Oleh: achoey sang khilaf | Juli 7, 2008

Kata Siapa dalam Wirausaha, Modal Bukan Soal?

Dalam postingan saya sebelumnya banyak sahabat yang meyatakan bahwa modal adalah kendala mereka untuk memulai usaha. Tapi saya yakin bahwa modal yang mereka sebut adalah modal dalam arti sempit yakni dalam arti modal financial.

Untuk berwirausaha kita memang memerlukan modal. Salah kalo ada yang bilang bahwa modal bukanlah soal. Tapi salah pula jika ada orang yang mengaggap modal itu hanyalah berupa financial saja. Lalu apa yang dimaksud modal?

Menurut saya modal adalah segala potensi yang dimiliki yang bisa dikerahkan untuk mewujudkan sesuatu yang ingin dicapai. Jiwa dan raga ini adalah modal, kemampuan kita untuk memunculkan ide-ide brilian ini adalah modal, skill kita juga modal. Lalu pertanyaannya apakah kita meiliki skill, perbendaharaan ide dan tenaga yang baik, mental yang kuat? Jika punya maka ini berarti kita telah memiliki MDU (Modal Dasar Usaha).

Lalu pertanyaannya bagaimana jikalau kita belum memiliki modal financal? Coba ingat BOTAK, K dalam BOTAK adalah kemampuan mengolah segala potensi yang ada pada diri kita. Ketika kita memiliki beberapa kemampuan yang belum terdaftar pada menu kualitas diri kita maka kemampuan yang ada ini akan menarik kemampuan yang belum ada tersebut. Misal, kemampuan kita mengkomunikasikan ide akan membuat orang percaya dan melakukan investasi. Jadi kemampuan financial yang belum kita miliki akan tertarik oleh kemampuan komunikasi kita.

Nah saya akan coba mencontohkan. Ini boongan lho. 🙂

Ketika saya di Tasikmalaya, saya didaulat teman-teman untuk mengkoordinasi mereka dan membentuk satu unit usaha. Gak tanggung-tanggung, unit usaha yang kami kerjakan adalah penjualan komputer secara cash dan kredit baik partai besar atu pun satuan.

Kami tidak memiliki modal financial yang membuat kami memiliki showroom, dimana berbagai jenis komputer telah tersedia di sana. Kami tidak memiliki modal yang membuat kami memiliki kantor yang refresentatif. Kami juga tidak memiliki modal yang besar sebagai layaknya perusahaan penjualan barang secara kredit. Dan mungkin sahabat bertanya, lalu seperti apa usaha yang kami lakukan waktu itu?

Ruang kantor kami adalah kamar kontrakan yang kami sulap selayak dan senyaman mungkin. Di mana perlengkapan kami lengkapi dan peralatan kami adakan sekemampuan dan batas minimal layaknya operasional. Teknik pemasaran yang kami lakukan adalah “jemput bola”. Kami datangi calon konsumen potensial baik perumahan ataupun lembaga. Product knowledge, communication skill, marketing skill menjadi sangat penting plus kemampuan lain yang kami sebut EGPL (Eksekusi Ga Pake Lama).

Soal pengadaan barang kami kerjasama dengan sebuah distributor komputer di Bandung yang siap memberikan tempo pembayaran. Jadi modal kami hanyalah skill, tenaga, pikiran dan waktu. Modal financial emang kami juga gunakan tapi coba hitung-hitung deh, ga sebesar seharusnya kan.

Nah saya coba contoh lain yang juga boongan.

Ketika saya di Bekasi, saya diminta saudara saya untuk memwujudkan usaha penjualan bakso. Modal kami hanyalah cukup membuat dua gerobak mie bakso plus tentunya tuk pembelian bahan baku, perlengkapan dan peralatan secukupnya. Kami buka outlet pertama dengan meminjam pekarangan ruko teman saudara saya. Kebetulan rukonya belum dipergunakan karena sang pemilik lagi mikir-mikir usaha apa yang harus dia lakukan. Dia juga tinggal di Jakarta.

Di samping ruko ini ada taman. Nah jadilah kami jualan dengan konsep Bakso Taman. Tahu sendiri udara Bekasi gerah abis, jadi kami gunakan AS (angin semilir). Coba lebih hematkan dari pada di dalam ruangan terus kita pake AC. Nah saya tidak akan ceritakan gimana caranya supaya pada hari pertama Bakso Taman kami sudah laris, karena ini rahasia perusahaan. Yang saya ingin katakan di sini bahwa dalam tempo tiga bulan kami sudah memiliki sekitar 4 outlet. Lalu sahabat bertanya, modal financialnya dari mana? Maka dengan bangga saya sebut bahwa dari DOL (duit orang lain) dan TOL (tempat orang lain) lah usaha kami bisa jalan.

Yakin deh jika kita tunjukkan kemamuan kita, di luar sana banyak orang yang siap bergabung dan merealisasikan usaha anda. Yang jadi pertanyaannya, sudahkah kita memiliki kemampuan tersebut? 🙂

Sahabat, jangan percaya saya, tapi coba kaji dan dalami isi tulisan saya! 😀

Iklan

Responses

  1. untuk motivasi bagus nih, tp sedikit saran, kenapa contohnya gak yg konkret achoy? krn kalau nyata lebih meyakinkan hehe…:d

    dan sekarang ini bagi rakyat kecil, modal ‘hanya’gerobak baksopun sudah sangat sangat besar, alias mahal, orang miskin bertambah byk loh di negeri kita

    Hehe, soal ini biar orang Tasik dan Bekasi yang tahu. Tentang jejak Sang Khilaf di sana.
    Buat orang Bogor, jejakku ada di Mie Janda 🙂

  2. Okey, bisa tolong saya harus mulai dari mana 😀

    Nafsu saya besar, tapi tenaga saya kurang ( jargon2 soal impoten 😀 )

    mulai dari membesarkan tenaga Anda dengan bermodalkan nafsu tersebut. Coba deh 😀

  3. :mrgreen:

    seringnya gini kawan:
    skill ada, pengetahuan ada, modal bisa diusahakan, keberanian setengah ati, trus ekseskusi gak jadi-jadi 😆

    gak bakat jadi wirausahawan yak?

    -maap itu kasus pribadi-

    Itu pengalaman banyak orang, termasuk aku dulu. Kuncinya adalah, pikirkan indahnya keberhasilan yang kan anda raih. Tersenyumlah tuk segera bersemangat gapai itu 😀

  4. Umm, kalo Ndutz bilang c ada kemauan dan keberanian untuk berspekulasi, masalah finansial bisa diusahakan, toh banyak blogger yang dermawan :mrgreen:

    hehe, bisa aja dik 😀

  5. kalo wempi memang dari dana finansialnya yang blon ada, huehuehue

    nah ini nih yang belum baca postingannya dah komentar 😀
    bercanda sobat 🙂

  6. Menjadi wirausahawan memang tidak mudah. Modal adalah termasuk hal yang krusial. Modal kapital dan juga modal talenta terkadang sama pentingnya, walaupun jikalau modal kapital sudah mantab kita bisa menyewa eksekutif handal yang bisa sedikit banyak memecahkan masalah modal talenta tersebut…. Yang penting di sini adalah, sebagai wirausahawan kita selalu belajar dari pengalaman orang lain, baik dari sesama wiraswastawan ataupun dari para eksekutifnya yang sudah sarat pengalaman.

    Juga ide harus dihargai. Dan sebagai wirausahawan kita tidak boleh mempunyai ego yang kelewat tinggi, merasa kita selalu benar, dan “bawahan” atau eksekutif kita selalu harus mengikuti ego kita… Semua ide harus berjalan dua arah….

    Bidang usaha/bisnis memang sangat unik. Bisnis adalah campuran daripada usaha, pengetahuan (skill dan pengalaman), seni dan juga unsur untung2an (berbau judi). Nah, unsur yang terakhir ini, kita hanya bisa berdoa dan memohon petunjukNya agar kita selalu berada di jalan yang benar dan diridhoiNya. 🙂

    Mantap Pak. Makasih 🙂

  7. 2 postingan terakhir bagus banget. Jadi pingin jadi pengusaha…

    yup, ayo semangat! 😀

  8. modal dan usaha bin doa
    adalah hal yang tak terpisahkan 🙂

    maksudnya DUIT (Doa, Usaha, Ikhtiar & Tawakal) 😀

  9. wah ini calon motivator ulung nih…

    sukses deh..
    tengkyu buat saran2nya
    sangat membesarkan hati pokoknya..
    salam

    duh makasih. ah berlebihan dik, aku mah lagi belajar aja 🙂

  10. motivating entry, choey.
    tapi tiga kiat sukses utama usaha koq gak disebutin?
    location, location, location.
    masih berlaku gak?
    *aku curiga contoh bohongannya sebenarnya faktual*
    *salut sama achoey*

    location atau dalam istilah marketing mix disebut place. insyaallah saya kupas pada postingan berikutnya. ini seri, jadi topiknya dibagi beberapa penggalan.

  11. makasi buat saran2 nya selama ini! itung2 sebagai modal tambahan kalo mau buka usaha

    yup, semangat sobat! 🙂

  12. Makasi motivasinya Kang 🙂

    kan saya biasa kakanda motivasi 🙂

  13. makasih kang tips2nya, jadi makin semangat buat buka usaha sendiri. tapi belum direstui misua nih, gara2 lagi hamilton.kekekekkkssssssss……….

    yup, tunggu sikon tepat. misua teteh yakin bijak 🙂

  14. Lam kenal iiaah….
    Wah kamu brwawaan luas bgt yah, kayanya gw musti banyak bLjar nie dari lw..

    O iya…thx ya atas dukungannya

    😀

    lam kenal juga bro. kita sama2 belajar aja. OK. Semangat! 🙂

  15. hmm..
    saya lagi mengkaji dan mendalami nih Kang.. 🙂

    sahabat, aku salut padamu 🙂

  16. nice posting nih mas ..

    hand some deh, aku kan cowok 😀

  17. kalau dalam hal mendayagunakan segala modal yg ada, mungkin butuh “potong-leher”, atau “neck-cut” juga! 😀

    soale dari pengalaman saya selama ini, para enterpreneur yg merintis dr bawah *yg saya kenal*, dengan modal sangat seadanya, rata2 nekad2 semuwa, aliyas nggak banyak pikir.

    Istilahnya orang saat orang laen masih mikir dan nimbang, mereka udah jalan, dan mengambil antisisapi dr perkembangan situwasi & kondisi di lapangan.

    dan saat orang laen baru mulai, mereka sudah mengenal medan dengan berbage lika-likunya… 8)

    bentul bos. coba baca lanjut ke postingan saya yang lebih baru! 🙂

  18. Kalo perempuan cocoknya enterpreneur bidang apa ya, mas achuy?

    ada banyak mba. bagusnya tuh usaha mulai dikerjakan di rumah biar suami merasa tidak khawatir. bikin merchandise misal. atau bikin usaha kuliner juga bagus. tapi ingat, harus seijin sumiaw 😀

  19. Insya Allah kang , lagi berusaha buat usaha , makasih postingannya kang , membantu saya buat lebih maju dan menjadi inspirasi positif dalam diri

    saling berbagi saja sahabat. saya juga lagi belajar 🙂

  20. Salah satu dari 10 kompetensi wajib: entreupreuneur (bener ga nulisnya? he..16x Inggris logat sunda: “eu”).
    Itu contohnya beneran bohongan? Ngga percaya, “to good to be fake”.

    Lam kenal kang achoey.
    Wassalaam.

    ah si akang, sami abdi oge urang sunda. dupi conto panginten etama tiasa leres atanapi henteu, hehe. sumanget nya! 🙂

  21. Buka usaha tanpa modal…? gak mungkin lah…. kalau di buku2 motivasi, pasti modal dianggap bukan faktor utama. Tapi… Dalam kenyataannya banyak pengusaha yang gagal terjun ke dunia usaha karena terbentur modal… Perbankan kita masih susah…

    wah sobat, mohon baca postingan saya dulu ya! 😀

  22. skalian bikin training motivasinya kang.

    sudah mulai kang, dikit2 sambil belajar 🙂

  23. Serasa membaca tulisan Safir Senduk yah … tentang financial planner 🙂

    kalo aku musafir sendok, nyari sesuap nasi 😀

  24. sip…. dengan ilmu komunikasi dan lobbying yang mantap modal gampang didapat, ya ngak? 😀

    nah ini baru aRuL 😀

  25. Salam
    hmm makin membuat mengerti.. dan salut lah buat si Akang.. 🙂

    ah kita sama2 belajar saja sobat 🙂

  26. Terima kasih mas Khilaf…atas postingan ini. Semoga bermanfaat…

    sama2, tujuan kita kan bagaimana kita bisalebih banyak bermanfaat untuk lebih banyak umat. karena kita dinilai dari itu. semoga kita bisa 🙂

  27. Faham.. salut tuk ilusrtasinya bang..
    Lingkungan dan pemilihan produk gak kalah penting ya.. (perlu kejelian)
    Aku pernah rintis njual pizza dan donat di sorowako yg jumlah penduduknya gak terlalu banyak, jadinya dagangan cocok buat musiman. Maksudnya orderan ada, dan lumayan kalau pas ada acara aja misalnya ultah dll.

  28. bagus
    bgt…………!!!!!!!!!!
    n
    setuju,,,
    BOTAK
    N,
    doa’. kpd ALLAH SWT perlu bgt…
    kePERCAYAAN harus kita jaga.
    ok……
    u/ smuanya
    minta doa’nya…
    yach…!!!
    rencana sya, pengen buka usaha…
    semoga lancar…
    trim’s….

    good luck….
    to all people….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: