Oleh: achoey sang khilaf | Juni 2, 2008

Berhenti Racuni Diri

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau. Soal kenapa Hari Tanpa Tembakau ini ditetapkan di tanggal 31 Mei itu bukan masalah yang sangat penting. Tapi yang menjadi permasalahan penting bagi kita umat manuisa di dunia adalah bagaimana kita bisa terhindar dari bahaya beragam racun yang terdapat pada asap rokok tersebut. Bayangkan, menurut informasi yang saya dapatkan ada sekitar 4000 racun yang terdapat dalam rokok. Dan semestinya kita amat mengerti akan bahaya asap rokok tersebut.

Permasalahannya bukan urusan yang mudah untuk menghindar dari kebiasaan merokok apalagi menghindar dari asap rokok. Dan berikut pengalaman saya mengenai kapan mulainya saya terdampar dalam kebiasaan buruk itu dan bagaimana saya bisa berhenti meracuni diri dan orang lain dengan rokok tersebut.

Ayah saya adalah perokok berat. Menurut informasi yang saya dapat dari pihak yang bersangkutan, ya sekitar 2 sampai 4 bungkus rokok sehari beliau habiskan. Maklum beliau adalah orang lapangan jadi tidak terlalu terganggu dengan permasalahan adanya AC. Meski begitu beliau tetap melarang saya untuk merokok. Beliau membolehkan saya merokok ketika saya mampu menghasilkan uang (memiliki pendapatan) sebanyak Rp. 800.000,00/ bulan (1 US dolar setara dengan + Rp. 2.200,00). Kalau hitungan sekarang entah berapa?

Tindakan marketing rokok paling efektif adalah ketika seorang ayah merokok di depan anaknya. Nah begitulah yang terjadi pada saya. Meski ayah melarang tapi sebenarnya ayah saya mempromosikan rokok pada saya. Dan sembunyi-sembunyi saya pun merokok. Rokok rasa mentol-lah yang saya sukai tersebut. Padahal menurut informasi bahwa para perokok rasa mentol lebih sulit untuk berhenti dari candunya ketimbang perokok rasa lain (biasa).

Dr Mark Pletcher dari Universitas California mengatakan, “Dengan menukar rokok mentol menjadi rokok biasa, mungkin langkah itu mempermudah dalam usaha berhenti merokok dan dengan demikian dapat mengurangi masalah kesehatan yang disebabkan oleh nikotin.”

Uang saku yang terbatas memang menjadi masalah. Karena saya dihadapkan pada pilihan antara jajan atau rokok. Akhirnya saya berusaha untuk tetap menjaga kesadaran otak saya untuk selalu mengontrol efek candu yang diakibatkan oleh rokok tersebut. Dan saat saya masuk SMA ini kesempatan saya tuk lebih bebas merokok karena dua alasan. Yang pertama karena alasan peningkatan uang jajan dan alasan yang kedua karena saya anak kost alias jauh dari orang tua.

Pergaulan yang salah membuat kita terjebak pada tindakan salah yang dilakukan di lingkungan tersebut. Khusus untuk diri saya bisa ya bisa tidak. Buktinya saya tidak pernah merokok ganja yang saat itu lagi nge-trend di kalangan anak SMA. Mungkin karena saya sibuk pacaran kali ya. Termasuk terjebak pada minuman keras dan narkoba alhamdulillah saya juga bisa menjaganya. Saat gelas meniman sengaja dikelilingkan, gelas itu kan berhenti di depan saya tapi tak satu pun teman tongkrongan memaksa saya, toh mereka tahu resikonya ketika saya dipaksa.

Justru rutinitas kegiatan pacaran-lah yang membuat saya berhenti merokok, eit bukan berarti menyuruh pacaran, saya sendiri telah berhenti dari rutinitas itu. Yakni ketika saya dan si do’i janjian sepulang sekolah, diantara suasana romantisme anak SMA si do’i menyanjungku dengan beragam cara dan kata. Lalu dia berkata bahwa bibirku ini amatlah merah dan sayang jika aku hitamkan dengan merokok. Sebuah upaya larangan merokok yang amat halus. Dan sejak saat itu aku berusaha berhenti merokok. Ucapan dari siswi tercantik di sekolahku itu teramat kuat melekat di otakku. Merangsang saraf sadar dan meberikan perintah ke sekujur tubuhku untuk “berhenti merokok mulai sat ini”.

Mungkin sahabat tertawa-tawa dan menganggap kisah ini bohon belaka. Tapi unsur kebenarannya amatlah takdapat digugat setidaknya untuk saat itu. Karena ketika aku putus dengan sang gadis, dan kembali merajut cinta semu dengan gadis lainnya, aku tetap tidak merokok. Karena seiring berjalannya waktu, aku mulai memperbaharui alasan merokok dan mengumpulkan beragam alasan yang kuat dan rasional. Yakni alasan ketaatan keada orang tua, alasan hukum makruh bahkan fatwa haram rokok dalam agama (lihat di sini), alasan kesehatan fisik (lihat di sini) dan lasan kesehatan pesak (keuangan).  

Sahabat, dengan berhenti merokok itu berati kita memberhentikan satu kesenangan yang menghncurkan diri. Sebuah tindakan manusia sejati. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perang melawat hawa nafsu itu teramat berat. Dan buktikan ahwa kita berupaya untuk bisa dengan berhenti merokok. Dan jadilah manusia yang kuat.

Sahabat, dengan tidak merokok berarti kita tak hanya menyelamatkan diri kita, tetapi juga menyelamatkan orang lain. Dan mereka yang tidak merokok (perokok pasif) , jauh akan lebih terkena dampak buruk asap rokok. Bukan berarti kita berpikir lebih baik merokok, tapi kita harus berpikir betapa berdosanya kita ketika kita memiliki andil dalam membunuh orang lain, padahal kita tak bermaksud melakukannya bukan?

Sahabat, berhentilah merokok! Jika kita tak bisa menyayangi diri kita, tapi coba tatap mata orang-orang yang kau cintai. Misalkan ibu dan ayah, calon istri/ suami, istri/ suami, anak tersayang, adik/ kakak, dan yang lainnya. Cobalah tatap mereka dan relakah jikalau mereka kita racuni?

Jadi mulai sekarang, berhentilah merokok!

Iklan

Responses

  1. memang! roko ga ada bagus bagusnya!

    *jeritan hati peroko pasif yang sakit hati huhuhu

  2. Menggugah. Mudah-mudahan saya berhenti merokok, dari biasanya lima bungkus kini 3 bungkus, mudahan menjelang Ramdhan tinggal sebungkus, dan … sesudah Ramadhan tahun ini berhenti, atau sedikit aja lagi meracuni diri. Terima kasih atas pencerahannya. Bagi saya sangat berarti tulisan Sampeyan. Salam.

  3. Bokap dulu ngeroko 3 bungkus sehari, pas sakit, langsung bisa stop, keren!

  4. sebenernya saya bukan perokok, tp kl udah ketemu temen2 ngumpul pengennya ikut ngerokok jg…kenapa yah..??

  5. Berhenti merokok yuk…
    *nahan nafas liat kebulan asap rokok 123456*

  6. kakakku ngrokok sejak kuliah, katanya sih karena udah kultur masyarakat kampus-nya dia rata2 pada ngrokok, nggak sampe berbungkus-bungkus sih, tapi tetep aja klo udah membaui asep rokok bikin bete orang rumah. Tapi alhamdulillah skrg udah jauuh banget ngurangi ngrokok sejak kakak punya anak.
    nah…sepertinya memang untuk orang yang kita cintai, kita bisa nglakuin apa aja ^^ .

  7. Salam
    Ah masalahnya para perokok itu justru ga merasa bahwa mereka sedang meracuni diri sendiri ibarat orang mabuk yang justru ga ngerasa mabuk 🙂
    Merokok itu mungkin soal pilihan hidup juga, buat gw, ya kalo kita suda apresiatif kasih saran and warning akan bahaya rokok tapi ga didenger ya sutralah konsekwensi and risk tanggung sendiri. Btw he..he.. dulu juga aku pernah tuh ngisep Tuhan 9 centi ini tapi cuma iseng doang, ga sampe addicted *curhat mode:ON* 😀

  8. berhenti merokok?
    yang penting niatnya,,terus tindakannya
    caranya?
    perokok memiliki ketergantungan nikotin,,ketergantungan itu dapat diganti dengan menguyah permen karet (permen karet ada nikotinnya juga lho),
    kalo gak mempan juga pake hipnosis (para praktisi hipnosis dan NLP menghentikan kebiasaan merokok seseorang hanya dalam hitungan menit)
    tentang apa dan bagaimana hipnosis bekerja, boleh mengunjungi rumah WP saya
    trims

  9. semoga teman hidupku nanti bukanlah perokok

  10. gue perokok berat, dan terus terang sulit untuk menjauh dari soul mate ku itu…

  11. merokok itu spt candu.sekali kena, susah ngilangin-nya ^^

  12. Alhamdulillah, saya ga pernah menikmati nikmatnya merokok pada saat saya merokok. jadi saya tidak kecanduan karenanya..

  13. anak muda tahu bahaya merokok, bagus . . . !
    dua anak laki2 saya, dah pada diatas 25 tahun . . tidak merokok! yang hebat bapaknya ato anaknya?
    saya perokok, kadang berat, kadang ringan . .
    selalu menerima larangan merokok, karena maksudnya baik . . . hanya mungkin karena larangan merokok itu sudah terlanjur klise . . . jadi banyak yang ngawur . . . contohnya, klo merokok ntar impoten! lha . . . banyak perokok malah libidonya gede . . memperkosa! jangan2 dia malah bangga, perokok berat tapi nggak impoten . . . . seharusnya pendekatan lebih nalar dan bersahabat aja . . . . 😛
    lha trus pegawai rokok itu makan apa yaa . . 😦

  14. Alhamdulillah saya da brenti ngerokok 4 taon…
    Moga g ngerokok lg
    Skrg saya malah sebel ma org yg ngrokok
    Pa lagi ngerokok dlm angkot!
    Meracuni semua org

  15. saya bukan perokok, tapi saya tak bisa menghentikan perokok di sekitar saya, teman, bapak, kakak, suami…

  16. merokok masuk surga

    ya, surganya para perokok
    dengan dalih,
    menyelamatkan pekerja PT ROKOK dari pengangguran masal

  17. saya memang enggak merokok, pak.. :mrgreen:

  18. Ayah Ndutz akhirnyah bisa berhenti merokok soalnyah kalo gak gituh Bunda gak mau ngomong lagi 😛
    Kadang wanita perlu bersikap 😀

  19. jadi inget judul mading buat lomba mading jawa pos dulu “peringatan pak yai.merokok dapat menghambat masuk surga” :mrgreen:

  20. Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin.
    Begitu bunyi peringatan di setiap bungkus rokok 🙂

  21. semoga banyak anak remaja yang membaca postingan ini, karena menurut data di Indonesia 13,2 persen dari total perokok aktif adalah remaja yang berusia 14 tahun keatas 😦

  22. sy dari dulu nda ngerti apa enaknyah rokok….yg tau cuma bikin sesak napas ajah 😦

  23. wah.. kena nih aku….
    aku tuh sehari paling tidak satu bungkus…
    tapi aku mencoba selalu mengurangi kok..

    selalu mengurangi dari yang panjang menjadi pendek…
    he he he

  24. untung udah berhenti dari pas mulai kulia dulu..
    semoga gak terjangkit lagi amiennn

  25. 😆
    saya anti rokok..
    untungnya dirumah sama tempat kerja juga pada anti rokok, jadi tak terkontaminasi hihi.. 🙂

  26. wahh… ayah saya juga perokok tapi saya ga merokok… sebel sih liat asepnya hehehe…

    hmm…sindiran doi km cespleng abis ya….Oke banget…. *mo dicontek kl2 ada yg ngerokok* wkwkwk

  27. Zip!

    Zetuju!

    Agree!

  28. ngudud/merokok dapat membahayakan kesehatan itu benar adanya juga membahayakan penghasilan, karena jika 1 bungkus sehari 10ribu perak aja, berarti 200 ribu perbulan, sayang uangnya mending dikasih ke anak kurang mampu buat sekolah mereka.

  29. Ugh..Asapny it lho Bikin sesak napas 😦

  30. alhamdulillah kang.. saya teh gak ngerokok.. ribet deh kalo udah kejerumus ke dunia itu..

  31. SIP!! setuju.. dunia tanpa asap rokok, jangan cuma mimpi.. wujudkan!! 🙂

  32. Dari komentar yg aku liat di atas lebh banyak yg anti rokok. Aku sendiri seorang perokok tapi alhamdulillah tidak merasa termarjinalkan di sini. Sudah banyak artikel yg aku baca mengenai rokok dan terapi penyembuhan tp tdk membawa pengaruh sediki pun, termasuk postingan ini (tdk bermaksud merendahkan postingan ini krn tulisanku jauh lebih jelek dari pada ini). Satu2nya cara yg bisa mengurangi konsumsi rokokku adalah berpuasa. Mohon maaf yg sebesar2nya bagi yg merasa dirugikan oleh perokok sepertiku.
    Setiap perokok tahu betul nikmatnya ngerokok, dan setiap orang yg tidak merokok jg tahu betul nikmatnya tidak merokok. Agar komen ini bukan sekedar curhat dan lebih membawa manfaat, aku sarankan bagi para perokok utk tidak merokok di tempat umum dan mengganggu kawan yg tidak merokok dgn asap yg sudah terbukti beracun. Juga bagi yg tidak merokok, Jangan pernah sekali-kali mencobanya…!!!

    Rokok sendiri berkata :

    MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.

  33. benar, jangan ngerokok, selamatkan dirimu,,awas banjiiir,,, *lowh*

  34. Merokok atau tidak adalah sebuah pilihan..
    Orang-orang yang merokok adalah orang dewasa yang tahu mana yang baik dan mana yang buruk…
    Yang paling aku sesalkan adalah, ketika orang-orang yang merokok itu hanya memikirkan kesenangannya sendiri saja..menghisap dalam-dalam kemudian mengeluarkan asapnya dimanapun mereka mau…..
    Uh….. rasanya mangkel sekali….
    Apalagi…
    Ketika kucoba menyampaikan permohonan untuk tidak merokok di depan anak-anakku, mereka dengan egoisnya marah-marah…

  35. Perlu keberanian, menghentikan “kesenangan” semu yang ditampilkan si “X”

  36. Yang penting si perokok tau kapan waktu yang tepat untuk merokok aja. That’s good enough for me.
    “Si Cewek Alergi Rokok”

  37. Sampai hari itu saya masih merokok ketika suatu pagi di hari minggu yang cerah saya berjalan-jalan dengan keluarga di sekitar stadion olah raga Dadaha Tasikmalaya. Di depan saya berjalan seorang bapak dengan kaos putih bertuliskan “SILAKAN MEROKOK, MOGA-MOGA PANJANG UMUR”
    Saya yang baca sambil ngejepit rokok, jadi mesem sambil nyengir (kebayang ‘kan gimana?)sendiri dengan sindiran halus ini. Entah karena kejadian hari itu atau karena desakan dari para konstituen, hmmm emangnya anggota legislatif …,setelah dibeuweung-diutahkeun dan di kalkulasi baik buruknya akhirnya hari ini saya benar-benar cerai dari rokok. Yeeeaaah … alhamdulillah!

  38. […] cara praktis tanpa harus pikir pusing, de-el-el, tanpa menyadari efek yang bisa ditimbulkan “meracuni diri sendiri”. Dalam dunia blogging pun, hampir kurang lebih 50% mereka melakukan hal tersebut, meskipun […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: