Oleh: achoey sang khilaf | Juli 1, 2008

Melepas Kepenatan

Kubenamkan wajah dalam-dalam
Biar air tawar itu menyegarkan
Hingga nafasku mulai habis
Aku masih coba bertahan menghitung detak jantung
Yang semakin lama semakin melambat, menghentak
Dan aku pun terperanjat
Lalu kuhirup udara sejuk itu sepuasnya
Kubusungkan dadaku
Hingga akhirnya aku pun tahu
Bahwa saatnya kulepas lagi
Perlahan dengan hitungan
Lebih lambat dari tarikkan nafas yang tadi
Sepertiganya
Bahkan lebih
Lalu kuulangi, kuhirup lagi
Dan ku hembuskan lagi seperti tadi
Dan kurasa sekarang
Sesuatu yang lebih nyaman
Maka kuakhiri sesi ini dengan senyuman
Alhamdulillah
Iklan

Responses

  1. petramax nih….

  2. saya kira puisi…

    mau saya coba ah….

  3. lagi latihan pernapasan, kang?
    emang biasanya menghela napas bisa bikin rasa lega

  4. lagi senam choey…

    oke…

    tarik….

    hembuskan…

    tarik..

    hembuskan…

    😆

  5. kasihh….napas buataaan buat acoy heuhueue :p

  6. latihan pernapasan dalam air ya? atau latihan menyelam? 😀

    btw, kok terperanjat?

  7. hoooo… iyah kirain pusi ^^ tnyata lagi olah raga toh…

    bikinin puisi buat senam hamil atuh kang :mrgreen:

  8. @ bunda:
    jangan ganggu kang achuy, kang achuy lagi refreshing

  9. alhamdulillah masih bisa tersenyum,…

  10. Maka kuakhiri sesi ini dengan senyuman

    Senyuman yang membawa kemenangan dan kepuasan serta ketenangan….

    Wow…. sebuah proses sederhana yang sangat berharga….. 🙂

  11. aerobik di pagi hari? hwahaa..

  12. ikut praktek ah… ternyata nyaman juga yah…

  13. assalamualaikum, akhee apa kabar, makin dalem aja nich puisinza, buaruan deh, aku udah lamaran senin kemarin…. doain yach.

  14. mo ngelepas kepenatan aja bisa jadi kayak puisi gt kang 😉

  15. Setting-nya di mana nih, Kang? Kebon belakang rumah? Hehe.

  16. kebutuhan kita sering berganti-ganti,,,bukan udara bukan pula air. Benda itu hanya mewakili jiwa untuk HIDUP.
    perjalan pencarian agaknya sangat begitu penting…
    menurutku.

  17. salam
    kok jadi pengen berenang aku mah he..he..

  18. *baca komen resi bismo

    Wah, abang Ndutz yg atuh ini ketinggalan nih :mrgreen:

  19. hueuheuheueuheu

    kalo guru olahraga ngajarinnya begini cape juga nih 😀

  20. Byuh!! tipu-tipu..kira lagi bersajak..tapi bagus, model si ginting jamannya Lupus. segalanya dipuisikan…he..he..he..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: