.

Mari motivasi diri untuk segera melepas masa lajang ini. Karena motivator terhandal adalah diri kita sendiri. Eit tapi ingat, jangan hanya niat tapi butuh persiapan segala hal yang bersangkutan. Jadi bergeraklah dan persiapkan semuanya!

Iklan

Responses

  1. Semoga cepat menemukan yang PAS!!!!

    PAS (Perempuan Amat Solehah)

  2. wahhhh,, ceritanya banyak pilihan nnniii??? selamat memilih2,, :mrgreen:

    pura2 banyak pilihan, padahal yang ada ane ga laku2. 🙄

  3. haruskah sevulgar itu? 😀

    Ih jangan, kan pornografi itu dilarang. 😀

  4. bener , semua pilihan harus ada persiapan
    saya sangat mendukung , moga – moga bisa
    itu saja

    tullll, emang jago nih ngasih saran.

  5. wewwww!!! lagi bingung nentuin pilihan yah???

    bisa bantuin milih ga? atau malah mau bantuin nambah pilihan biar ane tambah pusing.

  6. innama a`malu bil niat

    duile, singkat, padat, darurat.

  7. ehem…gak nanya Ibu mas? 😦

    ibu dah ngasih kriterinya jadi ane berlandaskan itu. tapi tetep ko nanti ane kenalin ke ibu dan meminta pandangannya. selama ini sih ORTU ane ga ribet ko.

  8. welah…di pilih2…di pilih…
    tafi saia kok herman yaks…kok situ tergantung amak ustad situ yaks? 🙄

    karena selama ini kalo ane pilih sendiri dapetnya yang cantik, seksi, gaul, dll. ane pengen yag baik ahlaqnya tapi sulit dapetnya. soalny mereka ga percaya sama ane. kalo dengan bantuan Ustadz kan bisalebih mudah. 🙄

  9. Jadi inget cerita Azam dalam Ketika Cinta Bertasbih.
    Eh, tapi kalo ada tiga pilihan, sholihahnya dan pinternya sama, ya selanjutnya tetep perlu memperhatikan ‘pandangan mata’….
    Semoga dapet yang best of the best…

    Amin. Wah pengagum novel2 Kang Abik juga ya!

  10. pada dasarnya jodoh itu ada ditangan Tuhan ah, namun yang iktiar antum harus di barengi dengan shalat istikharah, insaAllah Allah akan memberikan jodoh yang terbaik buat antum

    Nah itu dia ane belum bisa shalat istikharoh yang baik.

  11. tetep minta nasehat ke ortu terutama ibu mas. dulu suamiku (waktu itu masih calon sih) jg mnta pertimbangan dari ibunya ketika disodorkan beberapa pilihan. dan naluri seorang ibu lebih peka pada siapa pilihan dijatuhkan (tentunya juga berdasarkan pilihan sang anak lho). Sorri ya, jd curhat nieh.

    Iya, kalo nanti dah dapet calon yang srek segera saya minta pertimbangan ORTU. Saya ingin ibu sayang ama istriku kelak dan begitu pun sebaliknya. Tapi adakah yng mau sama orang seperti saya. Ya pastilah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: