Oleh: achoey sang khilaf | Maret 25, 2008

Mungkin Karena Ini Akhwat Itu Pergi (Tamat)

Beginilah awal cerita yang membuatku bersikap seperti ini.

Ketika aku memutuskan tuk tak lagi berpetualang pada cinta semu yang menjenuhkan. Lantas aku mencoba menghampiri halaqah kesejukan. Semangatku saat itu begitu membara. Memburu setiap jengkal raga yang teraliri aliran darah perubahan. Semangat yang tak terimbangi ilmu mungkin yang saat itu kurasakan. Dan aku pun memutuskan tuk segera menyempurnakan separuh agamaku dengan menghadirkan kembali satu tulang rusukku yang sempat hilang itu.

Sosok sahabat merekomendasikan satu nama. Lantas diapun mendeskripsikan keindahan ahlaqnya yang membuatku terperosok pada halusinasi keindahan mengayuh bahtera bersamanya. Aku nyaris tak peduli terhadap hal-hal fisik tentangnya, yang memang bagiku keindahan ahlaqnya cukup untuk menutupi kekurangan fisiknya. Memang saat itu sedikit goyah. Bisikan-bisikan yang menyesatkan tak henti-hentinya mengisi ruang-ruang hampa.

“Kecantikan fisik jangan kau kesampingkan”
“Jangan sampai kau menyesal karena keputusanmu itu”
“Kau masih rapuh dan kelak kau akan tergoda dengan yang lebih cantik”
“Jangan membeli kucing dalam karung”

Itulah bisikan-bisikan yang membuatku nyaris ragu. Tapi aku maju terus. Aku tak perlu melihat wajahnya, aku sudah cukup siap dan aku harus segera melamarnya. Tapi sebelum itu aku kan mendeskripsikan diriku padanya. Tanpa harus aku bertemu dengannya. Kan kuceritakan bahwa aku bukanlah lelaki yang baik. Aku memiliki masa kelam dan mungkin saat ini pun belum benar-benar berakhir. Aku lelaki rapuh yang ingin belajar dari akhwat itu bagaimana cara terbaik untuk mencintai-Nya.

Hari-hari pun terus berganti. Sering waktu aku coba jelaskan siapa diriku. Termasuk tentang sisi kelam petualanganku akan cinta yang semu. Tentang kedangkalan ilmu agamaku. Tentang kejelekan ahlaqku. Tentang satu-satunya kekuranganku, yakni tak memiliki kelebihan. Nyaris tak ada kebaikan yang bisa kuceritakan padanya. Dan makin lama maka semestinya dia makin mengenal diriku. Ya tanpa harus bertemu.

Akhwat itu pernah bertanya, kenapa aku menyampaikan segala sisi jelekku padanya. Lalu aku jelaskan padanya bahwa kulakukan itu agar ketika dia memutuskan tuk menerima lamaranku kelak maka dia telah benar-benar siap. Siap menerima lelaki yang rapuh dan tak memiliki kelebihan yang bisa dibanggakan.

Lalu dia melakukan suatu upaya untuk benar-benar meyakinkan dirinya. Dia meminta pendapat tiga sosok kenalannya yang kebetulan sedikit megenalku. Dari tiga sosok, hanya satu sosok yang mengatakan bahwa aku adalah sosok lelaki yang memiliki keinginan tuk memperbaiki diri. Sedangkan sosok yang lain mengatakan bahwa aku lelaki yang senantiasa dikelilingi oleh mahluk yang bernama perempuan. Aku tahu pendapat tiga sosok itu karena akhwat tersebut menceritakannya padaku.

“Lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik. Jika kakak ingin mendapatkan yang terbaik maka kakak harus menjadi yang terbaik. Afwan ya kak!”

Kata-kata akhwat itu nyaris membuatku terpuruk. Hingga aku mengerti bahwa “Mungkin Karena Ini Akhwat Itu Pergi.”

Catatan:

Cerita di atas adalah kisah nyata penulis. Cerita di atas sudah dalam bentuk penyederhanaan. Cerita ini yang membuat penulis terpacu untuk terus memperbaiki diri. Tapi cerita ini pula yang membuat penulis makin mengerti bahwa setiap kita memiliki celah kelemahan. Lamanya tarbiyah belum tentu menjamin kejernihan hati. Tapi bagaimana jadinya jika kita tak mengenal tarbiyah, bagaimana nasib hati kita. Dia juga manusia. Kita juga manusia. Terus menerus memperbaiki diri adalah tugas kita. Menyatakan diri telah baik dan lantas menyepelekan orang lain itulah yang harus kita hindari. Maka marilah kita tuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran!”
Afwan jika cerita ini diambil dari satu sisi. Dan jika akhwat tersebut merasa keberatan, mungkin nanti ada tulisan bantahan. Yang pasti maret ini kita tidak jadi. Dan kita telah saling mengikhlaskan. Jadi tetap semangat! 😀
Iklan

Responses

  1. >> wah, be the first, ne jarang2
    apa yang lain belom di moderasi aja? 😛

    akhi…
    kuncinya emang keikhlasan… insya Allah akhi akan mendapat yang lebih baik lagi…

    g nyalahin akhwat itu juga. bukan berarti dia sok lebih paham agama daripada akhi. tapi mungkin sekarang menurut dia, akhi belum begitu siap meng-imami dia. karena wanita memang benar-benar butuh suami yang akidah agamanya lebih baik dari dirinya… 🙂

    sabar ya, akh.. bidadari itu pasti akan datang
    siapapun akhwat itu
    pasti yang terbaik

    dan satu lagi, bukan istri yang membimbing, tapi suami. karena memang begitulaah takdirnya 🙂
    istri meneguhkan jihad suami 😀
    *sok tahu gitu deh…*
    he he 😆

    GANBATTENE!!
    eh iya, akhi saya masukin sebagai sahabat gpp, ya? ijin…

    Yup, begitulah ceritanya. Kadang ada yang merasa angkuh karena telah merasa baik. Kadang ada orang yang minder karena merasa belum baik. Kalo boleh milih maka saya pilih yang kedua.

    Ya kita kan dah jadi sahabat ukht. 🙂

  2. sisi kelam tidak kan selamanya disesali
    bahkan dia yang kan menjadi pemicu hati
    syukur pelajaran itu ada pada akhi
    karna ku belum pernah bermain hati
    namun semakin dalamnya aku buta
    semakin rapuh hati berjalan
    karena diri ni bukan malaekat
    namun diri manusia akhir zaman
    yang berusaha untuk baik
    dalam buaian dakwah
    dalam sejuknya istana halaqoh
    dalam indanya tali ukhuwah

    Indah nian rangkaian kata yang kau tuliskan. Semoga bijak katamu sebijak hatimu ukhti. Syukron ya! 🙂

  3. Tetap Ikhtiar Choey …
    Someday …
    Someday …
    The Princess will come … right in front of your door … !!!

    Aku berdoa untuk Achoey … !!!(*ini serius.com*)

    Yup tetep berdoa dan berikhtiar. 🙂

  4. Optimis & Pantang Menyerah…
    Tetap Berdoa & Berusaha…
    Insya Allah…

    Yup tetep semangat!

  5. hanya sebuah keberhasilan yang tertunda,…
    semangat saudaraku,…

    Siap Bos. 😀

  6. hanya sebuah keberhasilan yang tertunda,…
    semangat saudaraku,…

    Siap Bos. 😀

  7. wah satu pengalaman yang sama…
    tetap semangat,,,,

    Akhirnya dapet temen senasib. Semangat, Siap Bos. 😀

  8. hanyah bisa berkatah: semangatlah….

    Siap Bos. 😀

  9. jangan putus asa ya. tetap usaha, ikhtiar dan sabar.

    Insyaallah. Makasih nasihatnya 😀

  10. innallahu ma`as shabirin

    Wah pinter juga ya Kang Hangga. 🙂

  11. “Lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik. Jika kakak ingin mendapatkan yang terbaik maka kakak harus menjadi yang terbaik. Afwan ya kak!” dalem banget hiks

    Ehm, yang baik aku apa dia ya? 🙂

  12. keberhasilan yang tertunda..
    itu adalah awal dari kesuksesan….ayoo maju…
    *kayak perang aja*

    Maju terus pantang mundur. Thx ya bro. 🙂

  13. sabar..sabar…
    jangan putus asa..
    yakin se-yakin2nya, klo emang itu yg terbaik yg telah Allah swt berikan utk kita.. arti nya, akhwat itu bukan yg terbaik, ada yg lebih baik lagi yg bakalan menjadi jodoh..

    yang penting tetep semangat dengan usaha dan doa..
    insyaAllah..

    Yup setuju. Akhwat itu bukan yang terbaik untukku. Untung aku tau. Weleh2. 😀

  14. *keduluan presty n teh muti yang komen panjaaaaaaang banget*
    “Lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik. Jika kakak ingin mendapatkan yang terbaik maka kakak harus menjadi yang terbaik. Afwan ya kak!”
    *dalem*
    *nusuk*
    *gubraks*
    Sabar ya 🙂

    Ah ga segitunya kali. Bunda berarti pendukung dia. Awas! 😦

  15. assalamualaikum

    Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)

    Q.S An-Nuur : 24 😉

    sabar saudaraku 😉

    Nah dari situ ada dua kemungkinan. Aku atau dia yang ga baik. Tapi aku ngalah aja deh, aku yang belum baik. 🙂

  16. Wah kang, jgn patah arang, mungkin ALLAH SWT lebih tau mana yang terbaik buat akang…
    sayah juga sampai skr masih berusaha mencari… kita sama2 mendoakan

    Allah Maha Tahu. Yup itu benar. Jadi kita emang harus saling mendoakan nih Kang. 🙂

  17. Bunda Menik rese’ banget tuh…!!!
    Hapus aja komennya kang, tapi jangan bilang-bilang ya…

    Iya ya. Tapi gitu2 juga tetep Bundaku lho. 😀

  18. Aku tadi mau kasi komen apa ya???
    Jadi lupa deh…

    Tulalit 😀

  19. o iya, aku ingat.
    itu hanya kesuksesan yang tertunda kang, tetep semangat ya…
    *halah, niru komen orang*

    Tuh kan koment pake nyontek dulu. Tapi gpp deh. 😀

  20. ah..pantesan aku dapat suami yg baik *gigling

    itu yg membisikan,banyak amat heehe

    Ehm yang ngaku baik. Tapi emang harus PD. 😀

  21. kunjungan balik..
    sabbar aja bosss….
    mungkin tu awal dari kesuksesan kamu….

    Yup, thx Bos! 🙂

  22. terus berusaha untuk memperbaiki diri dan jangan putus asa. Tetap semangat ya..

    Yup. Terus berusaha memperbaiki diri. Tapi harus lillahi taala. Karena Allah semata. OK! 🙂

  23. tapi menurutku ini sebuah pembelajaran…mungkin suatu saat akan dapat yg lebih baik lagi… Amin

    Yup setuju. Sebuah pembelajaran tuk dapatkan yang terbaik. Itung2 kusus gitu lho. 🙂

  24. Rhyzq juga rese tuh Kang.
    Jitak aja !!! 😆

    Duh kok jadi marahan di blog bagus ini sih. Sana di lapangan bola aja tuh! 😀

  25. Semangat!!!

    Semangat 45. 😀

  26. sabar saudaraku jangan pernah putus asa dan patah semangat untuk mendapatkan sesuatu,karna untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan tidaklah mudah butuh proses!!! ada beberapa kata kunci “tetap iktiar” tetap sabar” “tetap ikhlas” dan “tetap berdo’a”. insyaAllah. Nasib kita sama saudaraku! tetap berjuang…..

    Jadi kuncinya ada empat ya Kang.
    1. Ikhtiar
    2. Sabar
    3. Ikhlas
    4. Berdoa
    Nah yang kelima apa?
    5. Berhasil, hore ….. 😀

  27. Uuhhh….. tetap semangat lah, perempuan di dunia ini kan katanya jumlahnya dua kali lipat para lelaki. Jadi pasti dapat… heehee

    Pasti dapet, bener nih?
    Asyik kalo gitu. Hore2 😀

  28. Perempuan emang banyak bozzz tapi yang usia produktif berimbang ama lakinya

    Wah yang pasti banyak atau sedikit kita dah punya jodoh. Dah ada stoknya. 😀

  29. Seandainya aku dengannya, indahnya bagaipun, ah andai saja…ah sudahlah.
    SAVE OUR FORESTS

    bingung bacanya. 😀

  30. pertama baca tulisan si mas… jah.. ternyata ini sekuel (balik lagi baca y pertama)

    keduax baca… kok,jadi nangkep aroma (halah) ketidak- pede-an.

    Menurut aku orang baik itu bukan orang yang gak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang melakukan kesalahan dan bertekad untuk memperbaikinya dan tidak mengulanginya lagi. Mertua Nabi Muhammad SAW aja pernah membunuh hidup-hidup anaknya sendiri. Tapi setelah dia bergerak dari titik baliknya: stempel ahli surga diterima beliau.

    jadi jangan ga pede gitu bos.

    @kucing keren (nyang koment diatas aku)
    bener bro, jumlah perempuan jauh lebih banyak, yang jadi masalah itu perempuan baik-baik yang akan dinikahi bos :mrgreen:

    PS: salam kenal .. halah (ujungnya OOT)

    Sebuah motivasi yang membangkitkan energi. Tapi percayalah, aku ga seterpuruk seperti yang temen2 blogger bayangkan. Aku kuat da yakinku jodoh itu dah ada. Mungkin si A, si B, si C sampai si Z. 😀

    Salam kenal juga ya!

  31. jika Dia memberimu cobaan…
    artinya Dia sedang berbicara padamu tentang kesabaran…

    so, be patient ya akhi…

    Sukron ukhti. Yup yup. 🙂

  32. Jika sudah saatnya, insya Allah akan segera dipertemukan. Mungkin saat-saat ini kita (kita?? hehe) memang belum dipertemukan dengan tulang rusuk yang satu lagi karena belum saatnya – harus terus banyak belajar dan memperbaiki diri.

    Semangat berubah menuju ke yang lebih baik!
    Semoga terus istiqomah ya, Kang! 😀

    Yup, tetap semangat melakukan perbaikan. Agar dapat dicintai-Nya. 🙂

  33. Insya Allah kita semua bisa mengambil hikmah ya
    istiqomah terus ya kang

    ALhamdulillah kalo ada hikmahnya. 🙂

  34. @ Rhyzq
    Asyik gw dibelain Kang Achoey 😛
    *melet ke Rhyzq*
    Makasih ya Kang 🙂
    Ayo, kita maen bola lagi 😀

    Siapa yang belain Bunda.
    Bunda jahat.
    *hiks hiks* 😦

  35. assalamu alaikum…
    hhmm… ikut2an mo nambah nyemangatin akh achoey….
    he he…

    hukz, saya baru nolak satu cowo akh…
    *sok laku gitu… :P*
    *sombong*
    bukan karena apa2, tapi karena presty belom yakin aja ma dia.. g yakin presty dah siap juga.. hu hu

    akh, ini kesempatan dari Allah. mungkin Allah masih memberi kesempatan untuk kita memperbaiki diri, supaya dapet jodoh yang lebih baik lagi (dari yang nolak kita atau yang kita tolak.. he he 😀 )
    klo kita ikhlas n terus memperbaiki diri, pasti Allah akan memberi yang lebih baik buat qt 🙂
    *haduh… jadi sok bijak gini *

    semangat, akh!!
    😀

    Waalaikumussalam Ukhti
    Kita berhak milih maka kita juga harus ikhlas ditolak.
    Begitulah sampai akhirnya kita memutuskan untuk menetapkan pilihan.
    Lalu menikahlah.
    Menikah merengkuh ibadah merangkai dakwah.
    Betapa indah.

    😀

  36. assalamu alaikum lagi… 🙂
    *datang lagi si pengacau*
    he he

    akhi, comment saya yang sama dihapus aja ya 😛

    btw, yupz.. menikahlah dalam rengkuhan cinta Allah
    dalam cinta yang membuat kita dan pasangan kita semakin mencintai dan dicintai Allah 🙂

    hukz… siapa juga y kelak ikhwan yang akan Allah pilihkan untuk membimbing saya yang masih harus belajar banyak ini… 😀

    Lho ko ngaku si pengacau? 🙂
    Udah di hapus tuh.
    Menikah untuk mendapatkan Cinta-Nya.
    Moga saja!

  37. hiya..yg komen akhwatakhwat semua tuh Bang… smoga segera di bukakan pintu utknya bang..

    Ah kata siapa akhwat semua. Fauzan kan cowo. 😀

  38. saluuut dik!
    sampeyan itu sebenarnya orang baik…
    lha jelas sampeyan selalu berendah hati
    dan yang terpenting senantiasa beritikad untuk membenahi diri
    yakinlah bahwa peristiwa ini hanya akan membawa anda untuk mendapatkan idaman yang jauh lebih baik dan terbaik untuk anda…

    salam persahabatan dik!

    nuwun,

    Salam persahabatan juga kak.
    Terima kasih atas prasangka baiknya. Meski itu terlalu berlebihan buat saya.
    Yup, yakin kita kan diberikan yang lebih baik. Amin! 🙂

  39. Akh achoey….
    Antum bingung karena bingung dia…. ane bingung karena ga mudeng…. mungkin ane masih kecil kaleeee…..
    *masa bodoh… tau ah…*

    Ah ane jadi tambah bingung ukhti. 😀

  40. pinter tapi gak bijak
    kan sama aja boong kang.. 😦

    Setuju Kang. 😀

  41. Laki-laki harus punya fighting spirit (semangat juang). Dan hal itu yang harus ia ajarkan pada anak-anaknya kelak.

    Wah saya belum punya anak tuh. Mungkin karena belum punya fighting spirit kali ya. 🙂

  42. Walaaah….”jail”nya udah berkali2, tapi ditolaknya baru sekali…ya wajar2 aja, atuh ;)Tetap semangat, tapi kalo saya seh tetep jalan yg terbaik minta “dicariin” ibu deh…karena doa seorang ibu tuh kuat, dan “mata” ibu itu “mata” sumber kebaikan 🙂

    Iya nih, mungkin karma. Nah jadi keingetan. Postingan berikutnya mengenai karma cinta deh. 😀

  43. JODOH, its just the matter of time 🙂
    Kitu panginten, Semoga Alloh berikan yang terbaik saja buat si Akang yang satu ini. Amin ya Rabb

    leres pisan geulis. amin. nuhun nya neng nenyok. 🙂

  44. berkacalah dimalam hari yang sunyi dan ditemani oleh rintikan air mata, sujudlah kepadanya dan mintalah petunjuk atasnya. Allah tak akan menyesatkan umatnya

    Bijak banget nih. Jarang2. 🙂

  45. wah? posting berikutnya mengenai karma cinta?
    wew…. nungguin aaah….
    he he
    🙂

    btw, iya ya? kok saya bisa ngaku klo saya pengacau ya?
    he he
    GPP lah, sekali2 narsisnya lagi tobat
    😛

    “Sebuah Karma Berbuah Hikmah Nan Indah”
    Insyaallah ini judulnya.
    Tetaplah di jalan narsis! 😀

  46. sabar….
    mungkin akhwat itu bukanlah bidadari antum

    ana suka dengan kata-kata tentang halaqoh tadi…
    ya….pertemuan di atmosfer penuh cinta

    tetap semangat memperbaiki diri 🙂
    karena memang sebaiknya manusia selalu begitu

    jangan menyerah cari “bidadarinya”
    banyak doa aja pada Sang Kekasih…
    agar nanti Dia memberikan pada antum kekasoh terbaik-Nya,amien 😀

    La Tahzan….

    Indahnya berbagi bijak. Syukron ya ukhti. Tetaplah di jalan itu! 🙂

  47. Oh , kalo gitu NEXT! :mrgreen:

    OK Bos!

  48. semangat…semangat..!!!

    Sama2. Semangat2! 🙂

  49. Yup.. cerita yang menarik mas, walau sampean cerita bahwa sampean pernah berkubang dalam hitamnya kehidupan, tapi nyatanya Selamat! hanya sedikit orang yang berhasil melewati garis keikhlasan, dan anda bagian dari pemenang! belum tentu akhwat dan ikhwan juga berjuta alumni tarbiyah yang kini tersebar mampu melewatinya..

    Walaupun al-ashlu baqooun, bukankah man jadda wajada?

    Semangat n ma’annajah! 🙂

    Syukron Mas. Saya cuma sosok dhoif & jahil yang lagi belajar. Mohon sharingnya selalu! 🙂

  50. Makasih ya udah kunjungi blogku. Memang kita harus terus perbaiki diri agar selalu tampak indah dalam sikap dan amanah dalam tindakan. sy masih harus banyak belajar bagaimana menata hati.

    Sama2. Saya juga lagi belajar. 🙂

  51. bukan mudah mencari insan yang boleh menerima kekurangan diri. ramai yang membutuhkan kelebihan. Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik dan sebaliknya.
    Doa, usaha, tawakkal. Mesti akan jumpa the right person. someone who can share everything and accept the lack of ourself..becoz of lots thing we can’t see. But Allah always know which one and who is better than her..

    dun give up bro…

    Peace from Malaysia.
    Salam Perkenalan

    Salam saudara.
    Btw, mana URL nya?

  52. […] Mungkin Karena Ini Akhwat Itu Pergi (Tamat) […]

  53. Kang,dari sekian banyak akhwat yang c0men,masa ga ada yg nyantol,,
    semua yg c0men berati doa kan,m0ga2 segera terwujud,,amin

    mungkin yang ini bisa. Ntar liat2 dulu ya. 😀

  54. ehm….
    jadi kek sinetron 🙂

    Ah masa? 😀

  55. tetap semangat akh…
    yakinlah Allah akan mempersiapkan pilihan yang terbaik untuk antum. terkadang kita merasa segala sesuatunya ingin sesuai dengan yang kita harapkan. tanpa pernah menyelami ke dasar hati kita untuk lebih tahu apa yang Allah inginkan. yakinlah ini semua skenario yang Allah buat untuk antum. jangan pernah menyesali, karena di setiap kejadian yang kita hadapi ada banyak hikmah yang bisa kita ambil, dan ini pula bukti sayang Allah kepada antum, karena bisa jadi Ia ingin menguji menguji sejauh mana kesabaran, keistiqomahan serta keikhlasan antum untuk bisa menerima setiap takdir yang Allah putuskan untuk antum.
    tetap semangat ya…jangan pernah berhenti untuk memperbaiki diri, insya Allah “Aisyah” yang lain sedang menanti antum. sambut kedatangannya dengan penuh keikhlasan.

    Subhanallah. Sangat medalam dan menyejukkan. Semoga saja 🙂

  56. sama bgt ya sama pengalaman aku sekarang ini,aku menyenangi seorang akhwat,tpi yang namanya akhwat ntu emang tidak sembarangn tux cari seorang cwo,

    Ya, ita juga sebagai ikwan jangan sembarangan nyari akhwat! 🙂

  57. wah hebat amat kisahnya ya! tapi sabar azaa ya akh ditolak itu kan belum tentu diterima iya kan!
    yuk berdoa kayak nabi zakaria, yang senantiasa berdoa dan belum pernah kecewa. wah nyambung gak neeh

    Nyambung. Tenang aja :

  58. Ya…semua telah kasih komen, bagus semua penuh doa dan harapan. Selama kita udah ikhtiar dan ikhlas ga ada yg rugi. Manusia yang hanya bisa melihat dengan mata biasa akan menilai segala sesuatu berdasarkan pandangan matanya, ttp yg melihat dengan mata hati, hatinyapun ikut bicara. Segala sesuatu baik dan buruh ditentukan pada akhir sebuah perjalanan, bukan saat sekarang. Semua bisa berubah….

  59. Yuhu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: