Oleh: achoey sang khilaf | Juli 12, 2008

Seberapa Dekat Kau dengan Sahabat?

Aku teringat pesan guruku, katanya bahwa kita bisa dikatakan dekat dan mengenal sahabat kita ketika kita sudah menghabiskan malam bersama. Dan malam tadi aku menginap di kontrakan dua orang sahabatku. Mereka memang mengontrak sebuah kamar petak berdua.

Tiba di sana jam sembilanan malam. Dan senyum mereka pun mengambang. Aku melihat sosok B sedang mencoba mengotak-ngatik komputernya. Di depannya juga tergeletak dua buah buku. Dan benar tebakkanku, dia sedang belajar membuat web secara otodidak. Lalu kuhampii sosok A yang sedang berdiskusi sesuatu dengan kakaknya dengan bahasa Jawa yang jelas aku hanya mampu meraba-raba artinya. Dan aku memintanya tuk memilihkan buku bagus yang tersusun di raknya. Lalu dia pun memberikan sebuah buku yang berjudul “Allah Jalla Jalaaluhu”.

Kontrakan ini teramat sederhana, bahkan tak ada alas tidur seperti di tempatku. Tapi kenapa aku senantiasa melihat mereka begitu fresh di siang hari. Dan kini, aku pun harus tidur dengan alas tikar lipat itu. Aku berpikir sesat, “mungkinkah aku bisa tidur?”.

Saat mebaca buku yang teramat hebat itu mataku mulai berat tuk melihat dan konon katanya jam sepuluhan malam aku sudah terlelap. Terlelap dalam mimpi tentang mempertahankan kejujuran. Wah sungguh aku tak biasa tidur sesore ini selain di rumah orang tuaku.

Adzan subuh baru saja dikumandangkan dan aku melihat sahabat-sahabatku itu sudah siap beranjak pergi menuju kemenangan. “Akhi, afwan airnya habis, sekarang memang di sini lagi sulit air. Kita wudhu di mushola saja.” Begiulah kira-kira kalimat yang terucap dari bibir sosok B.

Aku pulang dari mushola lebih akhir dibanding mereka. Aku sedang menikmati mushola ini. Mushola di mana jamaahnya beragam asal daerahnya. Karena kebanyakan dari mereka adalah perantau. Tapi mereka sudah sangat membaur, termasuk dengan penduduk asli yang juga tak kalah ramah.

Setibanya di kontrakan mereka, aku melihat sosok A sedang tilawah dengan khusyunya. Sementara sosok B sedang fokus pada Al Qur’an Digitalnya. Dia sedang mencoba mengkoreksi hafalan Surat Yusuf-nya. Lalu dia pun menyodorkan mushaf Al Qur’an padaku. Dan aku pun mulai terbenam dalam lantunan kalam Illahi. Subhnallah.

Terima kasih Tuhan, kini aku tahu siapa sebenarnya sahabatku itu. Dan aku harus banyak belajar dari mereka. ๐Ÿ™‚

Iklan

Responses

  1. mungkin semua orang di sekitar kita bisa menjadi guru..
    salam

  2. Memang pelajaran berharga kadang kita dapatkan dari orang-orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Selamat mendapat pencerahan Mas Achoey.

  3. kita akan dengan sahabat ketika kita membutuhkannya… ๐Ÿ˜€

  4. teman di kala susah, itulah sahabat sebenarnya…

  5. Subhanaallah…keren sekali temen2 akang..

    Jadi inget sama temen2 smuku dulu…senior di kampusku..

    i’m really miss it :((

  6. Haduhh, sempet kaget waktu mbaca “mengahabiskan mala bersama” hehe
    maff…
    Satu lagi bang yang buat kita bisa lebih dekat lagi, yaitu dima kita sama2 mencari makna sesungguhnya hidup ini, saat kita sama mengharapkan keridoanNya, membahas isi kitabNya, sholat dibulan romadhon, dimana kita merasa sama2 berjuang untuk meraih hidayahNya
    karena pada saa-saat seperti ini pikiran kita sama2 fokus hanya kepadanNya. Aku merasakan kebersamaan yg amat menyatu saat aku dan sahabatku membahas isi alquran walau dengan ilmu pengetahuan yg masih sgt nihil, aku merasa lebih dari sekedar sahabat.

  7. Assalamu`alaikum … salam ukhuwah

  8. sahabat yang baik

  9. Selain itu, teman bkl ketauan karakternya pas mukhayam, naek gunung misalnya.
    Salam buat bacaleg ๐Ÿ™‚

  10. subhanallah… semoga sahabat sejati itu selalu bersama ๐Ÿ™‚

  11. Subhanallah, sahabat yang luar biasa…mengajak kita menuju jalan kebajikan dan lebih dekat dengan Allah SWT, amien

  12. Subhanallah…beruntung kang achoey memiliki sahabat dekat seperti itu, mereka juga dekat padaNYA ๐Ÿ™‚

  13. memang kalau kita ingin jadi orang baek, kita harus berada dilingkungan orang baek…..

  14. wah kalo saya hampir setiap malam nginep dirumah sahabat saya…
    saya sahabatan dari sd sampe sekarang…
    bertiga….

  15. sedekat saat sekarang saya tengah merindukan sahabat dekat saya yang sudah lama menghilang

  16. Kalau mau mengenal saya kan gak mungkin bermalam dirumah saya bang, jadi gimana caranya?

  17. aQ rindu sm arti sahabat. aQ g nyangka terkadang g semua kebaikan bisa membuat org lain (baca : sahabat) juga berbuat baik untuk Qta. Bukankah dalam sebuah hubungan, timbal balik itu perlu. aQ harus benar2 bercermin untuk bisa paham mana sahabat dan mana yang bukan. ๐Ÿ™‚ Senangnya kakak bs dpt sahabat seperti mereka. Alhamdulillah

  18. sungguh menarik tulisan mas achoey. betapa selama ini kita hampir tak pernah memperhatikan sahabat2 kitsa akibat kesibukan yang terus menumpuk, apalagi ketika sudah masuk dalam ranah kehidupan rumah tangga, hiks. makasih mas achoey, sudah berbagi hikmah pengalaman.

  19. sahabatan yuk…

    salam ukhuwah ๐Ÿ™‚

  20. Pengalaman hidup memang pelajaran yang paling berharga…
    keep on learning..
    salam ๐Ÿ™‚

  21. Salam
    Akh persahabatan indah, sahabat yang menyebarkan wangi kesturi. Subhanalloh

  22. tentang sahabat : sahabat sangat berharga ..terlebih keberadaanya ..akan sangat terasa jika dia telah pergi tuk selamanya

  23. Subhaanallaah. Semoga kang Achoey “tertular” virus yang baik ๐Ÿ™‚

  24. Aku sangat dekat dengan sahabat2ku, namun karena sangking dekatnya terkadang ada “harga” yang harus dibayar…. Itu karena aku orangnya sangat terbuka dan sangat berterus terang sehingga jikalau ada kelakuan sahabatku yang kurang etis atau tidak kena di hatiku, aku segera “menyerangnya”, namun tentu semua itu dimaksudkan agar ia menyadari kesalahannya. Sebenarnya akupun orangnya konsekuen, kalau aku berbuat salah, aku rela sahabtku “menyerang”ku agar aku menyadari kesalahanku dan membuat aku menjadi manusia lebih baik lagi….

    Namun di masyarakat kita, tidak semua persahabatan dapat berjalan seperti demikian, banyak orang2 yang masih menilai persahabatan adalah hubungan yang indah2nya saja….. sedangkan yang buruk2 sebaiknya kita biarkan berjalan sendiri2……

    Jadi, ya biarkanlah, jikalau ada sahabat2 yang akhirnya “putus” dariku, itulah resiko atau harga yang harus saya tanggung….. Meskipun di dalam hatiku, insya Allah, aku tak akan pernah memutuskan tali silaturahim……..

  25. wew….sahabat-sahabatnya mantabs betul…

  26. Senangnya punya sahabat… kadang aku iri melihat seorang dapat sahabat yang baik….sedang aku sendiri siapa ya sahabatku ? rasanya selama ini hanya ada suami yang selalu setia disampingku….dia mengajariku untuk selalu dekat dengan Allah swt, dia juga mengajariku untuk selalu bersabar menghadapi semua permasalahan….ah…pokoknya banyak deh…
    Tapi aku jadi tidak tau rasanya bersahabat dengan teman2ku…..subbhannallah aku tetap harus bersyukur atas nikmat ini.
    Salam,
    Listiana Advokat

  27. temen yang tidak mengabaikan atau melupakanmu, bahkan ketika dia menemukan seseorang yang jauh lebih baik darimu… itulah yang dinamakan sahabat baikmu

  28. sayapun merasa beruntung sekali memiliki sahabat sebagaimana sahabat saya.. satu yang paling dekat dan banyak lagi sahabat sahabat yang mungkin datang hanya sejenak dalam kehidupan tapi telah sangat banyak meninggalkan makna yang tidak akan pernah terlupa ๐Ÿ™‚

  29. alam takambang jadi guru, hehehe

  30. betul kang… kita harus belajar dari tiap orang….dan tiap hal.. ๐Ÿ™‚

  31. Hmm… satu lagi bagian dunia yang sudah mulai hilang… Dengan keteguhan dan keikhlasan, insya Allah, dunia ini akan kembali

  32. sahabat ntu bisa jadi buat inspirasi buat kita!
    dari dia jahat dengan kita!
    sampe kita suka sama dia!
    wekekekekekekekekekek!
    apaaannnn nggak jelas!
    heheheheh

  33. Salam persahabatan! Mari belajar saling memahami dan berbagi. Saling support, saling isi.

  34. Sahabat yang sangat dekat itu
    adalah diri kita

    Achoey yang inspirasional

  35. senang yah klo punya sahabat yg bisa jd inspirasi apalagi motivasi buat diri menjadi lebih baik…aku pengen ky gituuuu!!! ๐Ÿ˜‰

  36. subhanallah, alhamdulillah dikaruniai Allah sahabat2 yg baik dan bisa membawa kita pada kebaikan ๐Ÿ™‚

  37. asyiknya mabit bersama sahabat ๐Ÿ™‚

  38. Kedekatannya bagaikan makanan; tanpanya kita bakal kelaparan.

    Ah, bersyukurlah, Kang Achoey!

  39. yup..
    ngobrol sebentar di miejanda,
    saya bisa merasakan bagaimana sahabat2 yang terlibat dalam mie janda bener-bener memahami dan menghargai persahabatan..

    salut boss.

  40. Jadi malu, aq tidur di akhwat2 sahabatku karena:
    1. Mabit, emang agendanya lg itu
    2. Di kos kosong, gak da orang, takut ketemu kunti, PO bersaudara
    3. Ada tugas yg harus segera dikumpulkan
    Salut….. Kalo yg benar2 menjalin silaturahmi yg tulus karena Allah………………
    bagus2.
    Salut…………….dah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: