Oleh: achoey sang khilaf | Mei 27, 2008

Sebuah Harapan

Sahabat, kulihat kalian masih berpijak tegap. Tegar jiwamu lebih besar dari ragamu yang sebenarnya tak kekar. Di bawah terik mentari yang mengusik kelembaban kulit, masih bisa terhalangi oleh jas almamater yang mulai kucel. Dan kalian masih lantang menyuarakan kebenaran yang kalian yakini. Dari mereka yang tak kuasa mengemukakan aspirasi.

Sahabat, panji-panji berkibar dengan gagahnya. Tak hanya satu warna tapi beragam warna namun satu tuntutan jiwa. Berderap barisan itu menderu memecah sunyi. Lebih keras dari hentakan hampa kaki para politisi gadungan. Dan kelaian semakin merangsek ke depan dan terus ke depan sampai batas terali besi itu yang kalian coba robohkan.

Sahabat, semangat kalian yang membara sangat kami hargai. Dan kami sangat terharu atas apa yang kalian lakukan. Dan kalianlah kaum intelektual yang bisa kami harapkan tuk menyuarakan nurani yang tertindas. Namun kami khawatir semua berjalan melebihi ambang batas. Ketika provokasi menyulutkan emosi. Dan hilanglah kendali atas situasi. Dan tak terbayangkan betapa sedihnya kami ketika melihat pentungan bermain di sana, melihat bebatuan berterbangan di sana, melihat darah bercucuran di sana. Dan kami tidak ingin ini terjadi.

Memang setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Tapi jangan biarkan sesama anak bangsa teradu-domba. Jangan biarkan kobaran api makin merajalela. Jangan biarkan yang bercucuran itu tak hanya peluh dan air mata. Jangan biarkan para musuh negara tercinta ini tertawa berpesta pora. Jangan biarkan pondasi kedamaian terluluh-lantahkan. Jangan biarkan semuanya hilang ditelan kerumunan keramaian tanpa senyuman.

Buat rekan-rekan mahasiswa. Jangan biarkan kemurnian perjuangan ternodai emosi yang mendorong anarkisme. Jangan pernah terpancing dengan mudah. Karena kalian adalah harapan di masa depan. Maka hindarilah kekerasan. Dan biarkan masih ada segurat senyuman, untuk aspirasi yang semoga tersampaikan. Agar ke depan limpahan kekayaan itu termanfaatkan  untuk kesejahteraan rakyat sebesar-besarnya. Bukanah begitu sahabat?

Salam perdamaian dari Sang Khilaf.

Iklan

Responses

  1. Salam
    horee pertamax..

  2. Salam skg giliran commentnya ya 🙂
    Sangat disayangkan juga ya, tak salah jika bereaksi dengan segala ketidaknyamanan dari penguasa negeri tapi plis seperti si Akang bilang toloong damai, damai thats All, ya ga sie, setuju lah ma opininya, btw its very romantic words.
    Salam damai juga

  3. SEandainya pemegang pentungan itu tidak arogan, dan membaca postingan Mas Achoey ini

    seandainya saudara kita yang memakai almamater bisa lebih bijak menyuarakan suara rakyat

    seandainya kita semua bergandeng tangan menuju perubahan yang lebih baik

  4. wah semangat bener!!

  5. yuuppp salam perdamaian :piss:

  6. tau nih mahasiswa… lagi dan lagi bikin stigma negatif… oh puhleaseeeeeeee

  7. iya kasian tuh, pak pulisi juga manusia lo…

  8. sepakat banget, mas achoy. sudah hampir sepekan, kita disuguhi pemandangan yang memilukan. bentrok terbuka antara aparat keamanan dan mahasiswa sudah bener2 memilukan. ada baiknya semua pihak coolling down agar ibu pertiwi tdk terus2an menangis.

  9. Emosi.
    Itulah yang harus dikendalikan 100%, jangan sampai tak terkendali.

    Nurani.
    Inilah yang seharusnya kita suarakan dengan lantang penuh semangat tanpa emosi.

    Peace, kang… 😀

  10. seharusnya tiap mahasiswa berpikiran begini , bravo ..

  11. iya ah malu2in kaum terpelajar kok anarkhis

    sebarin posingannya ke mahasiswa2 itu choey

  12. ternyata tingginya pendidikan ga menjamin dinginnya hati dan rasionalnya otak yah?? 😉

  13. biasalah…
    darah muda 😀

  14. Perdamaian itu mahal harganya.

  15. semogah sahaja mereka tidak ditunggangi kepentingan poltik oposisi…. 😦

  16. jadi inget saat2 jadi mahasiswi,,begitu banyak kenangan,,

  17. kenangan pahit, manis, asem, kaya sayur asem
    ada melinjo pahit, jagung manis, dan buah asem

  18. Aww. Yah banyak mahasiswa yang hanya ingin menampilkan siapa dia. Padahal mereka merusak perjuangan saudara-saudaranya yang lain

  19. yup…
    mahasiswa mesti jauh dari anarki 🙂

  20. waduhhh..ternyata….
    aku masih jadi mahsiswa yang bodoh…
    kadang masih pake emosi tak pake hati yang dingin

  21. aspirasi Yes, Sarkasme No !!

  22. hidup mahasiswa!!

  23. UAS! UAS!
    hiks.. hiks..

  24. Piss!!!
    kaya slank 😆


  25. COBA LIAT SITUS:
    rompaklah-malingsia.blogspot.com

  26. Setuju Banget Choey …

    (Yang jelas tidak pakai bakar ban – merobohkan pagar dan menari-nari ya …)

  27. kang….okta minta maaf yak klo ada salah (iya loh, kek akhir tahun aja) 😉
    yang jelas salam perdamaian….
    *tumben nggak ttg cinta lagi kang*

  28. sebenernya sangat miris liat berita ada polisi ditendang di muka oleh anak muda…
    siapapun itu, entah mahasiswa atau bukan..
    yang jelas, itu bukanlah perilaku manusia 😦

  29. ah katanya agent of change
    mo perubahan macam mana kalo agen perubahan yang seperti itu?
    sungguh terlalu
    *bang roma mode on

  30. seharusnya mereka mengerti, bukan maunya pemerintah kalo harga minyak dunia naik gila2an, malah jadi bikin tambah resah kan kalo kaya gini 😦

  31. abseeennn..
    masih di bengkulu, euy..
    besok baru pulang k solo, dianter sriwijaya..
    🙂

    banyak oleh2 nih..
    tungguin yah..
    *termasuk penyemaran nama baik 👿 *

    😆
    😆
    😆

  32. ayo mahasiswa terus berjuang!!! tapi pake cara yang santun, jangan kayak preman… duh, itu anak UKI ama YAI kok malah tawuran ya? kacau… kacau…

  33. peaces is power

  34. salam untuk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia

    jejak anak anak negeri

  35. Jangan anarkis … itu aja pesan saya, [sok tahu…]

  36. ^_^ SETUJUUUUUU…..!!!
    Jangan anarkis…!!

  37. batu… potongan-potongan kayu… bom molotov… ban bekas…

    itukah senjata terampuh mahasiswa sekarang…?

    yah demo sih demo… tapi ga perlu ada kekerasan kan…? polisi juga gitu sih…

  38. mahasiswa sekarang anarkhis banget…
    sorry…but its true

  39. Aline kedua bawah … duh bagusnya, mendalam. Salam hormat.

  40. Terkadang niat baik, tak selamanya mulus pada prakteknya ya…

  41. kata-kata yang bagus
    enggak menggurui
    tapi sekadar mengingatkan esensi
    dari sebuah perjuangan
    agar tidak keluar dari jalur tujuan 🙂

  42. baru ngeh tulisannya…

    yupz, mahasiswa.. tolonglah..
    kalian adalah manusia2 intelektual…
    jangan sampai intelektualitas kalian dikalahkan oleh keinginan anarkisme…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: