Oleh: achoey sang khilaf | Mei 29, 2008

Gelap Gulita

Kemaren di daerahku mati lampu dari mulai sekitar jam 08.00 s.d. 20.00 WIB. Hari ini pun terjadi hal yang sama. Sekitar jam 10.00 mati lampu dan sekarang baru saja nyala. Jelas warga sekitar merasa dirugikan termasuk beberapa unit usaha yang beroperasi di daerah sini.

Tapi bukan hal itu yang kan saya bahas di sini. Kemaren saya reunian dengan dua guru saya dibidang manajemen Bimbel. UF adalah direktur sebuah Bimbel terbesar di Purwakarta dan MS adalah Direktur sebuah Bimbel termegah di Kota Bogor. Usia UF dan MS sekitar kepala 4 dan pergulatan mereka di dunia per-Bimbel-an sudah belasan bahkan mungkin puluhan tahun lamanya. Sementara saya 3 tahun saja belum. Maka pantas jika saya menganggap mereka adalah guru yang juga jelas sahabat saya.

UF menceritakan tentang adanya orang yang tidak menyukai diri dan keluarga besar Bimbelnya. Dan orang tersebut adalah orang yang dianggap sahabatnya dan orang yang dia bantu dalam hal mengelola Bimbel tersebut yang tersebar di wilayah Barat yakni JABAR, BANTEN, SUMATERA, KALIMANTAN dan tentunya DKI. Perbuatan oknum tersebut sudah dianggap menghina dirinya dan semua perjuangannya. Saya mungkin terlalu polos tuk bisa merasakannya betapa dahsyat sakit hatinya. Dan saya hanya mampu memberikan masukan klise yakni berupa kata “sabar saja!”.

Padahal sebenarnya saya merasakan hal yang hampir sama cuma mungkin tak sedahsyat yang dialamai guru saya tersebut. Ketika ada beberapa rekan kerja saya yang sepertinya (moga saja tidak benar) selalu berusaha mencari kesalahan yang saya lakukan dan berupaya tuk membuat saya menjadi tidak nyaman. Awalnya saya hanya tersenyum dan berusaha menenangkan diri sambil bergumam, “mereka pikir hidup di dunia ini selamanya”.

Kebaikan saya selama ini terhadap “maaf” bawahan (menurut level struktur organisasi perusahaan) memang menghadapkan saya pada sebuah resiko tidak dihargai. Tapi saya selalu berusaha berpikir tuk lebih fokus pada kemajuan perusahaan ketimbang senyum sinis yang sebenarnya betapa mudah ditepis. Apalagi perusahaan ini benar-benar saya rintis sejak mulai selembar kertas dan mereka hanya sosok-sosok pendatang baru yang berusaha jadi pahlawan namun kesiangan. Andai saja saya tidak memikirkan betapa perusahaan ini adalah perusahaan yang memiliki nilai sejarah pengaktualisasikan kemampuan saya, mungkin dengan mudah saya tinggalkan saja dan menikmati suasana baru yang telah datang menghampiri memikat hati. Namun suara sosok itu yang selalu menahan. Sosok itu yang berjuang bersamaku. Dan sosok itu adalah sang pemilik saham.

Ah biarkan saja jika itu yang mereka senangi. Biarkan saja mereka seperti itu hingga keadaan gelap gulita hatinya terterangi. Hingga mereka sadar diri bahwa hidup bukanlah untuk memancing permusuhan melainkan untuk menebarkan kasih sayang demi perdamaian.

Astaghfirullah.

NB: beberapa menit setelah postingan ini terbit, salah satu rekan kerja saya memohon maaf. Tapi percayalah bagi saya mereka tetap sahabat. Dan saya ulurkan tangan tuk menjabat erat dan saya menyatakan bahwa saya senang jikalau dia telah siap bergabung menjadi tim dalam perjuangan yang saya lakukan untuk kemajuan bersama.

Iklan

Responses

  1. Bernasib sama. Huhu…
    Dari tadi pagi seisi kampringku mati lampu semua. Eh tapi untung deh barusan aja nyala…. hihi… 😀

  2. *ketauan fast reader* 😀

    Dan gelap gulita hatinya harus kita terangi dengan cahaya hati kita…

    *sok bijak mode on* 😆

    Saya percaya mas achoey memiliki cahaya hati yang terang benderang .. hmmm… 😉

  3. kang….
    gelap banget di rumahmu ini….
    tolong idupin dong lampunya..ck..ck.ck
    *okta ditabok kang achoey uey*

  4. Kok kita sama ya….

    Untuk orang besar berpikirlah besar.
    Bersama orang besar kita akan menjadi besar.
    karena bagaimana orang kecil dapat menjadi besar?
    dengan mengecilkan dan merendahkan orang kecil sehingga dia hanya bisa menjadi besar diantara orang-orang kecil. Ga mau kan?

    *motivator mode on*

  5. kirain di padang jach mati lampu gelap gulita….!
    ternyata sama ajach ya….!

  6. hahaha pasti tau blog gw dari komengw di rindu ya??? huahahahaha

  7. Yup.. satu kata kang.. berpikir besar.. 🙂

    Btw dirumahku skarang juga sering ada pemadaman listrik 😦

  8. di semarang jugax ada pemadaman bergilir…. 👿
    tadi mati selama 5 jam…. 😥

  9. udah 3 hari ini mati lampu terus setiap jam 10 sampe jam 12 siang. pabrik sebelah sampai memulangkan karyawannya karna kebetulan mereka ndak punya genset, jadi proses produksi terhenti. kasian banget,apalagi mereka musti kejar target.
    untung tempat saya masih ada gensetnya.. paling matek internet nya doang..

  10. Yah
    Idup mank gt x y kang?
    Ada yg suka n g suka
    Tp tetep smgat kang!
    Kalo baek pasti blseny baek

  11. iya nih
    di sekolahan mulai jam 9 pagi.
    tadi baru nyala jam 18.30 😦

    kok bogor dah kaya samarinda ajah 😦

  12. saya tau bimbel ituh 😆

  13. utk meraih sukses memang banyak tantangannya, mas achoey. mudah2an rekan kerja mas achoey itu bukan lantaran dilandasi sikap tidak suka, tapi pingin agar mas achoey bisa lebih sukses *sok tahu*

  14. gak hanya balas budi ke tempat kerja, lebih dari itu kadang suasana kerja, keakraban teman tidak ada di tempat lain bang…

  15. betul,kang.
    menyambutnya berjabat tangan dan memaafkan adalah perbuatan yg mulia lagi bijaksana.

  16. Pesan saya sepertinya juga sama dengan pesannya mas achoey, perbanyaklah bersabar. Sikut-sikutan dalam dunia kerja sepertinya sudah jadi kebiasaan. Kalau memang kita di posisi yang benar maka pastilah orang yang salah itu akan diberi petunjuk untuk meminta maaf misalnya. Tetap semangat.

  17. kritikan apapun kta jadikan motifasi dan membangun kinerja kita.. positif thingking aja deh….

  18. iya…
    bisa jadi bahan masukan buat saya kalo nanti masuk ke dunia kerja.
    makasih, Kang 🙂

  19. dari jam 8-20???
    Ya Allah…
    nek saya wes paling tidur aja
    sudah ketergantungan pada listrik… 😀

  20. yo yang sabar.. he..he..
    Kalo perlu segala informasi pastikan kunjungi serba-serbi-web, diupdate tiap hari,
    ada English Class mulai 1 juni (Lihat di Kategori). Ok salam kenal.. mahendra
    thanks

  21. hey.. thanks for dropping by.. 🙂

    hmm.. iya sih.. kadang perselisihan tuh bisa dateng kapan aja.. tapi buat yang bisa memaafkan satu sama lain, itu yang buat salut.. coz kadang ada yang udah sama” gak enak akhirnya gak ngomong” lagi.. gawat tuh.. 😀

  22. jangan biarkan orang lain mempengaruhi kepribadian kita!
    walaupun ada orang yang memusuhi biarkan saja yang penting kita tidak.

  23. Salam
    ya ini wild world selalu aja ada orang2 yang hatinya gelap di sekeliling, meski kita kasih feedback baik, ya sudah lah, its a hard life kang, hadapi saja. *mengamini doanya*

  24. Ternyata saya benar

    dibalik kesederhanaan kalimat-kalimat posting Anda,

    anda orang besar
    berjiwa besar
    dan
    pemaaf

    saya akan banyak belajar dari anda

  25. saya sedang berusaha begitu kang. berusaha sesabar kang achoey. mohon doanya.

    “berusaha menenangkan diri sambil bergumam, “mereka pikir hidup di dunia ini selamanya” “

  26. bijak nian dikau kang achoey………

    dalam gelap gulita engkau datang dengan suluh menerangi…..ya memaafkan itu suluh…..

  27. Semalam jam 20.00 smpai jam berapa aku gak tau, yang jelas pagi2 udah nyala lagi lampunya..
    Rata ya …..

  28. Alhamdulillah kalo dah nyala lampunya.
    Kabarnya memang bakal ada pemadaman bergiliran untuk wilayah Jabar & Banten entah karena kenaikan BBM atau lainnya.

    Saling memaafkan, sungguh indah membaca kisah Bapak di bagian NB. Akhirnya dua hati itu dipertautkan kembali 🙂

    Salam.

  29. Akhirnya bisa saling bermaaf-maafan…
    ga perlu nunggu lebaran…
    🙂

  30. Oh jadi yang gelap gulita hatinya seseorang….

  31. alhamdulillah di tpt saya tinggal pemadamannya nggak selama itu, biasanya 2jam-an gantian wilayahnya.
    ya mas, nurut pengalaman nih bersimpati ke orang yang sedang susah itu lebih mudah drpd daripada bersimpati pd orang yang senang ato mendulang sukses.
    kurasa mungkin karena pd dasarnya ada rasa jealous yang terselip.
    **mengamini doanya mas achoey 🙂 **

  32. maaf adalah obat hati paling manjur…kebencian dan dendam adalah sampah hati yang paling beracun….

  33. kalau mati lampu, sabar adalah jalan keluar..hehehe…

  34. akang bener2 orang yang berjiwa pemaaf. thanks, melalui postingan ini aku jadi inget pesan bapakku:
    di dunia ini lebih banyak orang yang tidak suka dengan kita. tapi…….selalu beri kebaikan untuk orang2 yang membenci kita, percaya ALLAH Maha memutarbalikkan hati kok.

    halah….halah…..kok jd ceramah akiyu….maaf ya akang.

  35. Ga Tega Baca Nya… hihiihi

  36. disetiap hal yang berlaku pada diri
    ada hikmah

  37. masih gelap kang?? 😆

  38. baca postingan ini merasa tercerahkan, karena pengalamannya sama dengan aku 🙂

  39. nah… kalau membaca tentang dinamika antarpersonal di kantor yang seperti ini, saya bersyukur bekerja di tempat saya sekarang sekalipun nampaknya tidak akan buat seterusnya, paling tidak memberi pengalaman yang indah pembentuk persepsi tentang lingkungan kerja 😉


  40. AYO LAH KITA MERAMEKAN KOMUNITAS “Axxyc.com”

    (Komunitas Indo, ngak perlu register)

  41. Emang lagi ada pemadaman bergilir mas .. 🙂

    maafin yah .. 😀

  42. SEmakin tinggi pohon semakin kencang angin yang meniupnya
    itu adalah cobaan terhadap komitmen,,cobalah bertahan sekuat tenaga,,Allah akan memberi hadiah untuk orang-orang yang kuat memegang komitmennya asalkan dia berada di jalur yang benar, yang diridhoi Allah
    POKONAMAH YANG PENTING SEMANGAT WAE LAH,,

  43. Jadi pemimpin tidak semudah yang kita kira sepertinya…

  44. fast reading…
    cuma baca judul n akhirnya..
    😆

    nyamfah aja, deh..
    😛

  45. oo presty ternyata di sini
    pantesan

  46. mati lampu… aduh gelapnya….

    *nyanyi*

  47. sedih emang bro kalo semangat profesionalisme ditaro di paling belakang, yang ada hanya keegoisan dan ke sombongan, semoga segalanya berangsur2 baik bro, sehingga ente masih tetap memiliki tempat pengaktualisasi diri yang nyaman buat ente.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: