Oleh: achoey sang khilaf | Agustus 27, 2008

Saya Bukan Siapa-Siapa, Tanpa Kasih Sayang-Nya

Saya masih bisa tersenyum saat terbangun, meski tak ada yang membelai lembut dan memberi kecupan selamat pagi. Maklum saya hidup di perantauan sendiri dan belum beristri. Tapi sudah sepantasnya memang saya tetap bersyukur pada Illahi Rabbi, bagaimana tidak jikalau bukan karena kasih sayang-Nya mana bisa saya terbangun di pagi hari dan beranjak pergi menjemput rejeki setalah waktunya tiba.

Sebagian besar waktu terjaga saya memang saya habiskan di luar rumah. Bukan karena saya benci rumah kontrakan sederhana tempat saya berteduh dan memejam mata. Toh untuk mengusir kepenatan bisa saja saya manjakan diri dengan menonton TV, menonton film baru meski bajakan, mendengarkan musik, berkaraoke ria, atau bermain game di komputer dan laptop yang tersedia.

Sepulang kerja saya lebih suka menjadi pelayan di kedai sederhana. Saya merasa puas jikalau bisa melayani pelanggan sepenuh hati. Saya tak khawatir reputasi saya luntur gara-gara menjadi pelayan kedai, saya juga tidak khawatir tidak laku karena perempuan melihat saya sebelah mata. Toh nyatanya malah banyak pelanggan yang menitipkan salam untuk saya ketika saya tidak ada di sana. Mungkin di mata mereka jarang-jarang ada pelayan tampan (hehe narsisnya kambuh).

Saya tahu, saat ini saya harus bekerja keras. Tapi tak hanya itu, saya juga harus bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Karena saya punya pandangan akan masa depan. Dimana saya harus menjadi sosok yang sukses, yakni sosok yang tak memposisikan tangannya di bawah, tapi di atas. Sosok bisa membuat bangga kedua orang tua, adik-adik tercinta dan juga istri dan anakku kelak.

Saya tidak merasa rugi ketika saat ini saya tak bisa melihat indahnya kerlap-kerlip lampu kota. Karena di hati saya, saya sedang melihat cahaya. Yang semakin hari, semakin nampak adanya, semakin hari, semakin menerangi langkah perjuangan saya. Dan saya tetap mempertahankan keyakinan, bahwa kesuksesan sudah mulai ada di genggaman.

Semoga saya tak lekas puas, atau terlupa pada hakikat tujuan semula. Karena saya tahu bahwa saya bukan siapa-siapa, tanpa kasih sayang Allah.

Iklan

Responses

  1. ya betul sekali,
    tanpa kasih sayangNya, kita bukan siapa2
    sebuah refleksi mendalam tntng
    keharusan merasakan kehadiranNya
    di dalam diri kita
    good good

  2. kalo di pikir-pikir emang bener mas..
    kasih sayang dan nikmat Allah itu tak pernah terhingga,
    sampai mati pun nanti Allah akan tetap memberi kasih sayangnya sama kita..!!
    indahnya kalo ngomongin Allah SWT.. 🙂

  3. mari kita senantiasa berdzikir kepada Nya

  4. salah satu yang sulit dalam hidup ini, bersyukur kepada Allah, SWT……

  5. “Mungkin di mata mereka jarang-jarang ada pelayan tampan”
    😆 penyakit! parah..

  6. pertanyaannya apakah kita sudah bersyukur kepada-Nya!

  7. ah… jadi apapun kita… jgn sampe lupa berssyukur ^^ …

    Hidup Kang Achoey…!!!

  8. That’s true Brother…
    Surely.

    Ehm, Ramadhan beberapa hari lagi; semoga umur kita nyampe ke sana… 🙂

  9. Kerja ikhlas… Mudah2an kita selalu tetap begitu…
    makasih kang, wejangannya… 🙂

  10. setuju mas, hamba yg tidak sayang dan tdk pernah mengingatnya saja tetap di sayangi apalagi hamba yang senantiasa bersyukur dan mengingatnya. semoga segera mendapatkan bidadari yg senantiasa membelai di waktu azan subuh menggema tuk bangunkan mas agar segera bersyukur kembali. amin
    weleh secara bisnis wedding plan ku menunggu loh. salam

  11. bekerja cerdas dan bekerja ikhlas…
    aku mau.. aku mau… 😀

  12. Jangan terlalu memaksakan diri. Bersyukur sama Allah setiap saat.

    Sukses kang…

  13. Semoga harap dan pinta doa itu dikabulkan… dan menjadikan kita sebagai hamba yang mempersungguh ibadahnya.

  14. nice posting mas Achoy …
    Sekali lagi diingatkan untuk slalu bersyukur.
    Kedainya dimana mas?
    Kapan2 saya mampir deh … ^_^

  15. jadi pelayan kedai? keren lagi! aku inget dulu jaman kuliah sering sempetin waktu jalan-jalan ke konter sepatu di suatu mall, karena pramuniaganya ganteng…. 😛

    kalo di rasakan sebenernya, pasti kita tahu bahwa Allah menyayangi kita dengan nikmat yang begitu banyak dan kadang tidak kita sadari. kalo pas lagi sadar, bisa sampe nangis…

  16. barusan komen serius, kayanya masuk sepam deh….

  17. selamat romadon , mohon maaf lahir batin 🙂

  18. kang numpang oot…
    mw ikut ke botani ndak?? jam 4 di botani ya kang hari ini!
    afwan kang mendadak!! ada aku, bunda, bu desi, insyaAllah pak pras, dll ayo kang!!

  19. ah kang, nggak melihat kerlap kerlip lampu di kota tapi yang penting hatinya ngrasa kerlap kerlip, kan gk masalah 😉

  20. emm..kapan2 jadi pengunjung misterius akh,pan liat a’choey heheh
    tapi kedainya dimana ya?bole taukah?

    ya a’choey keep stru99ling yaa,ikhlas dan bersyukur selalu kepadaNya niscaya nikmat TuhaN tiada tara:)

  21. Menghidupkan cahaya Tuhan dalam hati akan lebih bermakna, membuat hidup semakin hidup 🙂

  22. Dia memang Maha Kasih..
    Semoga kita selalu dalam lindungan kasih-Nya..
    amin.

  23. jadi pen mampir kekedainya a’choey,belaga jadi pengunjung misterius eheheh..
    tapi..tapi..tapi..kedainya dimana yakh?bole taukah?

    keep struglin9 a’choey and teutep semangad,iklas dan bersyukur selalu maka nikmat TuhaN tiada tara,semo9a AALAH selalu merahmati kita semua aminn..:)

  24. Simple thought

    Tapi penuh rasa syukur dan optimisme.

    (jadi duduk2 sendirian ngelamun)

  25. ah, postingan akh achoey menyentuh…
    😥

  26. Judulnya mirip syair lagu…
    :Aku bukan siapa- siapa untukmu (D’masiv)
    yang ini “Saya bukan siapa-siapa (D’Achoey), hehehehehe

  27. saya juga bukan siapa2 tanpa kasih sayangNya…

    kasih sayangNya yang mengeluarkan saya dari kegelapan..
    kasih sayangNya yang menerangi langkah saya..
    kasih sayangNya yang membuat saya belajar menyayangi…
    kasih sayangNya yang membawa saya sampai pada hari ini..

  28. hu hu hu 😥

    betapa besar kasih sayangNya..

  29. saya salut sama kerja keras achoey 🙂

  30. yupi…semuanya milik-Nya

  31. […] Saya Bukan Siapa-Siapa, Tanpa Kasih Sayang-Nya […]

  32. Saya bukan siapa-siapa tanpa kang Achoey … halah, comment gak nyambung De.

    Maafkan saya jelang ramadhan ya kang 🙂

  33. Salam
    Tapi meskipun bukan siapa-siapa kang achoey kan mempesona *halah* 🙂

  34. Saya siapanya kang Achoey?
    *garuk-garuk*

    tetep ganteng ya biar tetep laris hehehe

  35. Selamat menjalankan ibadah puasa. Kita bukan siapa-siapa tanpa kasih sayang-Nya. Karena itu manfaatkan 10 hari pertama, hari penuh kasih sayang-Nya.

    Juga 10 hari kedua dan ketiga. 🙂

    mohon maaf lahir dan batin.

  36. Yang terpenting mungkin bukan “Saya ini Bukan Siapa-Siapa”…tapi….”Saya Ini Siapa”.

    Manusia tidak akan dapat mengenal Allah.S.W.T, tanpa terlebih dulu mengenal dirinya sendiri. Perjalanan makrifat memang panjang dan unik, tapi intinya adalah pengenalan terhadap diri sendiri.

    Tetap semangat, Kang…jadi pelayan bukanlah hal yang rendah (coz I was in that position, too). Malah nilai ibadahnya tinggi, setiap kali bisa buat pelanggan tersenyum….

    Motto Pelayan 2009 :
    “Siapa saja yang mempermudah urusan orang lain, maka sesungguhnya ALLAH akan memberikan banyak kemudahan dalam hidupnya”.

    Amiiien…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: