Oleh: achoey sang khilaf | Mei 26, 2008

ML

ML memang tidak selalu mengenakan, setidaknya untuk ML yang satu ini, sudah Melonjak, Langka pula.

Di pangkalan ojek depan Mie Janda terjadi curhat tak sengaja. Beberapa tukang ojek mengeluhkan tentang semakin sulitnya kehidupan. Saya tahu bahwa saya bukan siapa-siapa. Tapi kebetulan saat itu saya menemani sahabat yang merupakan anggota Tim Sukses Gubernur JABAR terpilih. Jadilah aspirasi rakyat yang sering tak tepublikasikan itu menjadi santapan kami.

“Permasalahannya sekarang bukan hanya melonjak naik, tapi juga langka. Kami mungkin masih berusaha mencoba sabar ketika harga bensin naik dan harga minyak tanah juga naik. Tapi permaslahannya ketika semuanya ternyata juga tak hanya melonjak naik tapi juga langka. Inilah yang membuat kami semakin sulit.”

Begitulah kurang lebih isi curhatan tukang ojek tadi dan saya benar-benar memahami jika tingkat kepercayaan mereka terhadap pemerintah mulai menurun. Toh bukan pemandangan aneh ketika saya berangkat kerja seringkali saya melihat antrian panjang masyarakat di tempat penjualan minyak tanah. Di bawah terik mentari mereka mengantri hanya untuk beberapa liter minyak tanah. Berapa banyak waktu mereka yang harus dihabiskan percuma. Bukankah ini berarti tingkat produktifitas mereka jadi menurun.

Ya sekarang memang tabung dan kompor gas gratis dari pemerintah sudah dibagikan. Tetapi percayakah kata gratis yang saya garis bawahi tadi? Jelas sudah banyak bukti ternyata masih terjadi pungutan, dan semoga saja ini bukan pertanda makin buruknya keadaan negara kita.

Kita memang jangan terjebak pada keadaan mempersulit diri. Jika memang kita sadari bahwa keadaan semakin sulit, maka selayaknya kita meningkatkan kemampuan tuk mengatasi kesulitan tersebut. Kita harus bangkit sebagai pemenang, bukan kalah dan terlindas oleh keadaan. Yakinlah bahwa pasti ada kemudahan dari setiap kesulitan. Dan kita harus percaya pada keadilan Tuhan. Bersabar dan bertawakal tanpa berhenti berikhtiar dengan cara yang terbaik. Terus pupuk semangat bangkit dari keterpurukan dan perbaiki terus kualitas pribadi kita masing-masing. Karena dengan ini kita bisa menjadi Bangsa yang tegar, Bangsa yang berdikari. Percayalah, harapan itu masih ada.

Iklan

Responses

  1. Waktunya berhemat …. yok !!

  2. jadi.. kita mesti gimana Kang?? 😛

  3. Setuju…kita harus BANGKIT dan harus yakin pasti BISA, karena disetiap kesulitan/ kesusahan/ permasalahan pasti ada JALAN KELUAR, buktinya akhir2 ini banyak ditemukan PENEMUAN2 dari masyarakat untuk mensiasati BBM yang melambung tinggi dengan cara2 yang sangat sederhana tapi hasilnya OK. AYO KITA MAJU BERSAMA!!!

  4. wah permainan, bener bener permainan

  5. yup harapan itu masih ada…walaupun g’tau kapan datangnya…ayo bangkit

  6. lalu jadi serba salah…
    spekulan ikut maen di sini ndak ya? 🙄

  7. hobi survei kecil2an ya?,,
    sama donk

  8. jangan pernah berhenti berharap, bersabar dan berdoa
    *jadi ingat ibu penjual oncom tahu yang kadang ga makan*

  9. hemat…
    hemat…

  10. Salam
    “ML memang tidak selalu mengenakan, setidaknya untuk ML yang satu ini, sudah Melonjak, Langka pula.”

    kalo ML selain yang satu ini (yang mengenakan) emang ML yg kayak gimana Kang 😀

    *diciwit*

  11. hoo iya tuh kang… maksudnya sih kalo emang mahal, ya kalo kita berusaha keras n bekerja tambah tambah tambah keras pasti kejangkau juga, walopun sampe nangis2 darah n keringet *hiperbola* … tapi begitu langka huaaaa kesellll banget…. ga bisa ngapa2in soalnya selaen nunggu or ngantri…

  12. kita tetap punya pilihan
    bangkit, bersama harapan,
    membangun bangsa yang berdikari

    dan menikmati mie janda dengan rasa syukur yang dalam

  13. introspeksi…introspeksi…. waktu yg tepat untuk diet…hehe

  14. kita dipaksa pakai bbm karena tidak ada alternatif angkutan umum yang nyaman

  15. mau gimana lagi, keadaan memang sudah begini, tapi bukankah bangsa kita bangsa yang terkenal dengan ketabahandan kepasrahannya

    *sori kang, jarang update blog, blakangan ini lagi banyak kerjaan yg harus diselesaikan trus ke luar kota hehehe, tampak sibuk, yah namanya juga kroco2 kang

    skr baru posting lagi kok

  16. setuju dengan pernyataan mas achoey. kita tak boleh takluk pada keadaan dan harus terus berusaha agar menjadi pemenang. btw, saya heran juga pada kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi kompor gas yang sebenarnya sangat tdak butuhkan oleh mereka yang butuh subsidi. kayaknya negeri ini sebenarnya kaya raya, tapi salah urus. repot!

  17. “bangkit sebagai pemenang”
    Good inspiring word…

  18. Halah, kirain tadi ML apaan. Btw, saya setuju bahwa kita tidak seharusnya menyesali keadaan yang sudah terjadi. Kita mesti menemukan solusi untuk memperingan dampak keadaan yang menekan tersebut.

  19. hope is only we have

  20. yup kita harus bangkit dan terus bangkit 🙂

  21. inilah ujian bagi diri,

  22. benar bung, harus bangkit!!

  23. Mari berfikir dan berbuat untuk mengatasi keadaan, sobat !

  24. ada pungli???
    😦
    😦
    😦

  25. negara ini salah urus bro achoy…. tapi yang penting kita jangan sampai salah urus diri sendiri, juga keluarga. Gak gampang emang jadi bangsa yang maju penuh dengan perjuangan.

  26. iya, hemat aja deh mendingan… gitu aja kok repot :p
    mending tu tukang ojek ganti kendaraan aja om… jadi ojek sepeeda :mrgreen:

  27. Iya nih ngomong2 soal langka, barusan nonton tipi, elpiji langka dimana2, iki piye yo gembar gembor konversi dr minyak tanah ke elpiji tp elpiji ne langka.. *ikutan aspirasi :mrgreen:

  28. ^_^ SETUJU…

    2 Kali Allah menyebut, Di BALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN. Moga kita tidak putus asa dari rahmat dan pertolongan Allah

  29. ko banyak yang nulis ML yah akhir akhir ini… huhuhu

  30. Setuju om, kita bisa jadi bangsa yang tegar hanya dengan terus memperbaiki kualitas diri kita masing-masing..

  31. ass.

    dibalik kesulitan, pasti slalu ada harapan

    BANGKIT NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA

  32. ayooo.. belajar ngiritttt.. hehehehehe

  33. ambil hikmahnya saja. terus ber-SABAR, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan kok. amiiin.

  34. negeri ini emang sedang sakit parah….yaahhh andai kita2 yang kecil ini punya sedikit kepedulian dengan membantu merek yang lebih kecilllyukk kumpulin bantuan2 yang kecil ….mudah2an bisa sedikit mengurangi…..mulai dari yang kecil untuk menjadi besar….semoga…..meratapi dan misuh2in pejabat udah ga ada gunanya…..

  35. setuju, belajar jadi bangsa yang tegar, ngga minta disuapin terus!! hahaha, sotoy bgt saya

  36. ML = Minyak Langka ya hehehe, emang betul kok. Suatu ketika di sebuat koran, pertamina menjamin pasokan LPG lancar, lah di lapangan orang harus keliling2 nyari si LPG yang tiba2 “ngaleungit”

  37. Kang Achoey selalu punya nama unik dalam strategi mendapat pelanggan di dunia bisnis maupun blog…
    luar biasa 🙂

  38. yupz, harapan itu masih ada…
    bangkitkan jiwa hero dalam diri!!

    btw, sebenernya, yang patut disalahkan atas ML-nya BBM ini adalah pihak2 industri yang masih aja nyabotase BBM subsidi…

    ck ck ck..
    *geleng2*

    sukanya membunuh banyak orang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: