Oleh: achoey sang khilaf | Maret 9, 2008

Hati-Hati dengan Hati

Hati-hati dengan hatiku
Karena hatiku mudah layu
Jangan engkau bermain-main
Karena ku tak main-main
(Penggalan Lirik Lagu Dewa 19)

Memang kita harus berhati-hati dengan hati kita. Karena hati kita adalah Raja.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ka’bul Ahbar melalui Aisyah r.a bahwa Nabi SAW bersabda, “Manusia itu kedua matanya adalah pemberi petunjuk, kedua telinganya adalah corong, lidahnya adalah juru bahasa, kedua tangannya adalah sayap, kedua kakinya adalah pos, sedangkan rajanya adalah hati. Maka apabila raja itu baik, maka baik pula tentara-tentaranya.”

Raja adalah penentu, pengendali, pemegang kebijakan dan pengambil keputusan. Maka Raja haruslah baik agar keputusan yang diambil juga baik, agar tindakannya juga baik, agar semuanya berjalan baik. Jika Raja itu jahat, maka kerusakanlah yang kan terjadi dan teralami.

Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh itu, tetapi bila ia rusak, maka akan rusak pula tubuh itu seluruhnya, Segumpal daging itu adalah hati (qalbu).” [H.R, Bukhari Muslim]

Untuk itu peliharalah hati kita, jaga senantiasa agar tetap terjaga. Jangan biarkan hati kita rusak karena kita akan rusak. Tetapkan hati kita dalam kondisi bersih agar jalan hidup kita tetaplah rapih.

Dari Hudzaifah bin AJ Yaman r.a. Rasulullah SAW pernah bersabda, ” Bencana (fitnah) menyerang hati seperti teranianya tikar seutas-seutas. Maka hati yang menerima bintik- bintik fitnah tersebut akan tertitiklah pada noktah-noktah hitam, sedangkan hati yang tidak menerimanya akan tergoreslah padanya titik-titik putih. Akibatnya, hati terbagi menjadi dua bagian. Pertama, hati yang hitam legam, cekung bagaikan sebuah gayung terbalik (tertelungkup), tidak kenal yang makruf dan tidak ingkar kepada yang munkar, kecuali apa-apa yang diserap oleh hawa nafsunya. Kedua, hati yang cerah dan putih bersih, yang tidak ternodai fitnah selama bumi dan langit terbentang”[H.R Muslim].

So, sudah saatnya kita memanaj hati dengan baik. Jika kita ingin baik. Maka marilah kita untuk senantiasa saling mengingatkan agar hati kita tetap teringatkan. Karena kita adalah Sang Khilaf.

Jagalah hati
Jangan kau nodai
Jagalah hati
Cahaya hidup ini
(Penggalan Lirik Lagu Aa Gym)
Iklan

Responses

  1. kalo urusan hati sih emang lebih baek ga maen2 kali yah

    Iya Neng Pink.

  2. terima kasih sudah diingatkan kemabali..

    sama2, saling mengingatkan.

  3. Jagalah Hati jangan Kau Nodai..
    kata Aa Gym

    Meski poligami, kita tetep cinta AA Gym

  4. Satu jalan yg paling cepat untuk menodai hati adalah melalui mata yg tidak dijaga dari memandang hal2 yg tidak baik [cabul] serta kekurangan2 yg ada pada diri orang lain…

    betul akhi, mohon nasihatnya selalu

  5. Hati itu…emangnya ada di mana. Tentu biar gak kena Liver, saya harus menjaga apa yang saya makan.

    Overall, jagalah hati juga jaga kesehatan khan, jadi saya pun akan ikut menjaganya.

    Blog ini tempat nongkrong yang bagus. Ada nasi kucing mas. Hehehe

    Salam

    Salam juga
    Makasih dah nyempetin nongkrong di sini.

  6. aminnnn..

    anjang juga ya

  7. setuju banget pak , Insya Allah saya akan coba berhati – hati dengan hati saya
    doakan ya pak

    Saya juga mohon didoakan. Karena saya juga belum bisa akhi.

  8. yup..kita emang mesti bisa menjaga hati dengan baik
    karena hati adalah raja dari segalanya

    jika hati rusak..maka akan mudah yang laen rusak

    🙂 makanya “jagalah hati…jangan kau nodai..jagalah hati lentera hidup ini” :mrgreen:

    Mohon nasihatnya ya ukhti!

  9. Tulisan yg mencerahkan. Menyejukkan. Hati harus selalu dijaga. Jangan suka sakit hati. Hati harus selalu menjadi bagian tubuh yg paling kuat dan tegar. Dan satu lagi, sebaiknya jangan sembarangan kalo naruh hati. Ntar bisa digondol kucing.

    ah bisa aja

  10. Hati adalah makhluk Allah yang tidak bisa dibohongi dan berbohong… 🙂

    Wah… asek bang Achoey postingan soal hatinya. 11 jempol dah! 😛

    ah Kang Cabe bisa aja. Mohon nasihatnya slalu.

  11. Jadi inget bahasan soal tentara hati-nya Imam Al-Ghazali nih… makasih-makasih!
    *sembah-sembah*

    Akhi antum dalem banget ilmunya. Bisa berkenalan lebih lanjut, ane mau benimba ilmu.

  12. Nyamfah…! 👿

    Tuh kan, marahnya aja tetep alim. Salut dah 🙂

  13. Bener banget.. sesuai dengan hadits yg di atas..

    Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh itu, tetapi bila ia rusak, maka akan rusak pula tubuh itu seluruhnya, Segumpal daging itu adalah hati (qalbu).” [H.R, Bukhari Muslim]

    Karena itu, yuk kita saling mengingatkan!

  14. aaahhh…hati…hanya Dia lah yg mampu menguasainya..mampu membolakbalikkannya….semoga selalu berada dalam koridorNya..amiiin 😉

    Amin. Allah memang Yang Maha Mebolak-balikan hati.

  15. kalau paragraph paling akhir menanyakan “apakah kita sudah memanaj hati kita dgn baik”
    jawab saya.. Belum … hiks…hiks.. ga tau caranya

    Sama, saya juga belum bisa. Postingan ini justru untuk mengingatkan slalu diriku.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: