Oleh: achoey sang khilaf | Juni 22, 2008

Diorama Dua Hati (cerita fiksi bersambung bagian dua)

Hari beranjak petang dan sudah saatnya Ali pulang meninggalkan kedai mungilnya yang dia dan teman-temannya kelola. Tak seperti hari-hari biasanya memang, suasana hati Ali sulit dia eksfresikan sendiri. Bukan karena hari itu pengunjung ke kedainya begitu ramai, tap kisah pertemuan dengan gadis di toko buku tadilah yang membuat dia sulit tuk membantah bahwa ada sesuatu yang ganjil yang sulit dia kendalikan. Lantunan bait-bait dzikir terus tergumam sebagai pengusir desir.

—————————-

Di kontrakan sederhana itu dia rebahkan diri. Setelah menikmati barisan shaf jamaah shalat isya di masjid yang lumayan megah dan teramat dekat dari kontrakannya. Dan teramat malu hatinya jikalau suara merdu mengalun dari masjid itu tidak membuatnya tergugah dan segera menghampirinya.

Ali teringat akan kartu nama itu. Lalu dia ambil dari saku kemeja yang masih tergantung di balik pintu kamarnya. Maharani Grianingtyas Safitri, itulah nama lengkap yang tertulis di sana. Di kartu nama itu tercantum pula alamat rumah berikut nomor telepon rumah dan telepon selularnya. Ah betapa ini begitu menggoda tangan Ali tuk segera mengambil ponsel dan mengontak nomor itu. Tapi bisikan niat itu segera Ali urungkan. Dia tahu bahwa saat ini dia sedang mencoba berubah tuk tak seperti Ali yang dulu lagi.

Dia lebih memilih tuk membuka map plastik yang terlihat sudah usang dari dalam lemari pakaiannya. Lalu jemarinya mengarah pada amplop berwarna biru dan segera mengeluarkan isinya. Selembar kertas surat berwarna biru muda berhiaskan untaian kata dari tinta berwarna biru menyala.

Teruntuk yang tercantik
dalam peraduan yang indah
di Istana seberang sana
.
Salam kagum yang tak berkesudahan,
.
Dalam kesunyian malam hatiku terbenam pada keindahan yang kau tampakkan. Keindahan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Lebih indah dari bulan purnama yang menerangi seisi sesi malam hari. Karena kau adalah satu yang telah mampu menerangi relung hati. Dan aku terhanyut pada keagungan cinta dari secawan rindu yang tersaji di bibirmu.
.
Aku adalah lelaki yang tengah dimabuk asmara. Yang tak mampu lagi membedakan kau dengan bidadari-bidadari khayalan romantika. Bagiku kau adalah sempurna, dan aku berharap menyatu bersama kesempurnaan itu. Merajut kisah indah dan menjadikannya legenda.
.
Duhai bidadariku, ijinkan aku mencium aroma wangi tubuhmu dari jauh. Agar kakiku mampu melangkah dengan terarah. Menjemputmu memadu kasih. Dalam pesona kita, pesona sepasang remaja yang mampu mensinergikan cinta demi melukis angkasa. Dan menjadikannya pelangi sepanjang hari.
.
Duhai juwita hatiku. Terimalah uluran tanganku, dan jadilah kau permaisuri hatiku.
.
Wassalam
Pendambamu sepenuh hati

.

Tulisan itu tetap jelas untuk dibaca. Lebih jelas lagi buat Ali sang penulis surat cinta tadi. Lalu dia pun mengambil selembar kertas yang ukurannya lebih kecil dan kembali membacanya.

Kepada Yth.
Kak Ali
di Tempat
.
Suratnya sudah Rani baca. Rani merasa surat itu tak tepat jikalau kakak tujukan untuk Rani. Makanya Rani kembalikan kepada kakak. Karena hanya calon istri kakaklah yang berhak menerima surat ini. Jadi, mohon maaf Rani tak bisa menerima surat kakak, begitu pun cinta kakak. Mohon kakak mengerti.
.
Wassalam
Maharani G. S.
.

Selesai membaca surat ini Ali pun tersenyum. Wajahnya merah merona, bukan karena marah, melainkan karena rasa malu atas apa yang dia lakukan saat dia baru saja duduk di bangku kelas tiga SMA itu. Dan gadis tercantik di kelas satu, adalah satu-satunya gadis yang waktu itu berani menolak cintanya. Dan dengan kejadian itu hampir saja rekor lelaki terjitu tembakannya itu disangsikan teman-temannya.

Ah sudah saatnya Ali terlelap, dan biarkanlah dia mimpi indah. Mimpi tentang buku itu, buku yang berjudul Gerbang Cinta di depan Mata.

(insyaallah bersambung)

————————

Sahabat, bagaimana kisah selanjutnya. Jikalau ada yang bisa memberikan ide, silakan kirim ke redaksi kami! 🙂

Iklan

Responses

  1. Ada cerita senada yang pernah saya baca, coba antum lihat di http://bariklana.wordpress.com

  2. judulnya Lembaran Cinta Nina

  3. Aku juga lagi bikin novel judulnya : Surat Cinta Artalyta.

  4. waaaa nice story,.. ;p

  5. Surat tadi kan masih berkisar saat smu.. Brarti masih ada harapan dwong. Kecuali kalo si ali naksir ma is3 orang yah repot deh urusannhya hehehe…
    Pengennya sih Ali ma Rani ketemu lagi saat dah sama2 dewasa… sapa taw Rani udah tertarik setelah melihat perubahan sikap (bukan semata perubahan fisik ya) si Ali hehehe..
    btw., Si Ali tuw bukan “jelmaan” bang acoey khan?? hehe.. bcanda ko’. 😀
    overall, bagus bgt, terutama rangkaian kata2 dlm surat si Ali…:)

  6. Ditunggu kalanjutannya ya….
    Liat dari kata2nya sih… si Alinya kayak anak pesantren..:D atau malahan penulisnya nih yg calon ustadz 😀

  7. heheheh ini gambarang kang achoey yachh????

  8. hueee.. mana lanjutannya.. penasaran.. ayo2 sambung sambung nulis… 😀

  9. wuah ceritanya panjang juga ya….

  10. Fiksi atau asli? semangat bos…. Jadi kapan ali dapetin jodohnya?…..

  11. nice story…sama nih, saya juga kadang suka nulis fiksi

  12. pgennya sih happy ending dunk ya. ktemu di pelaminan pasti iya. cman gman crtany bisa “ktemu” dan sgla k0nflik kcl menarikny itu yang dtnggu. ap tiba2 Rani dilamar org dluan, tp trnyta sang calon meninggal &mmberikan wasiat agr Rani mnkh dgn ALi, yg Rani sndripun gk mygka trnyta ALi adlh s0bat calon suaminy dtmpt ngaji. dan di ending dksh ilustrasi bhw sang calon suami mjdohkn Rani-Ali krn prnh mlht surat cinta biru itu wkt numpng shlt dkmr Ali. -Surat cinta itu nampaknya trlupa untuk dimasukkn ktempat asalnya- *ngarang.com * hehe . Ada yng dibakar, ternyata ikan, biar kang achoey yang mmutuskan. hehe

  13. udah kirimin tulisannya ke media blom? cerita fiksiny bagus.. salam kenal ya achoey 😀

  14. Eh tp kyakna klo blm jd suami gk brhak mgamanati ya. Ini aja mninggalnya pas baru ijab kabul aj kcelakaan pas pulang dari gedung resepsi pnkhn. masuk ruang ICU ,tp lgsg “dpggl ALLAH” hr itu jg. innalillahi…wa inna ilaihi rojiuun.

  15. salam
    pokona jadian lah, nikah we kitu biar cepet he..he..

  16. terserah mau bagaimana cerita ini jadinya.
    gak seru kalau diprediksi di awal.
    terusin dong, choey.
    ditunggu.

  17. aku tersesat dijakarta kang 😦

  18. Wow hebat benar nich … aku suka baca yang beginian. Salam dan selamat.

  19. Duh g sabar nunggu lanjutannya ne kang
    Kapan bikin pelem nya kang?
    😆

  20. Sepertinya ini kisah asli yang dirubah menjadi fiksi ya? Pemeran utama prianya dirubah namanya dari Achoey menjadi Ali. Tul nggak Kang Achoey?

  21. maaf ya kang
    saya ketinggalan episode 1 nya

  22. Saya tunggu episode selanjutnya kang..
    ceritanya pasti lebih menarik kalo penuh n komen kalo stengah2 kurang sedap… 🙂

  23. Yang jelas…. kalau ingin menyatakan cinta jangan hanya lewat surat, tetapi juga harus lewat tindakan2 dan kasih sayang yang nyata. Dan jangan cepat putus asa. Sekali ditolak itu lumrah, namun teruslah kita berusaha dengan cara2 yang lemah lembut dan bersahaja. Insya Allah pujaan hati kita tersebut lama kelamaan hatinya akan luluh….. (dan jangan lupa berdoa memohon kepadaNya tentu saja). 🙂

  24. Redaksi kami? Hihihi…
    Ayo, jangan terlalu lama posting lanjutannya…

  25. jemput bola kang….
    jangan meninggu bola….
    tetap dalam shafnya ya…..semangat

  26. ceritanya harus happy ending ya….
    *sedikit maksa*

  27. Akhirnya Rani dan Ali menikah dan mereka hidup berbahagia untuk selama-lamanya.
    Amin Amin

  28. aku nggak komen posting nih…stlah lama gak tengok gubuk kang achoey, wah ternyata wajah baru….btw, ganteng mana kang achoey dg helmi yahya yah ???…. 🙂

  29. dikumpulin biar jadi novel 😀

  30. dua hati bukan untuk dasatukan, tapi untuk saling menghargai…..

  31. DIOrama..
    namaku dijadiin judul rek 😀

  32. fiksi???
    hmmmmmm…
    kayaknya ada terselip kisah nyata disitu… :mrgreen:

    *ditimpuk pake mangkok mie*

  33. wah… gimana ini ya ending nya.. hem….

  34. kok ngak sampai2…….?

    di tunggu kelanjutannya……..!

  35. Ali makin penasaran, dan merasa makin yakin bahwa itu cinta sejatinya
    dan mengejar Rani lewat murrobinya
    tapi Ali seorang pemikir dan perfeksionis menjadikannya seorang pesimis
    seiring berjalan waktu akhirnya Rani keburu dinikahi oleh yang lainnya
    🙂
    ini mah sinetron banget,,:)

  36. DAN SAAT ali terbangun, ia sadar ia masih punya harapan dan cita-cita yang lebih penting dari sekedar mengejar bidadarinya.

    gagal mendapatkan dia bukan akhir segalanya, ah Rani tidak penting, yang penting adalah kehidupanku sebagai ALi

    salam
    ILYAS ASIA

  37. menurutku jika si Ali ada kecenderungan pada si akhwat, kenafa tidak ditindaklanjuti dengan prosedur yang ada kk?? 🙂

    insya Allah jalan itu akan ada jika mau terus berusaha…

    entah ini kisah nyata atau tidak :mrgreen: , terlepas dari itu smua… didoakan smoga baik Ali ataupun sang penulisnya bisa segera Allah pertemukan dengan obat kembimbangan hati slama ini.. amiiin 🙂

  38. nah gitu dong
    alahmdulillah sang kilaf bisa menegakkan kepala lagi..
    bisa melihat cahaya pagi…
    ga murungkut wae kaya kena flu burung..

    ada kurangnya cuma satu……
    akh kurang cepet nerbitinya..
    segera terbitakan novelnya…
    karena sebagian dari hasilnya sudah banyak yang menungu..
    saudara2 kita yan kekurangan..
    tman 2 kita yang sedang berjuang jauh di sono…..

    puji syukur pada Pada Allah yang memberi kelebiha pada antum…
    segera ……….
    karena teman2 kita sudah tak bisa menunggu lagi……….

  39. Lho, mana lanjutannya…

  40. …dan Ali pun tak bisa tidur meski seribu bidadari datang tapi hanya kau Rani yang selaalu ada di hati…

    *mencoba menulis seperti kang Achoey*
    *gagal*

  41. ali rani dipertemukan dlm workshop entreprener, nulisnya gimana yak?

    trus…ternyata mereka bisnis bareng, mengembangkan usaha makanan si Ali itu, jadilah Ali makin sering ktemu dg rani…

    ali makin mantap, makin…makin…makin..
    saat ali mw mengutarakan maksud, dan berkunjung k alamat yg ada d kartu nama, eng ing eng…munculah sosok teman lama Ali waktu SMA yang mana dari dulu si teman ali ini udah religius.
    dan Rani keluar rumah dan bilang, “Aa…repot2 dtang kmari, bsk ktmu d kantor jg bisa..g enak jd merepotkan”
    oiya,Aa..ini fulan, suamiq…kan angkatan aa juga di sma..”

    fulan:”ali…sobatq lama tak berjumpa…maaf tak langsung bersilaturahim, aq dengar kbr2mu dari Rani istriq,,tapi kebetulan bari kmrn ak pulang dari Kanada…” bagaimana, kabarmu Ali..?”

    Ali lemas tak terkira
    ————————————-
    hari2 selanjutnya masih sama, Ali berkelana menjemput bidadari yg diyakininya ada,
    spesial buatnya 8)
    —————————————————–

  42. dah…segera dilamar aja Mba Rani-nya…
    Ali dah punya penghasilan to?
    Kalo dah punya maisyah, ya tinggal ndapetin aisyah…
    😀

  43. Ow, terobsesi dengan seseorang di masa lalu rupanya.
    Api cinta emang sulit dipadamkan. Hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: