Oleh: achoey sang khilaf | Juni 9, 2008

Efek Ciuman di Kening

“Tatap sepuasnya orang yang kau cintai, selama masih ada waktu. Lalu ketika kau beranjak pergi, coba tengok kembali dan tersenyumlah seiring lambaian tangan. Dan tahan tangismu, biarlah gurat ketegaran saja yang tampak, sementara rasa haru biar hanya tersirat tertahan dagu.”

Itulah gumam batinku saat hendak mengayunkan langkah. Sebuah motivasi agar hati ini tak ragu meski harus berpisah. Sudah jalan hidupku jauh dari belai lembut ibu dan jabat kuat ayah. Sejak TK dan SD aku tinggal bersama nenek dan kakekku di kampung. Sementara ayah dan ibuku mencari sesuap nasi di Ibu Kota yang terkenal sumpeknya itu. Orang tuaku bukan tak ingin dekat denganku, mereka ingin aku berada dalam pergaulan yang terkontrol di bawah bimbingan dan pengawasan kedua kakekku. Kebetulan kakek dari ibu seorang tokoh masyarakat dan kakek dari ayah seorang tokoh agama. Maka janganlah heran jikalau aku memanggil kakek-nenekku dengan sebutan bapa dan ema (panggilan sunda).

Saat SMA aku tinggal di rumah kost. ORTU-ku sengaja memilih tempat kost yang ketat. Termasuk menu makanan, aku tak boleh membantah. Secara kalo aku tuh sulit sekali kalau makan nasi dan lauknya pun suka pilih-pilih. Aku bersyukur, berkat kebijakan itu akhirnya aku tak lagi pilih-pilih terhadap lauk, dan nasi pun semakin akrab meski makan mie tetap jadi favorit. Kebutuhanku akan sentuhan kasih sayanglah yang membuatku waktu itu mencari perhatian dari lawan jenisku yang sebaya. Ah sebuah cerita yang salah kebanyakan remaja.

Kuliah aku juga kost bahkan sampai kini aku juga tinggal jauh dari kedua ORTU-ku. Aku sudah cukup terbiasa tuk berpisah jauh dari mereka. Kadang teman-temanku bertanya tentang adakah perasaan rindu pada ORTU-ku. Aku hanya tersenyum, anak mana yang tak rindu ORTU-nya. Soal kenapa aku jarang menemui mereka karena ketika aku menemui mereka maka aku akan sulit tuk pergi menjauh lagi. Tapi aku sadari bahwa ini adalah bagian dari perjuangan hidup. Dan seorang anak yang baik tentunya kan memastikan pada ORTU-nya bahwa dia selalu baik-baik saja.

Maka adalah sebuah kewajaran ketika kedua ORTU-ku tak meridhoi ketika kelak aku dan istriku tinggal tak serumah setiap hari dan terhalang jarak begitu jauhnya. Beruntunglah sang akhwat mengerti dan dia tak menyalahkanku atas ketidakjadiannya aku menikah dengannya sekitar enam bulan yang lalu. Karena toh dia pun tak bisa meningalkan Ibunya sendirian di rumah. Karena kami berdua sepakat bahwa kami hanya akan menikah ketika ORTU dari kedua belah pihak ridho akan hal itu. Jadi ini adalah akhir yang tetap tak bermasalah.

Sahabat, maaf karena aku telah ngelantur. Ini adalah efek dari ciuman di kening kemarin malam. Oleh lelaki berkumis yang melambaikan tangannya di terminal Grogol. Dan dialah yang biasa kupanggil Bapa.🙂

 


Responses

  1. wagh..pertamax…g yak ??
    klo menurut aku sih itu tanda sahabat, sayang…
    kenapa emang kang /??

  2. *jadi inget kumisnya bapakku*🙂

    semangat dek🙂

  3. hm… papaku ga pulang pulang…

    kalo lagi berantem sama mama jadi kangen papa deh😦

    ciuman di kening konon kabarnya memang paling indah adanya😉

  4. wedew curhat ne,,,
    bapakku juga sudah berkumis,,putih keabu2an (halah)

  5. hmm… kang achoey bisa pisah baik-baik dg si akhwat (salut), padahal cuma masalah jarak.😦

    ciuman di kening tandanya kasih sayang yang luar biasa🙂

    semangat kang!

  6. wedew curhat ne,,,
    bapakku juga berkumis,,sudah putih keabu2an (halah)

  7. mas achoey jadi mengingatkan saya waktu masih senang gonta-ganti, eh, maksud saya teman bermain, hiks. memang bener, mas achoey, konon katanya menikah itu bukan hanya utk kepentingan berdua, melainkan juga utk orang tua, keluarga, sanak saudara, dan juga para sahabat!

  8. oalah mas2, gitu aja nangis!
    berarti mas klo jadi udah nangis darah! Jomblo dari dulu!!!!

  9. bagus ada yang di kecup di kening!
    klo aku bisa ngecuk beton, plat, baja dalam struktur bangunan!

  10. ah..udah lama gak jalan kemari…

  11. Aku juga biasa manggil nyak babe dengan sebutan bapa ema. tapi,, aku sama bapaku jarang ngobrol euy.. sebab beliau orangnya pendiem. jadi agak bingung juga kalo mao curhat…

    eh… Mas achoey ini sudah menikah belom ya?😀

    *ndak pokus*

  12. Salam
    heuheuehe romantis banget ya, ah sosok ayah kadang terlupakan, pdhl dia persis berartinya dengan sosok Ibu🙂

  13. Huahahaha…. tadinya saya sempat heran…. lho kok dicium pria berkumis ?? Nggak tahunya ayahnya!

    Memang…. cinta itu terkadang berjalan misterius… cinta terhadap lawan jenis, cinta terhadap orangtua, cinta terhadap anak dan lain-lain. Namun saya percaya bahwa cinta terlalu berlebihan (kecuali cinta kepada Allah barangkali) adalah sesuatu yang kurang baik semuanya harus ada proporsinya……

  14. Ayah… wempi rindu ayah…

  15. subhanallah….
    wah saya makin salut dech sama sampean mas!
    moga di beri kesabaran dan keikhlasan.
    rasa rindu yang terperi terhadap ortu, insyaallah dapat terobati dengan curhat ama Allah.

    “bukanlah bertambahnya usialah yang membuat kita bertambah dewasa. tapi pengalaman, ujian dan cobaanlah yang membuat kita semakin dewasa dan bertambah bijak” itu kata orang bijak.
    good luck!

  16. Setiap pagi Ayah saya mencium kening saya, biar jadi anak yang pinter katanya …🙂

  17. Maka adalah sebuah kewajaran ketika kedua ORTU-ku tak meridhoi ketika kelak aku dan istriku tinggal tak serumah setiap hari dan terhalang jarak begitu jauhnya.

    😐 de ja vu …

  18. uwâw… dicium di kening… aku juga suka. paling suka! hoho. tapi baikan dicium perempuan deh, daripada laki2. hwehe….

    (^_^)v

    yah, hampir sama denganku. kalo ketemu ortu, jadi susah buat ninggalin lagi.

    tapi yg terakhir diceritain itu ga sama. buhuhu… kapan aku nikah?

    (^_^)v

  19. ah…jd anen rumah…pengen pulang…. :((

  20. wah..jadi inget (alm) mbahku…

  21. Cerita ama judul rada belok nih, tapi seru juga….

  22. kangen bapak..

  23. hiks hiks jadi ingat ma ibu

  24. senyum dan cium tangannya.. rasa haru akan semakin terasa😀

  25. jadi inget kumis papa juga.. tapi sekarang udah dicukur😦
    dengan alasaaaannnn :
    “biar papa keliatan lebih muda”

    GUBRAKH!!!!😆😆😆

    kelakuan papa makin kayak anak muda, makin gaul sejak pensiun. apalagi mama emang gaul bgt, klop deh!!
    ge ge ge:mrgreen:
    dasar bapak2-ibu2 gaul..😆

  26. bapak gaul…
    ibu gaul…

    anaknya??
    g kalah gaul, doooonnggg….:mrgreen:

  27. wiw
    saya blom pernah di cium ma bapak sejak gede😀

  28. Berbahagialah masih ditemani lengkap kedua orng tua… diriku tinggal satu. Ibu saja..
    dan na’as nya sampe dengan hari ini, masih saja belum mampu untuk membahagiakan Beliau.. masih terlalu banyak itungan
    takut anak istri gak cukup dll…

    Berbahagialah sahabatku Boss Mie Janda.

  29. Ceuileh.. yang abis ketemu bapak….. masih kangen ya.. kapan gw..pulang !!!!

  30. ga inget kayak apa rasanya dicium ma ayah…😦

  31. Seandainya saya masih bisa merasakannya…
    *kangen ama bapak*

  32. Aku juga tinggal jauh-jauh dari ortu harus naik pesawat paling cepet 16 jam antar aeroport saja. Bisa-bisa 48 jam door to door.

  33. Ah ini cerita yang menyentuh kang …
    ternyata sejak TK sudah tinggal sama kakek nenek ya …
    hhmmm …
    BTW …
    betul sekali Ridho Orang tua itu sangat penting sekali …

    Percayalah … bila waktunya tiba …
    akan tibalah waktunya …
    There will be an angel waiting for you Choey …
    Jangan kuatir …
    Trainer mendoakan … semoga Kang Achoey dapat segera dapat jodoh yang baik

    Salam saya
    The Trainer

  34. ‘baik-baik ya di sana’, nasihat ayahku selalu

  35. Pasti ada jodoh yg terbaik untukmu, InsyaAllah…
    Pisah ma Ortu aku jga merasakannya….. mang sedih, tapi hal ini justru membuat kita jadi mandiri dan dewasa….

  36. wah kl baca paragraf terakhir jadi terharu…hiks hiks….

  37. hiks…hiks…hiks…
    kang achoey aduh… ceritanya mengingatkan emih ma bapak di kampung
    : (
    kangen juga ciuman berkumis bapak : (
    emih… bapak… liburan besok anakmu pulang..
    makasih kang tulisannya menyadarkan pada orang tua
    hiks…hiks…hiks…

  38. ** jadi terharu **

    * sudah lupa rasanya kapan terakhir kali dicium kening *

  39. gw nangis nich…..!
    🙂

  40. loch….loch…..loch…..!
    kok bisa………….!
    😦
    🙂

  41. hari ini 12 juni ,saya ulang tahun tapi gak ada yang cium kening saya….
    sedih nya saya orang yang aku sayangi sampe jam 12.55 belum ucapin selamat….

  42. nama blog terlalu panjang, ganti dengan domain gratis dengan nama kita.co.cc
    http://cari-kebenaran.blogspot.com/2008/05/domain-gratis.html

  43. wah subhanallah… dicium sang bapa ya…

    jarang-jarang loh ada seorang ayah yg bisa mengekspresikan kasih sayangnya dgn sbuah ciuman spt itu…

  44. waduw, sodara2!!!
    kan yg dipanggil bapa ma acoey artinya eyang kakung (baca: kakek) kan ya ???

    a’…sepuas2nyalah bermesraan dg klg tercinta, ada masanya kita tak bisa memeluknya lagi ( ayah, ibu, kakak) di saat kita betul2 ingin memeluknya…

    klo bapak q pny cambang, kta ibu se “gagah” pisan euy…
    sampe2 idola ibu q tu..Kak Roma ( halah, terlalu 8))
    aku: “knpa ko ibu suka Bang Roma?”
    ibu: ” kan bercambang, sama kaya bapakmu”

    bahkan lewat 10 tahun g pernah liat wajah bapak lagi, ak masi terlalu kangen…
    qeqeqeq…padahal udah gerang😉

    NB:jahat ya…orang2 yg masi pny ayah…pamer2 hangatnya seorang ayah…

  45. bapakku jg berkumis kang. Tp ga pernah cium keningku. Aku yg sering cium tangannya. Hehe…

  46. * melo *

    Inget, udah 3 bulan ga pulang ke rumah….

  47. hiksz … jadi ingat 22 tahun yang lalu

    I Mizz U father
    I Mizz U mother

    hikz …😦

  48. Sosok ayah/bapak memang sering kita lupakan, padahal kita banyak mendapatkan ilmu menghadapi hidup ini dari beliau.

  49. kang achoy ga usah sedih,semuanya pasti ada hikmahnya.
    ngomong2 sekarang dah ada gantinya lom kang?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: