Oleh: achoey sang khilaf | Juli 29, 2008

Gadis Berjilbab Itu (Fiksi)

Dia buka kaca jendela mobilnya itu. Mengintip dari dalam ke arah lautan keceriaan. Anak-anak kecil berlarian di luasnya halaman “Rumah Tuhan”. Di pojok timur halaman berdiri tegak panggung sederhana. Di background panggung terbentang spanduk dengan bertuliskan “Festival Anak Soleh Kelurahan Cinta Kasih”. Betapa indahnya suasana pagi itu.

Lelaki muda itu turun dari mobilnya. Menghampiri keramaian yang menenangkan. Di depan panggung itu berderet kursi yang semuanya sudah terisi. Dilihatnya begitu banyak orang tua dengan mata berkaca-kaca dan senyum mengembang bangga. Mereka menyaksikan anak kesayangan mereka tampil di atas panggung dengan penampilan terbaiknya. Hafalan Qur’an itu terdendangkan dengan syahdu. Dari bibir-bibir mungil yang masih belum terbebani begitu banyak dosa. Ah betapa lelaki muda itu merindu.

Saat dia hendak membalikan tubuhnya, mengarah langkah ke arah parkir mobilnya. Terdengar syahdu suara merdu sang pembawa acara dari atas panggung. Tiba-tiba langkahnya terhenti seolah tersihir suara tadi. Dan ketika dia mencoba mengarahkan pandangan, dia pun tersadar. Dilihatnya sosok wanita muda yang begitu anggun dengan jilbabnya. Tak salah lagi, wanita itu adalah mantan karyawati diperusahaannya dulu, yang dengan sangat terpaksa dia pecat karena karyawatnya itu menetapkan diri tuk mengenakkan jilbab.

Lelaki itu tertunduk lesu. Penyesalan yang tak lagi terelakan, penyesalan yang terus menghantuinya. Dan dipikirnya, hanya ada satu cara tuk menebus kesalahannya itu. Yakni dengan menikahinya, menikahi gadis berjilbab putih yang teramat tegar itu. Semoga saja tindakannya ini tidaklah salah.

Iklan

Responses

  1. Pertama… 🙂

  2. Pemecatan dibalas dengan pernikahan…. hmmmm 🙂

  3. Endingnya dy jadi nikah g kang?

  4. saya tidak pake jilbab 🙂
    berati bukan cerita tentang saya ya….

    *ngarep on*

  5. Salam
    Kalau ga dipecat mungkin lelaki itu ga akan berkeinginan menikahi sang gadis kan? 🙂

  6. Betul pak Achoey, ada berbagai cara untuk menebus kesalahan seperti di dalam kisah tersebut. Saya bersedia pak, untuk menjadi bapak direktur itu :mrgreen:

  7. memang banyak sekarang perempuan nggak boleh kerja, biasanya sih perusahaan swasta!
    tanya kenapa!

  8. Kok cuma sepenggal choey? Penasaran nie..
    Miejanda membolehkan karyawannya pake jilbab kan choey?

  9. siapakah perempuan tersebut … ?

  10. aku suka gadis berjilbab!!!

    btw, blog saya pindah alamat, jadi kalo mo komen ke yang baru aja yah…..

  11. oooo menikah ya?
    intinya teuteup aja pengen nikah,,hehe

  12. salam kenal aja deh…… blum mau comment dulu….

  13. kang,mengapa dgn harus menikahinya utk membalas semua kesalahan dari laki-laki itu?apa tidak ada dengan cara yang lain?

  14. wahhh mantap ceritanya kang

  15. siapakah wanita beruntung itu?

  16. Ga ada niat nerbitin buku mas? Ato malah udah pernah?

  17. keknya si akang ni beneran udah pingin nikah 😆

  18. Wah kak, ap ga t’lalu b’lebihan kak menebusny dgn pernikahan? Klo tnyt si gadis dah punya suami gmn? :mrgreen:

  19. Salam

    yoi beruntung sekali sang wanita itu

  20. Salam

    Balik lagi ah masih ada yang ketinggalan ‘ Nikah ‘

    Eunak tenan mas

  21. wagh..kang achoey mulai beri tanda2 sepertinya 😉

  22. saya juga mau pecat karyawan ah, biar kayak cerita di atas, he…he…
    *kabur, pontang panting*

  23. Masalahnya apa si wanita juga mau menerima cintanya? Cintakah atau hanya mau memperbaiki kesalahan?

  24. Kesalahan “duniawi” dari lelaki yang memecat wanita berjilbab itu adalah karena ia melanggar hak azasi manusia dalam berekspresi. Jilbab adalah salah satu bentuk ekspresi bahwa ia seorang Muslimah yang taat (dalam hal berpakaian minimal) yang seharusnya dijamin kebebasan ekspresinya…….

  25. Terlalu mahal sepertinya kesalahan itu mesti ditebus. Terlalu riskan juga rasanya kesalahan memecat orang mesti ditebus dengan menikahi orang yang dipecat. Tidak relevan menurut saya. Kecuali memang sudah terlebih dahulu hadir rasa cinta di hati sang pemecat.

  26. achoey lagi rajin nulis fiksi nih…. tapi berangkat dari realita kan???

  27. aku bayangkan yang diasakan laki-laki itu begini:
    tiba-tiba hatinya tersentuh keanggunan wanita itu. jilbab itu. yang sebelumnya terasa begitu salah, kini menjadi begitu indah. dan gadis itu… ah, ke mana mata dan hatinya selama ini, hingga tak mampu melihat keindahannya?
    jantungnya sejenak berhenti berdegup, namun mendadak berdetak lagi, kian cepat, kian cepat. kehangatan menjalari sekujur tubuhnya. hangat, atau sejuk? tak jelas. hanya rasa nyaman yang tak terlukiskan.
    apa yang dirasakannya ini? apakah hanya rasa bersalah karena telah memecatnya? atau rasa yang tumbuh seketika?

    gimana? 🙂
    salam kenal ya…

  28. Nice blog…
    Thanks atas nasehatnya. 🙂 Skrg keluargaku udah rukun lagi. Nyokap udah balik, adekku udah nemu jalan keluar untuk masalahnya. Alhamdulillah.

  29. tanda2 akan menikah ya..??

  30. Yang relavan adalah menerimanya kembali di perusahaan. Memberi jabatan yang bisa dikatakan “sebuah kepercayaan”. So kyakna yang tpat Bukan dgn mlamar tuk lgsg mnikahinya. Tp “melamar” nya tuk bkerja diperusahaannya.;) Udah tau jawabanny kan?hehehehe selamat mencoba

  31. Asslm Achoey.. cerita tadi true storykah ?.. Btw lama tidak mampir.. ada cerita baru ttg bisnis saya.. mohon doanya ya.. ;p

  32. sebegitukah seorang wanita berjilbab tersebut…???

    Tapi ini hanya fiksi kan akhi…?

    Semoga Allah selalu mudahkan urusan antum…

  33. sudah saatnya mas achoey nerbitin buku nih. teks2 fiksinya bagus juga, kok

  34. He?
    Kok dibalas dengan pernikahan ?
    Wah…..
    Ada udang dibalik bakwan, nih…
    Tapi sayang bakwannya sudah saya makan..he..he…

  35. its so weird?ada banyak cara untuk menebus sebuah kesalahan,klu membaca ini sebenarna sang pemuda ituh sudah jatuh hati pada si gadis seblmna,kok tiba2 bs langsung ingin menikahinya kan aneh…
    tapi terserah aa’ ajah dech yg membuat cerita..:)

  36. hmm.. menebus kesalahan dengan menikahi..?
    kalo saya jadi wanita itu, hmm.. pikir2 dulu deh diterima pa ngga. hehe.. 😉

  37. Iya stuju! Baiknya keduanya menikah aja biar si mantan bos gak merasa bersalah seumur hidup hehe…:D

  38. he g melu

  39. bagussss !!!
    good


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: