Oleh: achoey sang khilaf | Juni 24, 2008

Diorama Dua Hati (cerita fiksi bersambung bagian tiga)

Sudah dua hari terlewati semenjak pertemuannya dengan Rani. Sudah dua hari pula Ali merasa sedikit terganggu oleh perasaan yang tak tentu. Hanya kata-kata indah yang mampu meredam agar gejolak tak semakin menerkam. Dzikir, itulah senjatanya hingga sampai kini dia masih mampu berdiri meski kadang sedikit goyah.

“Ya Allah, jika hadirnya hanya kan membuat imanku tergoyah, maka jauhkanlah dia dari hatiku, dari hidupku. Namun jikalau hadirnya kan membuat cintaku pada-Mu semakin merekah indah, maka jadikanlah dia jodohku. Jadikanlah kami menyatu merangkai langkah, menuju mahligai ridho-Mu.”

Itulah kalimat yang dia bisikkan di sepertiga malam yang sunyi. Mengadu pada pemilik cinta hakiki. Di atas sajadah berwarna merah. Pemberian Nina, gadis yang dulu mengejar-ngejarnya dan alhasil jera juga. Dan Nina pun menyatakan diri bahwa dia gak mau terhanyut dalam cinta semu lagi, cinta yang memabukkannya selama ini. Beruntunglah Nina karena tersadar juga.

———–

“Tampan, kau kan lebih dekat pada Tuhan. Tolong sampaikan, jadikan pembaca SMS ini milikku, seutuhnya”

Sebuah SMS masuk ke ponselnya. Imelda, selalu tak pernah absen mengirimkannya sarapan pagi setiap hari. Dan kata-katanya selalu berlatar merah muda. Dan Ali pun telah terbiasa untuk mengacuhkannya. Buat Ali, SMS seperti ini bukan lagi menu baru dalam sajian kehidupannya. Karena tak hanya dari Imelda, ada beberapa gadis lain yang seringkali menebar jaring lewat kata-kata serupa. Dan beberapa dari mereka ternyata masih tercatat sebagai siswi SMA.

Keadaan kehidupan Ali yang terbayangkan sangatlah indah oleh beberapa teman lelakinya ternyata tidaklah demikian bagi Ali. Mungkin memang Ali merasakan sangat menikmati jalan hidup ini saat dia masih SMP, SMA sampai kuliah semester tujuh. Tapi setelah itu semuanya berubah, Ali merasa ini bukan lagi kenikmatan, melainkan ragam ujian yang diberikan Tuhan. Dan Ali sangat khawatir dia terperosok kembali pada keadaan sebelumnya. Keadaan dimana dia dikenal sebagai Play Boy sejati, Sang Pemikat Hati.

Beberapa sahabatnya menyarankan dia untuk segera melepas masa lajang. Menyempurnakan separuh agama dan menjadikannya terhindar dari fitnah yang mungkin mendera.

“Lihat saja Ukhti Yeni, semenjak proposal nikahnya kau tolak. Dia sangat berambisi untuk mengungkap begitu banyak sisi burukmu. Padahal dia dikenal sudah lama ikut ngaji. Sahabat sepengajiannya pun mulai khawatir, takut Ukhti Yeni semakin terperosok. Kasihan dia sudah lama mengikuti kajian dakwah, eh akhirnya malah sia-sia.” Asep mencoba meyakinkan Ali bahwa betapa dahsyatnya fitnah karena kelajangannya itu.

“Iya Sep, tapi bukankah antum adalah sahabat dekat ane, paling dekat malah. Ane tak menerima pengajuan proposal nikah Ukhti Yeni karena ane melihat bahwa dia ….” Ali pun terhenti. Dia segera beristighfar.

“Ane tahu akhi, maksud ane bukan berarti antum harus menerima proposal cintanya. Ane hanya berharap antum segera menikah. Dengan sosok akhwat yang sekiranya telah membuat hati antum cenderung. Ini demi kebaikan antum Al, ane khawatir karena hampir setiap hari pengunjung yang datang ke kedai mie kita suka ada saja yang bertanya tentang antum. Dan kebanyakan dari mereka adalah ABG.”

“Akhi, ane sangat menghargai masukkan antum. Sudah ya akhi, ane mau ada meeting. Assalamualaikum.” Ali pun mencoba mengakhiri percakapannya di telefon bersama Asep. Lalu dia pun menarik nafas panjang dan tersenyum.  

*masih panjang nih, bagusnya baca lengkapnya aja ya di Novelnya 🙂
Iklan

Responses

  1. Howwww akhirnya… lha ko’ gw yg kesenengan ya?… hehe(cengengesan) 😀

  2. Dua!!!! Horeeee … carra masuk tiga besar!!!!

  3. itu based on true story kan kang…? 😀

  4. uhm… akhirnya dah masuk part 3.. jadi penasaran lanjutannya gimana. emang novelnya ada dimana kang?

    kayanya sih part 4 nya, Ali mulai memikirkan nasehat teman2nya, dan part 5 Ali akan memutuskan untuk … (mmm.. kita tunggu ya kang..?) 😉

  5. Trusian mbaca…..uhhhh doa yang, masyaAllah….
    Bener nih, tokoh dicrita ini mah yg punya blog!!! (pas baca sajadah merah pemberian nina, ato akunya yg lupa ya, kalo kejadian itu bukan di terjadi di blog ini ?? ahhkk biarinn deh), lanjut…
    PAsti kalo ngikutin critanya, harusnya masih panjang, dan bikin penasaran….., makin penasaran hehe….. Ttg si Ali nantinya gmna, Yeni, Rani yg pasti……..Jgn2 berakhir saat nikahnya si Ali dan Rani = si empunya blog nikah hehehe…. semoga, amienn, ikut bahagia….
    Sriuz udah di jadiin novel? wah sini susah dapetnya, paling ntar kalo cuti, pulang Jakarta baru nyari…. mending baca sini aja dulu deh ya…. ditunggu kelanjutannya yahhh….

  6. waww saking sriusnya, sambungan komennya kesalib ma carra dan yu2n hehe….

  7. Oya bang Achoey, izin majang fotonya ya di kolom Model’sCO, (at header) thx.. 😀

  8. aduh aduh..ini cerita bener2 makin mirip yang nulis.. :mrgreen: , settingnya itu bagi para bloger yang sedari dulu sering menyimak tulisanmu.. dipastikan bisa langsung mengira hal yang sama…

    hehe…teteup deh, apapun itu…smoga diberikan yang terbaik… amiiin 🙂

  9. @Rita
    iya mbak Rita, tadinya kirain komenku ketiga, taunya 4 . lirik jumlah pengunjung ada 4 blogwalkers, hehe.
    kynya yg lg onlen disini saat ini adalah mb’caRRa, diriku, mb’Rita, dan seseorang yg blm komen, hehehe… (kang achoey kali yaa) 😀
    *pisss aaah..*

  10. Weeiiiss … si akang nulis nopel nih
    terusin kang …
    terusin

  11. bikin novel juga?? wah baru tahu sy..

  12. wah, curang. giliran udah sampe part 4 trus disuruh baca novelnya.
    strategic marketing banget nih si achoey.

  13. Kirain gini : “saya terima nikah &kawinnya Rani Grianingtyas safitri binti fulan , Trgmbar kbhagiaan. eh ternyata cma mimpi ^_^ Ali pun terbangun dari lelap tidurnya. Ayo bangun, jangan2 si Asep yg mnikah dengan Rani. *ayam jago naik sepeda, Ayo kang acoey pasti bisa.!* . ..hehe dimana bisa ditemukan ayam jago naik sepeda ?

  14. saya tunggu lanjutannya…

  15. hmmmm novelnya mana kang??? 😀

  16. choey, cerita bersambungnya ada berapa bagian?

  17. bagus juga ceritanya…

  18. kayaknya mau ngikutin jejak radith nih 🙂
    ditunggu lanjutannya kang…

    *emang, novel tuh kalok based on true story pasti paten*

  19. wah panjang bener…

  20. sajadah merah? kenapa si dia ga sajadah ijo aja ya?
    😀

  21. Kisahnya mengingatkan pada seseorang 😦
    oya, novelnya udah kelar mas?

  22. luar biasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: