Oleh: achoey sang khilaf | Maret 7, 2008

Benar2 Sang Khilaf

Sang Khilaf bukan sebuah nama samaran saja tapi benar-benar istilah yang mewakili diri yang hina ini. Seringkali diri ini melupakan hakikat perjalanan singkat dengan mencoba bercengkrama pada keramaian dunia. Semakin lama semakin terlupa, semakin lama semakin khilaf dan kembali terasinglah dari untaian risalah yang sebenarnya.

Sejak kecil aku seringkali membuat ibuku menangis dan mata bapakku berkaca-kaca. Ada saja ulahku yang membuat hati mereka terluka. Dan saat itu sepertinya aku menganggap hal itu biasa. Sampai akhirnya aku mulai tumbuh dewasa dan aku merasa amat bersalah pada mereka. Dan setiap kali aku mengingat masa-masa itu, aku teramat malu pada Tuhan Sang Pemilik tubuh hina ini yang telah menganugerahkan dua sosok terbaik dalam hidupku. Sementara aku tidaklah menjadi anak yang mampu berbakti sejak dini. Aku menyesal dan aku amat menyayangi mereka, sesungguhnya.

Ketika aku berjalan di permukaan bumi. Tentunya aku harus bertatap sua dengan banyak insan di dunia. Dan seringkali aku kembali melakukan kekhilafan itu. Dengan berkata dan berprilaku yang menyinggung bahkan menyakiti. Dan itu sering aku tak sadari bahwa apa yang telah kulakukan dalah kesalahan yang jelas Tuhan pun melarangnya. Kata-kata yang tajam, ungkapan-ungkapan mencemoohkan, kalimat-kalimat keangkuhan, gerak-gerik ketamakan, dan semua kesalahan yang makin hari makin banyak kulakukan pada banyak sahabat, pada banyak orang. Dan ketika aku tersadar atas semua kesalahan itu, aku terdampar, aku terpuruk, aku menyesal dan aku benar-benar minta maaf.

Entah kapan aku bisa memperbaiki diri ini sesempurna mungkin. Aku hanya bisa berusaha dan berdoa pada Tuhan Yang Maha Membolak-balikan hati, agar aku tetap berada di jalannya. Berada pada jalan rahmah, jalan cinta, jalan kebaikan, jalan kedamaian.

Untuk itu mohon dengan sangat pada semua sahabat agar jangan sungkan menegurku, jangan sungkan mengkritikku, jangan sungkan menasihatiku dan bila perlu marahi aku. Sadarkan aku bila kembali khilaf meski aku tetap Sang Khilaf.

Iklan

Responses

  1. sejak awal kita diciptakan, kita memang memiliki sifat khilaf.
    Pernah denger cerita nabi Adam dan malaikat Izrail mengenai umur?

    lho bener2 ni Hangga bisa jadi da’i juga. Ane undang bawain pengajian deh.

  2. Yups, saling mengingatkan bro..

    That’s what ukhuwah for..;)

    Yup, ingatkan daku selalu!

  3. Aku belom tahu tuh, bisa ceritain ga mas?

    cerita apa ya?

  4. Karena manusia adalah tempatnya Khilaf ……dan ALLOH sungguh merasa senang dengan yang khilaf tetapi mengetahui klo diri khilaf

    Dan Sang Khilaf pun terlelap. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: