Oleh: achoey sang khilaf | April 21, 2008

Keperawanan yang Rawan

Tadi pagi aku nonton Cerita Pagi di salah satu stasiun TV swasta. Temanya adalah mengenai keperawanan yang dkomersialkan. Miris melihatnya, dan ini adalah kenyataan yang terjadi. Bahkan Anda mungkin mengetahuinya dengan pasti, bahwa keperawanan di jaman ini amatlah rawan. Dan alasannya tentu berbeda-beda. Tapi yang pasti, kurang iman, itulah salah satu jawabannya.

Saat kelas 2 (dua) SMA dulu kami mencoba mendata 5 siswi baru tercantik di sekolah kami. Dengan target, tiap orang dari kami harus mendapatkan salah satu dari mereka tuk dijadikan pacar. Dan disitu terungkaplah satu dari lima gadis yang masuk ominasi sudah tidak perawan lagi. Pergaulan bebaslah yang membuatnya melepas keperawan untuk sang kekasih pujaan, “atas nama cinta”.

Saat ku kuliah semester tiga, ada beberapa mahasiswi baru yang mencoba memikat hatiku (maklum saat itu aku panitia OSPEK). Dua diantara mereka saling mengenal. Dan yang mengejutkan, di tempat terpisah mereka saling membuka aib satu sama lain. Si A mengatakan bahwa si B sudah tidak perawan lagi dan si B pun mengatakan hal yang sama tentang si A. Dan penyebabnya terungkap, diserahkan “atas nama cinta” pada pacarnya.

Dalam perjalanan petualangan, aku menemukan beberapa gadis yang dengan mudah bersedia memasrahkan kegadisannya padaku. Untung saja aku bukan termasuk lelaki yang tak menghargai ibu dan saudarinya sendiri. Ketika hampir saja itu terjadi, ku kembali teringat bahwa perbuatan itu amatlah dosa. Tapi, seberapa kuatkah iman kita tuk tak melakukannya?

Dengan memahami betul keadaan di sekitar, maka alangkah wajar jika aku begitu ketat terhadap satu-satunya adik perempuanku. Dia tidak boleh kuliah jika tidak di kampus yang diasramakan. Aku mungkin terlalu otoriter, tapi toh dengan itu alhamdulillah adikku selamat dari jeratan “cinta semu”. Dia kuliah di Kebidanan dan sekarang sudah menjadi Bidan Desa. Sudah menikah pula.

Beberapa kasus yang sama berlatar belakang berbeda. Keperawanan di jual demi beberapa lembar rupiah. Ada yang menjualnya Rp. 15.000.000 dan ini masih sangatlah murah jika dibandingkan dengan kegelisahan bathin yang pasti kan dirasakannya. Dia pasti kan merasa kecewa dan sedih. Setiap kali dia melupakannya, maka kegelisahan itu hanya pergi sesaat. Rasa takut akan kesulitan mencari lelaki yang tulus mau menikahinya selalu menghantui keseharian. Alhasil, operasi selaput dara pun dilakukannya. Dan biaya operasi tersebut lumayan besar. Dan jika mereka putus asa, maka mereka kan makin terjatuh pada lumpur dosa, kubangan yang menjijikan. Dan jangn biarkan ini terjadi. Sebagai lelaki, mencoba bijaklah!

Pernah ada gadis yang bertanya padaku, jika kelak istriku ternyata tidak perawan, apa yang kan kulakukan. Jujur, ini pertanyaan yang sungguh berat tuk dijawab. Aku katakan pada gadis tersebut kurang lebih seperti ini.

“Aku kan memintanya untuk jujur saat sebelum pernikahan itu terjadi. Karena kejujuran amatlah penting. Bisa saja selaput daranya robek karena sesuatu yang bukan disebabkan oleh prilaku tak senonoh.”

“Jika ternyata karena pergaulan bebas atau zina?” Tanya gadis itu lagi.

“Aku kan lihat seberapa besar dia menyesali perbuatannya dan bersungguh-sungguh telah bertobat.  Aku juga kan melihat seperti apa dia sekarang. Alangkah tidak bijak jika kita hanya menjadikan masa lalu sebagai patokan.”

“Jadi, kaka kan menikahinya?” Gadis itu bertanaya kembali.

“Adik, berat memang tuk memastikan kaka kan menikahinya atau tidak. Tapi jika hati kaka dah cenderung kepadanya dan jika memang kami berjodoh. Kenapa tidak.”

Untuk para perempuan, tolong jangan pernah terjebak pada halusinasi cinta yang semu. Jangan dengan mudah merebahkan dirimua “atas nama cinta” pada lelaki tanpa ikatan pernikahan. Jangan kau buat awal kegelisahan karena kau belum tentu mampu mengakhirinya. Please!

Untuk para lelaki, tolong jangan kau rusak masa depan para perempuan. Biarkan mereka menjadi Kartini-Kartini masa kini yang mampu menggapai kegemilangan masa depannya. Pikirkanlah Ibu dan saudari kita. Relakah jika mereka “rusak”? Yuk mari kita jaga agar bunga tak layu sebelum berkembang.

Untuk diriku, moga aku mampu meredam gejolak kelaki-lakianku. Hingga waktunya tiba, dan terangkailah kisah indah malam pertama yang mempesona.

Iklan

Responses

  1. pertamaxxxxxxxxx

    Dasar Hangga 😀

  2. pertamaaaxxxxx!!!!
    *siul siul*
    *nyuekin comment hangga*

    Keduax lho 🙂

  3. Saya takut membaca tulisan ini… merinding dan berkeringat dingin rasanya tubuh saya, mahkota itu terjual?

    Salut juga buatmu 🙂

  4. ini jg tuk diriku ya kang?
    smoga diriku juga mampu meredam hingga waktunya tiba.
    smoga istriku kelak hanya diriku yg merobek mahkotanya
    amienn…

    Amin 🙂

  5. sebenernya, keperawanan itu sendiri sebatas mana, akh?
    apakah hanya sebatas robeknya selaput dara?
    klo semua zina dah terlakukan tapi masih perawan gmana?
    *ge ge ge 😀 beraaatt…. *

    Itu bahaya juga! 🙂

  6. @mbak prety:
    ga papa nyuekin diriku tp jangan ngacak2 blog kang achoey ya … 😈

    Peace donk! 😀

  7. temenq berusaha bertobat dg berislam.
    ia mengikuti proses (walo susah untuk dinaikkan mjd kader haroki…)
    ia menyesali perbuatannya.
    ak tau ia pernah khilaf(baca:melepas keperawanannya) dari orang yg dekat dgnya dan memintaq untuk menjaganya.
    pertanyaan2nya sering mbwtq miris…
    “mbak, laki2 baik bwt wanita baik ya?”
    ato lain kali
    “mbak, ada g ikhwan yg mw mnerima qta apa adanya?”
    dan lain2
    ia tidak pernah tau klo ak tau.
    ak tau apa maksud dari pertanyaan2nya…

    Achoey, apa yg kmu tulis ini representasi pendapat sbgn besar laki2 di dunia ini?
    smg iya.
    ————
    “Aku kan lihat seberapa besar dia menyesali perbuatannya dan bersungguh-sungguh telah bertobat. Aku juga kan melihat seperti apa dia sekarang. Alangkah tidak bijak jika kita hanya menjadikan masa lalu sebagai patokan.”

    “Jadi, kaka kan menikahinya?” Gadis itu bertanaya kembali.

    “Adik, berat memang tuk memastikan kaka kan menikahinya atau tidak. Tapi jika hati kaka dah cenderung kepadanya dan jika memang kami berjodoh. Kenapa tidak.”
    —————————

    krn ak sungguh berharap Alloh menerima taubatnya, dan memberikan kebahagiaan yg ia idamkan di dunia ini…

    Amin Dik 🙂

  8. Maaf, terus gimana kalau keperjakaan saya hilang Choey ?

    Bagus, jujur tuh 🙂

  9. @hangga :
    ngga, s-nya kurang tuh.. presty emang pretty sih..
    *narsis kumat*
    kenapa g boleh ngobrak-abrik blog akh achoey? takut kesaing ya, ngga?
    😆

    *minta maaf ma akh achoey*
    maaph ya, akh.. emang hangga bandel bgt!! 😛

    Duh,dulu Bunda Menik & Ryzky, sekarang Hangga & Prsty
    Lain kali siapa lagi yang bakal marahan di blog bagus ini 😀

  10. kang achoey, tolong tambahin s nya..
    drpd dibilang pitenah :mrgreen:

    Si ….. Hangga , ga mungkin lah 😀

  11. hmmms… keperawanan wanita memang selalu dipermasalahkan… lalu bagaimana dengan “keperawanan” lelaki..?? 😀 *mumpung Hari Kartini* mmm… kalo ada postingan lebih lanjut kang…?? 😉
    Yup, lanjut nih 🙂

  12. banyakin istighfar dan beribadah ajah…. 😛

    Yup 🙂

  13. susah jadi wanita..
    enak pria masih perjaka ato tidak ga bisa dideteksi 😀

    Ah kata siapa? 🙂

  14. Hmmm …
    Topik nya boleh juga nih si Achoey …

    Lanjut 🙂

  15. miris emang liat, tayangan di TV td pagi, yah kembali kepada iman masing2

    Yup 🙂

  16. andai ada selaput jaka ya? hehehe…
    but hey.
    respon kamu soal “kalau calon istri tidak perawan” dan kamu menanggapinya dengan “kalau memang berjodoh dan dia benar2 menyesal”… sukses bikin saya terharu.
    ayo…
    jangan menilai orang lain,
    tapi mencoba jadi manusia yang baik-baik saja…
    toh kita tidak ada yang sempurna kan? 🙂
    nice post ^_^

    Thx 🙂

  17. tugas kita sebagai orangtua lebih berat euy…
    *Achoey, Presty, Hangga, Pepi, KITA ??? Iya… semuanya!!!*
    *ga boleh niruin Ruben Onsu kalo yg beginian!!!* 😦

    Yup Bunda. Jaga anak kita! (loe kali gue engga) 😀

  18. @leah
    konon katanya (berdasarkan artikel dan novel2 yg pernah aku baca), ke”perjakaan” laki2 juga bisa di deteksi lho… tapi aku krg tau gmn caranya…
    *nepuk tangan diatas kepala biar gak mikirin*

    Ah jadi takut nih 😀

  19. nice post kang,,
    memang,, semakin memprihatinkan sajah..

    Hehe, Yup 🙂

  20. wanita..
    🙂

    Hehe 🙂

  21. orang baik hanya untuk orang baik begitupun sebaliknya, dan bukan penzina namanya ketika ia bertaubat dan Allah swt menerimanya.

    Yup 🙂

  22. kejahatan terbesar adalah tidak terdeteksinya seseorang masih perjaka/tidak. hehehe….jangan tersinggung wahai para lelaki.

    jika memang sudah jodoh dan cenderung pada wanita yang sudah tidak perawan, kenapa harus dipermasalahkan? cinta tidak hanya melihat dari sisi keperawanan saja kan?

    Yup. Kita harus bijak! 🙂

  23. waahhh.. virginity?? very personal things. Gak bisa digeneralisasikan. Bayangkan sisa hidup kita hidup dengan masalah seperti ini. Bukankah yang terpenting hidup dengan love, trust, and pride. (berat nih tulisannya)

    Penting juga lho. Jadi baik ce or co harus bisa jaga. 🙂

  24. Sabar.. sabar.
    sepertinya segala sesuatu akan mendatangkan masalah jika dilakukan pada waktu yang tidak tepat.
    Bersabarlah.

    Yup 😀

  25. wah bener tuh.. Zaman sekarang keperawanan dah di jual murah padahal tuh kan jatah suami.. hihihihi…

    belum nikah dah kebobolan duluan.. satu kosong deh jadinya…

    Tuh kan, yang bijak donk 😀

  26. Sama dengan poligami, keperawanan akan selalu menjadi topik yang takkan pernah selesai untuk dibahas. :mrgreen:

    Bagi muslim, zina telah terang hukumnya, haram, beberapa ayat yang berhubungan dengan itu juga disebut. Yang menjadi persoalan adalah saat hukum tersebut yang ternyata banyak juga dimasukkan dalam banyak adat dan budaya, ternyata telah menempatkan proporsi yang tidak seimbang dalam menerapkan punishmentnya.

    Kaum perempuan dikondisikan sebagai terdakwa tunggal untuk dihakimi. Saat kegadisannya hilang, entah atas nama cinta atau perkosaan, wanita tersebut (dan juga keluarganya) telah menjadi objek untuk di anggap rendah, nista, wanita yang buruk, tidak pantas untuk dinikahi. Sebuah label yang hampir tidak pernah menyentuh pihak lelaki yang juga melakukan hal yang sama. Sebab, adat dan budaya telah membuat semacam buffer yang mengeluarkan laki-laki dari tudingan tersebut.

    Denger-denger bahkan Arab Saudi sendiri, tidak memiliki excuse kepada wanita yang menjadi korban perkosaan, mereka tetap mendapat hukuman rajam karena berzina. padahal kejadian itu bukan atas kemauannya sendiri.

    Entahlah, tapi menurutku, keadaan ini telah membuat efek yang mencemaskan, para lelaki menjadi lebih gampang untuk melakukan itu karena toh dia akan tetap terbebas dari dakwaan (ya paling apes disuruh nikahin karena perut si perempuan tekdung duluan)
    sedangkan wanitanya, yang selama ini merasa diperlakukan berat sebelah, represi itu mereka lawan dengan sikap yang sama anehnya: kalau lelaki bisa, kenapa kami engga.

    Tapi terlepas dari itu, sebaiknya tanyakan diri sendiri saat menghadapi pertanyaan kang achoey diatas, apakah aku lebih baik atau ternyata lebih buruk dari dia

    dan yang terakhir.. kenapa komentku bisa sepanjang ini ya?

    Salut deh
    Kita tetep sharing sobat 🙂

  27. amin , kang
    semoga semua laki-laki mendapat hidayah untuk bisa mengontrol hawa nafsunya

    Amin 🙂

  28. nice post 😀

    Thx 🙂

  29. […] Pergaulan bebas, yang menyebabkan terjadinya krisis moral bangsa,, adakah ini cita-cita kartini waktu itu?? […]

  30. Jadi pengen tau mendeteksi ketidak perjakaan pria?

    Jangan ah, ntar kelupaan 😀

  31. *ngelirik komeng mbak Yella*

    Begitulah, ketika keperawanan dipertanyakan, mengapa tidak diungkap masalah keperjakaan. Para perawan menjadi tidak perawan juga karena para perjaka sudah tidak perjaka lagi *halah* koq malah ribet 🙂

    Ajaibnya, keperawaan selalu diburu justru oleh orang yang sudah tidak perjaka lagi hahaha 😆 mereka benar-benar menikmati ketidakperjakaan mereka untuk menikmati keperawanan.

    Betul para pra perjaka tersebut memburu keperawanan dengan cara gak halal. Andai saja watak seperti ini ga ada. Mungkin keperawanan kan lebih terjaga 🙂

  32. Berhubungan dengan post ini, Jangan pernah percaya kepada laki-laki, meskipun dia baik seperti malaikat.

    Percaya setelah sudah benar-benar menikah saja 🙂

    Yup betul. Percaya setelah menikah saja! 🙂

  33. Apakah hymen adalah lambang kesucian?
    saya kok merasa banyak persepsi yang salah dimasyarakat yangf harus diluruskan mengenai keperawanan.

    Coba dik bantu luruskan! 🙂

  34. Astaghfirullah……
    ternyata seperti itu benar-benar terjadi. Maaf jika aku tak bisa berbuat banyak terhadap kasus ini yang mungkin karena aku memang tuli akan hal2 seperti itu. Tapi yang jelas….. mari kita jaga diri dan saudara kita. Agar CINTA tetap bermakna CINTA

    Mari sobat. Mohon doanya! 🙂

  35. 🙂
    kayaknya postingan yang belakangan ini
    temanya berat ya…
    boleh neh ikut ngomenin…
    🙂
    keperawanan ya……
    itu kesucian ya……?
    itu mahkota ya…?
    itu kehormatan ya……?
    semoga semakin banyak yang sadar akan itu…
    karena jaman sekarang itu semua seperti tidak ada harganya lagi bagi kaum muda…
    semoga kita bisa saling menjaga…..
    saling menasehti dan saling mengingatkan…..
    klo dah gitu yang salah sapa?

    hehehe
    pertanyaan aneh.. ya..

    Yang salah yang gak menghargainya. Baik itu co or ce. Lihat aja dah makin anyak yg ga peduli. 🙂

  36. wah mas selamat ya. mg tetap bis amenjaga kehormatan hingga detik-detik menjelang pernikahan. ALhadulilah saya telah menikah dan kami selamat menjaga harga diri sebelum menikah. Lega dan bagga rasanya..

    Saya juga kepengen nikah Kang. Mohon doanya! 🙂

  37. Ass,,,,
    setuju banget TU….
    Perempuan harus lebih pintar menjaga kehormataannya…
    Buat para perempuan,,, Istiqomahhhhhhhhhh

    buat abangnya,,,
    Insya allah,, abang pasti mendapatkan apa yang abang inginkan,,,

    wslm,,,,,,,,

    Amin. Moga kita bisa istiqomah, berat memang. 🙂

  38. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan & kekhilafan
    ga da salahnya khan……!!!! Klo kasih kesmpatan klo mang si wanita tu dah bnar’ tobat…

  39. Assallammualaikum..
    Virginitas adalah bahasan yang agak sensitif bagi sebagian orang, saya sependapat dengan anda.

    Saya juga tidak pernah mempersoalkan keperawanan, kita sebagai lelaki cenderung ego, selalu menuntut gadis perawan. ya..karena sampai sekarang belum pernah ada tuh penelitian manapun yang bisa membuktikan seorang pria itu masih perjaka atau tidak.

    Makanya jangan pacaran…nikah ah…mau dong !

  40. Subhanallah…
    Crita di atas banyak manfaatx.
    Salut deh!!

    Semua yang ada pd wanita memang khusus untuk muhrimx!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: