Oleh: achoey sang khilaf | Maret 22, 2008

Petualangan Cinta; Sisi Kelam Sang Khilaf

Bukan maksud hati mau mengungkap aib masa lalu yang kelam. Tapi ini adalah cerita pembuka untuk sebuah postingan berikutnya yang insyaallah kan kuberi judul “Mungkin Karena Ini Akhwat Itu Pergi”.

Sebenarnya postingan ini tadinya mau kuberi judul “Belasan Mantan Pacar dan Puluhan Mantan TTM”. Tapi aku pikir itu terlalu terbuka untuk memancing demontrasi para wanita.

Pra SMA

Masa2 ini adalah masa kepolosan dan kepatuhan. ORTU ku mengancam jika aku ketauan pacaran maka aku harus keluar dari sekolah. Dan aku amat takut akan ancaman itu. Meski begitu kenakalanku akhirnya tak terbendung juga ketika lulus SMP lantas aku menulis surat cinta pada sosok gadis cantik anak Pak Camat. Tapi sayang baru 3 hari kemudian surat cinta itu di balas. Bagiku itu terlambat, aku cuma perlu tau kalo dia juga mencintaiku dan biarkan itu menjadi akhir. Jadi dia bukanlah pacar pertamaku. Tapi keberanian pertamaku mengungkapkan cinta dan menerima ungkapan cinta lewat goresan tinta.

Periode SMA

Pada masa inilah petualangan itu mulai menjadi. Sosok tercantik di kelas yang menjadi rebutan akhirnya mengungkapkan cintanya padaku. Tapi tetap dia bukan bukan pacar pertamaku karena yang kuperlu adalah aku bisa memastikan bahwa akulah yang terpilih dari sekian banyak yang mendekatinya.

Pada masa putih abu inilah pertama kali aku memiliki pacar. Sesuatu yang diploklamirkan, “aku mencintaimu, kamu mencintaiku dan mari kita jadian lalu tunjukkan pada dunia kalo kita pacaran”. Jika tidak ada empat unsur itu maka aku anggap bukan pacar, hanya TTM saja.

Pacar pertamaku adalah sosok gadis cantik yang merupakan satu-satunya wanita yang berani menolak cinta temanku yang play boy itu. Dengan sedikit bumbu taruhan akhirnya pada pertemuan pertama gadis itu pun dah ada di genggaman. Awal sebuah kesuksesan penaklukan pada petualangan yang belum berakhir.

Pada masa ini aku merasakan gimana pacaran dengan cewek yang usianya dua tahun lebih tua dariku. Berhasil memacari kembang desa ketika ku berlibur di rumah nenek selama sebulan. Berhasil memacari gadis tercantik di sekolah (yang ups, kebetulan anak seorang walikota). Berhasil memacari gadis dengan kulit terputih di sekolah. Berhasil menang taruhan karena mampu menakluka hati sang penjutek cowok. Dan kesuksesan lainnya yang membuat aku semakin melambung pada awan kesesatan.

Periode Kuliah

Lagi2 aku berbuat ulah. Memikat hati beberapa Teteh seniorku di kampus pada saat OSPEK. Memikat hati teman2 seangkatan dengan keberanianku melawan saat perpeloncoan. Menawan hati adik angkatan akan ulahku di kepanitiaan. Membuat banyak gadis gelisah saat aku manggung tuk membawakan beberapa judul lagu atau sekedar jadi MC saja. Atau ketika aku mampu membuyarkan mitos bahwa “aktifis kampus tak kan berprestasi di akademis”.D an lagi2 aku menang, hampir di setiap jurusan di kampusku aku punya pacar atau TTM. Aku makin gila, langkahku makin tak terarah.

Tapi dalam masa ini aku menemukan sosok cantik yang begitu penyabar. Sebelas bulan dia mendekatiku dan rela meski cuma jadi TTM. Dan hanya dalam lima hari saja statusnya jadi pacarku. Tapi cintanya tak pernah luntur meski aku meninggalkannya. Dan hampir setahun itu aku banyak belajar tata cara berniaga padanya. Karena dia adalah sosok anak pengusaha sukses yang seringkali dijadikan contoh kasus oleh dosen2ku ketika perkuliahan. Tapi kini dia telah dikarunia seorang putera dan dia berkata, “setelah punya anak, maka cintaku hanya tertuju pada sosok mungil itu”. Syukur deh.

Periode Selepas Lulus Kuliah

Pada masa ini aku mulai merubah prilaku burukku itu. Aku diwisuda tanpa memiliki pacar dan TTM satu pun. Hingga saat pertama kali aku bekerja, aku kembali terjebak pada “liga champions” begitulah teman2ku menyebutnya. Ada dua sosok gadis cantik yang menjadi rebutan. Dan kupilihlah Na (gadis Tasikmalaya itu). Dialah gadis yang hingga saat ini tetap menjadi kesayangan adikku, meski dia bukan siapa2 lagi.

Ketika aku kerja di Cikarang, lagi2 ku bertemu sosok cantik. Seorang karyawati PT. Omron yang terpikat saat kuberikan kartu nama di depan President University (Jababeka). Maafkan aku Na.

Ketika aku bekerja di Bogor, aku sempat membuat panik bosku. Lantaran salah seorang karyawati yang kebetulan calon adik iparnya hampir jatuh di pelukanku. Untung aku keburu dikasih tau. Dan alhamdulillah sekarang dia telah dikaruniai sesosok bayi mungil. Dan bergulirlah terus cerita petualangan ini hingga akhirnya muncul kisah Na, Ny dan Ni. 

Dan kuakhiri kisah petualangan ini dengan kujatuhkan diriku pada pelukan “tarbiyah”. Moga saja aku mampu tak mengulanginya lagi.

Iklan

Responses

  1. wuih..

    sepertinya akan menjadi inspiring story…
    *menunggu tulisan selanjutnya…*

    Sejarah Kelam. 😀

  2. klo okta mah, masa yang paling indah di SMA..
    Coba tebak apa ?? 🙂

    Selingkuh ama sepuluh pacar ya? Ketauan deh. 😀

  3. Good sharing.., brbagi pengalaman n hikmah:), Skalian jadiin buku aj kak..Pripun? 🙂

    *smbil nunggu lanjutannya 😀

    Lho emang ga pernah baca novel karya Kaka? 😀

  4. Wah, kisah yang menarik. angkat topi kang sayah mah.
    hihihi, jd inget dulu waktu kuliah pernah naksir adek kelas,
    moga dapet yang terbaik yah kang

    Amin!

  5. sudahlah kang….jng nulis cinta trus yg ada kita nti kalah ama cinta??? sesekali nulis tentang apa gitu???

    Siap deh bos. Nulis rencana pernikahanmu aja kali ya! 😀

  6. jadi inget ama mantan pacar aku ngga ya ?

    Jangan diinget-inget. Mending nikahin aja!

  7. Hihihi, blm prnah baca e novelny, mang ad (sok polos mode on) ? mana mana?? 😀

    Ah jadi malu. 🙂

  8. Weks… banyak kali keberhasilan kang achoey dalam menaklukkan cewek2 cantik 😛
    tapi kenapa nasibmu begini, hiks hiks.. 😆
    *bete blum liat nama saya di blogrollnya!*

    Iya Bunda. Mengenai nasibku ini insyaallah kan dibahas pada postingan selanjutnya yang berjudul “Mungkin karena ini Akhwat itu Pergi”.

  9. Gosh!!….

    kalo jadi ide cerita sinetron, bisa bersambung mpe berpuluh2 episode nich… 🙂

    paling enggak, waktu ntaR jadi ayah n’ punya anak cewek, udah punya insting untuk mengenali ‘playboy bandel’ yang nekad datang ke rumah, he 😛 😛

    Ya iyalah. Itu dah aku praktekin saat mantau adeku yang cewek. Ga bisa deh yang iseng2 maen ke rumah.

  10. Wah aku donk yang paling terbelakang , sampai saat aku lom pernah pacaran pada hal usia dah mau kepala 3 he..he..he..

    Justru antum bagus. Selamat ya! 😀

  11. wah asyik sekali. kenapa tak bikin novel saja?

    Mohon dukungannya. Kalo Novel konvensional sih relatif mudah. Tapi untuk bisa seperti novel Kang Abik itu yang susah.

  12. ooh gitu toh.. baru tau ridu tentang kisah masa lalunya kang achoey.. heheh..

    Ade, jangan ditiru cerita lalunya. Cukup endingnya aja ya! 😀

  13. Kang,ini beneran ato fiksi,,kl beneran ya ampun,,bener2 bwarna bgd kisah cinta na,,hehe

    Beneran lho. Kalo dibikin senetron bisa jadi berpuluh-puluh episode. Tapi saya ga mau cerita itu dengan rinci karena bukan cerita yang mengandung hikmah.

  14. Semoga istiqomah, Kang. Kalo perasaan wanita single sih saya tau – dan mungkin bisa ngasih semangat. Tapi kalo perasaan pria single, nah ini kompleks. Kata teman, kalau dirasakan malam-malam akang semakin terasa sepi, itu tandanya sudah harus memiliki pendamping. He he. Ayo menikah! 😀

    Bener juga nih. Perasaan itu dah terasa sekitar dua bulan terakhir. Dan seminggu terakhir makin menjadi. Ah jangan2 …. 😀

  15. assalamualaikum akhee!
    Menarik sekali cerita cinta antum dimasa lalu kemudian jatuh ke pelukan tarbiyah, sebuah perjalanan hidup yang khas, karena aku sendiri mengalaminya. Cuma ya, godaan wanita itu loh yang silih berganti seperti tak habis2, seakan ingin lari dari mereka tapi ku tak sanggup. Untungnya sudah pada punya buntut jadi urusan beres deh. Cuma terkadang kenangan2 indah itu yang sulit untuk dilupakan, biarlah kenangan itu ada jangan dibunuh tapi tetap tidak bisa dibiarkan liar, sebuah kenangan ahrus dikelola untuk menjadi sebuah energi positif dimasa depan.

    Walaikumussalam akhi.
    Temen ane mengatakan; “lelaki digoda oleh wanita, wanita digoda oleh harta”. Ane sih ga tau maksudnya . Mungkin juga begini “Lelaki ingin wanita yang cantik dan wanita yang cantik ingin lelaki yang kaya.” Ah bercanda. 😀

  16. subhanallah, akh… menarik sekali…
    pernah dulu saya berfikir untuk menceritakan di blog, kisah cinta saya yang bener2 menyakitkan, tapi membuat saya semakin mengerti arti cinta kepada sang Rahman.. tapi saya tidak seberani akhi.
    *soalnya, takut salah ngomong. sekarang mantan n pacar barunya aktif nge-blog juga soale.. he he 😛 *

    hukz… tetap semangat ya, akhi.. 🙂
    tetep semangat juga mencari pendamping terbaik dari Allah… 😀

    ditunggu kelanjutan ceritanya…
    GANBATTENE KUDASAI!!

    Ehm, mungkin juga mantan ane ada yang ngeblog. Kalo ada yang baca sih lebih mungkin. Tapi tak apalah toh mereka sampai sekarang masih baik ama ane. Amat baik malah.

  17. Hmmm …
    Saya tersenyum membaca postingan ini …
    Hi saya datang lagi nih …
    Salam

    Akhirnya datang lagi. 😀 Met tersenyum aja, tapi ngakak lebih OK tuh. 😀

  18. Boss …
    Kali ini aku ngakak … 🙂

    BTW blognya boleh aku link ya di tempat ku …
    mau pilih kategori apa …
    Rock, Dandut, R&B, Nasyid, Classic, Jazz, TOP 41, Evergreen atawa Campursari

    Hehehe ..
    Mariii …

    Nah gitu donk.
    Amat boleh, aku juga dah link.
    Aku suka hampir semua aliran musik. Yang penting asyik. Apa aja dah. 😀

  19. nah itu dia, kang.. soalnya sampai sekarang silaturahmi kami masih amat sangat g sehat.. 😦
    sedih ya, akh?
    *hukz*

    doakan, semoga Allah sudi membantu meluruskan masalah ini suatu saat kelak 🙂
    *optimis*
    dan saya yakin, Allah akan selalu memberikan yang terbaik 😀
    *optimis n yakin bgt*
    amiin… 🙂

    Nah itu tuh yang ga boleh. Alhamdulillah meski kaka sering putus tapi hubungan kita ga lantas langsung jelek tuh hubungan (apa ini pendapat aku aja ya?).
    Adik, kaka doakan moga yang terbaiklah yang kan kau dapatkan.
    Optimis selalu okey! 🙂

  20. hem
    bukannya akhwat tuh byk ?
    yg masi muda2, angkatan kul.03-04 byk yg dah bergelagat siap nikah
    lah yg dr angkatan sekitar 00 (ke atas) bahkan ms ada, banyak…(ni kasus d lingkunanq)

    bukannya ikhwan tu tinggal milih?
    bukannya ikhwan g perlu bingung?
    aneh.

    btw,
    bagus endingnya.
    “kujatuhkan diriq di pelukan tarbiyah”
    brasa sejuk gitu, adem…

    NB:biqin aja novelnya, kang. ga usah gengsi tinggi2 lah.. g seMENGGEBRAK kang Abik juga gpp tho:9

    Yup memang, akhwat itu banyak. Tapi bukan berarti mudah mendapatkannya. Mendapatkan yang terbaik untuk kita tentunya.

    Yup, ikhwan memang tinggal milih. Termasuk kaka. Tapi justru kaka belum menemukan pilihan yang ngena di hati. Inilah masalahnya. Sementara kaka inginnya menikah sekali saja. Bukan berarti anti poligami, tapi kaka sepertinya belum mampu kalo harus berpikir ke arah situ. Karena itulah kaka ingin mendapatkan orang yang tepat, yang membuat kaka benar2 puas. Da tak perlu berpikir ganti atau nambah. 😀

    Soal endingnya, ya begitulah ceritanya. Tapi kaka sendiri belum menjiwai karakter mutarobbi yang baik. Masih berusaha dengan baik.

    Kalo soal novel, kaka masih sibuk. Selain kuli di perusahaan orang lain, kaka ama temen2 juga merintis usaha jualan mie. Kalo dah punya istri mungkin aja bisa nyempetin jadi penulis. Mohon doanya aja ya! 😀

  21. Waduh…okeh emen. pripun kabare saiki mas? apik-apik wae? Selamat berjuang

    Wah, ora mudeng nih mas. Tapi ora opo-opo. Kabare koe apik-apik wae. Matur nuhun koncoku. 😀

  22. Semoga Istiqomah Akh

    Amin!

  23. kalau bisa jangan menengok masa lalu trus berjalan yang lurus demi masa depan nan cerah….. mungkin itu semua hanya cinta monyet,walaupun ente udah berumur 45 thn…he…he..he (bcanda lho),ikuti kata hati untuk meminang seseorang gadis.

    45 tahun … bagi dua deh trus tambahin dikit. 🙂

  24. saya jadi teringat dengan masa2 yang sudah lama berlalu… masa2 sma2 maksudnya… terus berjuang akhi…semoga akhi dapat jodoh yang “kaya”… kaya iman, kaya ilmu, dan kaya hati… amin. doakan saya juga akhi

    Amin. Akhi, setiap kita memiliki peluang untuk baik dan untuk tidak baik. Kita gunakan akal dan hati untuk memilih yang terbaik. Kita saling doakan moga selalu semangat memperbaiki diri setiap hari. 🙂

  25. ah, tidak menarik, biasa aja tuh… aku nggak suka
    apa yang kayak gini ni baik? kenapa pada positif gini sih postingannya? membosankan

    kalo aku sih, aku gampar sekalian tuh anda… seperti yang dulu pernah kulakukan pada beberapa playboy yang mempermainkan teman-temanku..

    HAJAR ABIS!! senangnya… sayang sekarang sudah punya anak, gak ada pelampiasan kecuali sandsak (yang mahal so nggak kebeli deh)

    Wah, saya salut dengan semangat ibu. Semangat terus ya bu tuk perbaiki diri kita 🙂

  26. Salam Kenal Semua..

  27. Wah bagus ni ceritanya. Q jg ada cerita ni tp tentang petualangan alam. yg ma tukeran link knjungi aja blog q.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: