Oleh: achoey sang khilaf | Juli 8, 2008

Jangan Melangit, Membumi Saja

Banyak sahabat yang mengeluh mengenai rencana usahanya yang tak kunjung terealisasikan. Mereka beberkan beribu kendala yang membuat mereka tak bisa segera mulai membangun harapan. Dan mereka pun mencoba menanyakan pada sosokku yang amat awam. Dan apa jawabanku pada mereka, “jangan melangit, mulailah dengan membumi!”

Maksud saya adalah, kadang banyak sahabat yang ingin berwirausaha selalu ingin yang lagsung hebat, langsung serba sempurna. Setelah hitung punya hitung ternyata terungkap, bahwa masih banyak kekurangan yang harus segera mereka penuhi. Makin dihitung, makin banyak kebutuhan yang harus mereka cukupi. Terus begitu sehingga makin lama malah makin khawatir mereka untuk segera memulai rencana bisnis tersebut. Dan jadilah tak kunjung mulai sampai saat mereka mengeluh pada sosok Sang Khilaf ini.

Saat kami membuka Mie Janda, kami mulai berjualan dari sebuah tenda ukuran 3×3 meter. Saya gunakan lahan parkir kantor saya untuk tempat bernaung tenda tersebut. Kami gunakan meja sesuai kapasitas tenda tersebut. Meja yang kami bikin sendiri. Kami lakukan hal seperti ini karena kami tidak mau terjebak pada kata “saya belum punya duit”. Ya meskipun jujur modal financial yang kami keluarkan tidaklah sedikit untuk ukuran kuli seperti saya.

“Gerobak” Mie sudah kami desain khusus untuk layak di tempat yang bagus. Kenapa demikian, karena kami tahu bahwa kami di tenda hanyalah sementara. Kami kan segera pindah ke tempat yang lebih layak dan memuat lebih banyak pelanggan kami. Apa yang terjadi sahabat, dalam tempo dua bulan kami sudah pindah dan berjualan di dalam sebuah kios strategis tepat berada di depan SMPN dn SMAN favorit di kota kami. Lalu ada pertanyaan, “wah pasti mahal sewanya”. Lalu saya jawab dengan bangga, “ya”. Tapi apa masalahnya, wong kami saat ini sudah mampu. Tapi kami pun tetap tidak lepas dari pertimbangan kesehatan dan perkembangan usaha kami.

Sekarang coba pikirkan jika dulu kami tetap kekeh ingin langsung jualan di kios dengan tempat yang strategis dan perlengkapan yang sempurna. Maka jawabanya mungkin saat ini kami masih belum jualan dan Mie Janda belum ada.

Jadi, apakah sahabat mau berkutat pada hal yang melangit?

Iklan

Responses

  1. Saya yakin kang Achoey punya kesungguhan dalam melayani orang lain sehingga sekarang bisa meraih sukses πŸ™‚

    sedang belajar πŸ™‚

  2. Jadi ingat kata-kata pak Mario Teguh:

    Kekayaan yang sebetulnya dan riil adalah kesungguhan kita dalam melayani orang lain dengan meninggikan kebaikan, dengan membangun cara-cara jujur dan menguntungkan orang lain.

    Kita sama2 pengagum Pak Mario Teguh πŸ™‚

  3. Pertama…
    Kok namanya Mie Janda, ya ? (Apa karena ingin menarik pelanggankah ? Namanya aneh …)

    Hm..saya masih baca buku Pak Kiyosaki yang judulnya ‘the Cashflow Quadrant’. Menurutnya, terkadang para pemula masih enggan memulai usaha karena terlalu banyak ‘khawatir’ hingga mereka tak pernah berusaha untuk memulai..

    Wah..kalo gitu.mienya bisa dikirim ke sini, mas… :D.. *OOT dikitlah πŸ˜€

    betul sobat, harus berani memulai.
    Mie Janda memang supaya orang tertaik dengan namanya yang unik.
    Janda sendiri kepanjangan dari Jawa dan Sunda
    Kebetulan tim kami berasal dari Jawa dan Sunda. Saya orang Sunda. πŸ™‚

    ke sini aja πŸ˜†

  4. oo, namanya mie janda…apa banyak yg tertarik? kalo saya lewat terus terang kurang tertarik mampir krn nama itu…kekekeke. tapi entahlah kalau memang dg brand/nama itu justru menarik pelanggan

    ini bagian dari strategi marketing. yang kami rasakan justru nama ini menjadi gunjingan. maka tidak heran jika dalam waktu singkat kedai kami menjadi terkenal πŸ™‚

  5. klo di jelasin di sini kok semuannya jadi gampang?

    saya setuju dengan nita.. Klo saya malah kagok dengan nama tersebut πŸ˜›

    yup, coba deh jalani. pasti kita akan tersenyum. ternyata jika kita sungguh-sungguh semuanya ada jalan. ketidakgampangan berawal dari pikiran. dan selama kita berpikir begitu maka kejadiannya akan sama seperti apa yang kita pikirkan.
    hehe, berdasarkan pengalaman yang kami jalani. bahwa pelanggan kami terdiri dari pelajar, pengajar, karyawan kantor, karyawan pabrik, keluarga, dll.
    ketika mereka mampir mereka bertanya tentang maksud nama ini. dan ketika mereka baca menu mereka tertawa-tawa. dan selanjutnya mereka menjadi pelanggan setia. πŸ˜€

  6. intinya bisa spp ini kang :
    gapailah cita2mu setinggi bintang dilangit namun rendahkanlah hatimu serendah dalamnya lautan…hallah *sok tw mode on*

    Ah Okta πŸ˜€

  7. melangit itu perlu tapi jangan lupa kita pun harus membumi πŸ˜€

    sepertinya ga baca ulu postingannya ya πŸ˜€
    maaf bercanda sobat πŸ˜€

  8. Bagus ekali … itu baru namanya tips yang menggena, ya mulai dari awal … kog memulai dari tengah atau jung … lanmgsung jaya. Ngak mungkin lah yaw. Selamat

    Sepakat. Semangat! πŸ˜€

  9. Ke sana? Ke mana ?
    Aih…jauh nian….
    Kayaknya lebih mahal ongkos pergi ke kiosnya mas achoey ketimbang beli mienya…he..he…

    Kecuali kalo ada ongkos super duper murah Pekanbaru-Bandung? ato Pekanbaru-Jakarta, ya ? πŸ˜€

    Iya juga sih. Kirim via email aja ya πŸ˜€

  10. ehm..biasa dipanggil ‘akang’, ya?…
    maklum saya khan baru.. πŸ™‚

    yup πŸ˜€

  11. Di buku Robert (teori yg aku baca)
    Bang Achoey merupakan refleksi gabungan ke dua ayah (Ayah kaya, sekalipun gak dapt melanjutkan study krna harus mengurus perusahaan keluarga. dan Ayah peraih berbagai gelar tapi miskin, puas dengan hanya menerima gaji)
    Sedang bang Achoey memiliki kedua point di atas : study terlewati(dimiliki ayah miskin), sekaligus mental wirausahanya (dimiliki ayah kaya). amien..Saluuttt, Sukses ya πŸ˜€

    Ah Mbak Rita bisa aja. Saya baru mulai belajar mbak πŸ™‚

  12. Assalamualaikum wr wb
    Mantab nih blognya Mas.
    Insya Allah akan saya cari ilmu lebih banyak lagi lewat blog ini.

    Tengs alot.
    Wassalamualaikum wr wb

    Waalaikumussalam Wr. Wb.
    Kita sama2 belajar saja πŸ™‚

  13. ikutan baca yah kang… itung2 memantapkan diri buat usaha… heheh… duh ngalahin mental yang “itu”nya tuh… hese pisan

    yup, hatur nuhun baraya πŸ™‚

  14. setuju bos…..

    apalagi kalo udah kepepet..,

    usaha harus terus berjalan.

    πŸ™‚

    kepepet…? what is the maksud? πŸ˜€

  15. wah tertarik sekali dengan filosofinya .. πŸ™‚ terima kasih mas .. πŸ™‚

    sama2 πŸ™‚

  16. jadi intinya mulai dari yg kecil lalu berpikir untuk mengembangkannya gitu kan kang…?

    yup, ah Carra kan lebih hebat πŸ˜€

  17. Setuju banget…sedikit2 manjadi bukit, semua yang besar juga awalnya kecil. Ga ada bayi lahir langsung punya gigi lengkap dan langsung makan nasi…sukses ya usahanya!

    Yup, makasih ya sahabat πŸ™‚

  18. Saya setuju sekali, dan itulah yang bikin saya berani memulai usaha ^o^

    Yup πŸ˜€

  19. setuju!!!!

    Yup πŸ˜€

  20. aku cuma absen aja ya kang..!! πŸ™‚

    Yup πŸ˜€

  21. berakit rakit ke hulu, berenang renang ketepian..

    bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian

    Yup πŸ˜€

  22. modalnya mesti berani aja!

    Yup πŸ˜€

  23. hebat km kang..salut,dgn modal lepercayaan n keyakinan akan maju itu, ternyata itu merupakan resep yg jitu..ng salah deh klo nanti ilmunya ditularkan, namanya kewirausahaan tuk kaum dhuafa yg punya smangat tinggi..ya mirip dgn dompet dhuafa rpblk..pernah dengar g???

    Dompet Dhuafa Republika so pasti tahu. Malah sahbat saya jadi wakil kepala sekolah yang dibiayai DD Republika itu πŸ™‚

  24. Terima kasih nasihatnya πŸ™‚

    ah ini mah bukan nasihat sobat πŸ™‚

  25. kalo perlu dua2nya melangit dan membumi….
    melihat masa depan dan masa lalu sebagai evaluasi

    Hehe πŸ˜€

  26. ada mie duda ga choey ?

    Adanya es duda (Madu Kelap Muda) πŸ˜€
    Bercanda πŸ™‚

  27. mampiiirrr…
    :mrgreen:

  28. β€œjangan melangit, mulailah dengan membumi!”

    g cuma buat wirausaha, buat bersikap sehari2 juga gitu, kalee…
    tu, akh.. cobalah untuk mulai membumi…. :mrgreen:

    hehehe, ad apa nih? πŸ˜€

  29. ck.. πŸ™„
    *liet daftar blog akh achoey*

  30. OKe deh… 😦

  31. misi mencemarkan nama baik akh achoey dan mie janda akan saya teruskan kembali sepertinya.. 😈

    ampun neng 😦

  32. mission to fullfill the recent comment with my avatar has complete..

    assalamu alaykum..
    :mrgreen:

    Yup. Waalaikumussalam Wr. Wb. πŸ™‚

  33. hmmm…
    *lalu tidur*

  34. salam….
    mas Achoey..
    semoga tetap dijadikan-NYA motivator kebaikan…
    hingga Motivator Utama kita tersenyum bangga…:)

    Mohon doanya πŸ™‚

  35. membumi saja….: kata2 nya terkesan bercanda padahal mengandung arti yang sangat mendalam.

    Makasih πŸ™‚

  36. Katanya kalo usaha itu pasti ada jalan datang dari arah yg ga disangka-sangka. Tapi sayang saya belum bisa membuktikannya euy.
    Makasih akh.

    BTW bagus akh namanya: Mie Janda daripaada Mie Madu? πŸ˜€

    Terus saja brusaha πŸ˜€
    Yang ada juga PoligaMie

  37. sama dengan kata bapak saya kang. hehe…

    Salut buat Bapaknya πŸ˜€

  38. karena kalau mati kelak aku dikebumikan di bumi, jadi milih membumi aja deh kang…

    nyambung gak? πŸ˜€

  39. wah…. skrin sut nya mana?

    g ada πŸ™‚

  40. ya…
    semua hal berawal dari bawah dulu.
    termasuk berusaha.
    dari nol, menjadi berisi πŸ˜€

    – – –

    Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…

    Sepakat πŸ™‚

  41. Betul ya… banyak orang yang sibuk dengan hal-hal diluar fokus utama… dan selamat ya.. sudah dapat melakukan sebuah langkah… (ini yang tidak semua orang dapat lakukan lo….)

  42. gmn sih mas? jadi mie nya belum jadi apa sudah tho? iya mnurut sya, ketika kita ingin ke Langit, apa yang prtama harus kita lihat adalah jalan menuju ke langit, bukan langitnyal.

    Mie dah jadi bos πŸ™‚

  43. Selamat atas perkembangan usaha Anda. Harus dijadikan teladan buat generasi muda yang lain πŸ˜›

    ya, hanya sedang belajar πŸ™‚

  44. masalh sekarang ne kang, Ndutz enaknya ngambil bisnis apa’an?

    Kenali diri, kenali pasar, lihat peluang. OK Neng! πŸ™‚

  45. Mampir…

    Kok bener sekali ya.. selama ini saya terjebak, selalu berpikir untung dan rugi, biaya macem2 dll, akhirnya malah ngga jalan-jalan…

    Jadi semangat lagi mas… thanks ya…

    Salam kenal

    Salam kenal juga.
    Semangat! πŸ™‚

  46. katanya “think globally, act locally”
    kreatif bgt namanya, bikin penasaran org.
    sukses terus tuk Mie Jandanya

    Makasih πŸ™‚

  47. ntar lg menunya mie telor duda kali πŸ˜€

    wah bisa dipecat dari umat donks πŸ˜€

  48. iyak, namanya usaha ga da yang langsung besar, mulailah dari kecil-kecil dulu.. dan terus berkembang.. πŸ™‚

    btw, Kang.. diposting dong poto ‘mie janda’ nya.. πŸ™‚ jadi penasaran nih, kalo kesana mo nyobain aah.. hehe..

    Mie nya cantik2 kok πŸ˜€

  49. Siip.. sangat memotivasi kang.. πŸ™‚

    makasih πŸ™‚

  50. mie janda? wehh

  51. yo a, membumi sajala.. khan kita berpijak di bumi :mrgeen:

    Hehe

  52. Anda memang rendah hati

    Anda memberi contoh padaku untuk menunjukkan bukti bukan janji

    AKhi, kenapa ya kalo mo buka blog antum g bisa melulu? Apa URLnya salah ya? πŸ™‚

  53. pertanyaan saya,
    apakah mie janda,kini sudah melangit?

    Beum sobat, baru meretas ke arah sana πŸ™‚

  54. Wah, hebat…
    mesti banyak belajar ma akang… πŸ™‚
    aku add YM nya yah, kan ^^

  55. kan semua butuh proses ya kang, dari yang kecil2 dulu lama2 jadi bukit

  56. ehm… call me pathetic tapi saya memang tidak pernah berkeinginan mencapai si langit itu…

    saya mau di bumi… yang belum juga terjelajahi…

    sukses ah kang! πŸ˜€

  57. Memang betul. Sebaiknya mulai lah dgn apa yg kita punya dulu. Kalau punyanya cuma sedikit, ya mulai dgn yg sedikit itu. Semua selalu ada awalnya. Kalo gak pernah mengawali, gimana mau merintis usaha? Iya kan.

  58. Jempolan….

    Ini memang sahabatku, rasanya aku sudah tertinggal jauh euy….

    Makasih dah membangunkan lelap tidurku

    Sahabatmu

  59. Salam
    Hmm berpikir melangit tapi dimulai dengan hal membumi, why not??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: