Oleh: achoey sang khilaf | September 2, 2008

Anak Adalah Amanah, Perhatikanlah!

Dalam perjalanan menuju tempat kerja tadi pagi, aku melihat dua anak laki-laki usia sekitar 4 atau 5 tahunan sedang beradu mulut. Aku berhenti sejenak, aku ingin memastikan mereka tak terlalu berlebihan. Kudengar anak yang satu menantang berkelahi dengan lantang, anak yang satu lagi menyatakan tak bersedia. Tapi penantang itu menunjukan keseriusannya dan akhirnya anak yang ditantang tadi menyatakan OK. Tapi untungnya si penantang ciut nyalinya dan dia pun berlari. Semoga saja perkelahian duo cilik itu tak terjadi.

Yang jadi pertanyaan bagiku adalah dari mana mereka bisa berbuat seperti itu. Dari mana mereka belajar tentang kekerasan, dari mana mereka belajar ketidaksopanan? Apakah dari orang tuanya yang sering bertengkar di rumah? Apakah karena banyak orang dewasa yang menunjukkan sikap kekerasan di depan matanya? Atau kah dari media tontonan yang bukan tuntunan?

Di lain waktu, beberapa hari yang lalu ada seorang anak laki-laki dengan usia sekitar 6 atau 7 tahun menyapaku dan memegang-megang pipiku. Aku berlaku ramah padanya, dan memang seharusnya begitulah perlakuan orang dewasa pada anak seusia mereka. Aku mencoba memberikan beberapa pertanyaan. Salah satu pertanyaanku adalah siapakah nama Nabi atau Rasulullah. Dia menjawab “Allah”. Kuulangi lagi bertanya dan jawabannya pun sama. Dia mengaku sudah duduk di bangku kelas 1 SD.

Yang jadi pertanyaan bagiku adalah bagaimana bisa seorang anak kelas 1 SD belum tahu siapa Nabi atau Rasulullah tauladan bagi umat Islam. Padahal selayaknya pengetahuan agama sudah ditanamkan sejak semula, dan kedua orang tualah yang bertanggung-jawab melakukan itu.

Kejadian-kejadian di atas menjadi ibroh buatku agar aku lebih memperbaiki diriku. Karena kelak jika ada usia aku toh akan menikah. Aku akan menjadi suami dan aku pun insyaallah kan menjadi seorang bapak dari anak-anakku. Dan posisi ini bukan suatu yang mudah, sungguh merupakan amanah. Karena aku berharap bisa membina keluarga yag sakinah mawaddah warahmat. Aku harus bisa mensejahterakan mereka di dunia dan menyelamatkan mereka di khirat. “Ya Allah, bimbinglah hamba-Mu yang lemah ini!”

 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim (66): 6)

———————————————————————-

Sahabat, selamat menikmati indahnya kesyahduan kekhusyuan di bulan suci
Selamat menikmati getar cinta hakiki yang makin ketara terasa
Maafkan jikalu blog ini jarang up date, kalian tahu alasannya
Mohon maaf lahir dan bathin

Responses

  1. biasanya seeh a’lingkungan sekitar sangad berperan penting dlm pergaulan,bisa jd mreka kebanyakan nonton pilm yg nda jlas spti yg ditayangkan di tv,sinetron salah satunya,bisa j9 melihat orang tuanya,kaka ato sodara ato tmn2nya,klu yg kedua tentu sajah orang tua sangad berperan penting dlm mendidik anak terutama masalah akidah,agama utamanya,seyogyanya orang tua sdh menanamkan sejak dini ttg siapa ituh ALLAH,apa ituh alquran,jug siapa nabi kita,dr hal kecil dulu..

    miris ya a’ klu melihat ituh?

    meng”amin”kan keinginan a’choey diparagraf yg terakhir..:)

  2. hayuuuuk sama2 berbenah diri…banyak belajar… biar bisa mengajarkan kebaikan kpd anak2 kita dan anak2 sekitar

  3. anak merupakan generasi penerus bangsa, kalau penerus bangsanya hancur.. ya tinggal tunggu saja keruntuhan bangsanya..

  4. Kejadian-kejadian di atas menjadi ibroh buatku agar aku lebih memperbaiki diriku. Karena kelak jika ada usia aku toh akan menikah. Aku akan menjadi suami dan aku pun insyaallah kan menjadi seorang bapak dari anak-anakku. Dan posisi ini bukan suatu yang mudah, sungguh merupakan amanah.

    amiiin
    Semoga Allah mendengarkan harapan saudaraku ini

  5. hihi blom punya anak😀

  6. anak-anak mudah sekali mencontoh atau meniru apa saja yang ada di lingkungannya, tinggal bagaimana orangtua menciptakan lingkungan yang baik bagi anak-anaknya. karena anak memang titipan/amanah.. orangtualah yang menjaga amanah tsb dg baik..🙂

  7. ka, ini blog Qu.

  8. wah calon bapak yang kompeten, tinggal nunggu calon istri ni.. *atau udah punya😀 *

  9. anak adalah sebuah titipan yang wajib dijaga dan dididik supaya bisa mengerti bagaimana ia seharusnya bersikap….. anak adalah tanggung jawab orang tuanya…..

  10. Mantap kang …… kapan nikahnya to ?

  11. Smg lekas bertemu dengan sang bidadari agar bisa mewujudkan cita2 menjadi ayahanda yg baik, amin..
    Met puasa, maaf lahir batin jg yaa..🙂

  12. semua gara – gara tv..so turn off ur tv…

  13. membina mereka memang gampang2 susah.. yg penting beri saja mereka contoh yang baik..

  14. Mengenai hal tersebut diatas, selain tentunya adalah tanggung jawab kedua orang tua dan orang2 minimal dilingkungan rumah, tentu sekolah tempat terdekat setelah rumah. Pengalaman, anak2 yng dari play group-tk-nya islami, biasanya lebih tau banyak dan mreka mungkin karena apa yg mereka denger di rumah dikukuhkan di sekolah, jadilah gitu tertanam dibenak mereka. Bahkan mreka dapat mengomentari tayangan tv yang gak masuk akal dan cenderung ke musryik…..
    Jadinya selain bimbingan dari rumah, sekolah2 islami baik buat anak2 bila niat untuk menanamkan nilai2 agama sedini mungkin😀

  15. iya..anak memang amanah..marii kita jaga dan didik dengan baik baik..

  16. Selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan ramadhan nan penuh ampunan, semoga segala amal ibadah kita diterima dan disempurnahkan oleh Allah SWT, amien.
    Mohon maaf lahir dan batin, Rita and fam.

  17. Saya yakin sehebat apapun kita berusaha akan sulit untuk menjaga dan membimbing anak kita. Benar kata mas hanya Allahlah yg mampu menjaga anak kita kelak. Oleh karena itu sejak dalam kandungan ada baiknya kita selalu berdoa dan meminta bimbingan pada Nya.

  18. Kang Achoey rupanya sedang mempersiapkan segala sesuatu itu di bulan yg penuh berkah ini ya, selamat kang semoga lancar..
    Selamat menikmati indahnya Ramadhan juga,
    maaf lahir bathin ya..

  19. Anak adalah amanah !!!
    kita wajib mendidik dan mengarahkan kepada jalan yg benar !!
    tetapi ada juga Nabi sebelum rasulullah yg anaknya membangkang kepada ayahnya !!!

  20. apalagi kalau saya liat anak kecil lomba nyanyi dengan pakaian yang senonoh..
    bener2 saya pinign ngeliat orangnya model apa..
    dan saya SHOCK! orang tuanya berjilbab.. tapi kenapa anaknya di beginiin..
    wah hancur lah dunia..
    parah banget..
    pingin rasanya memberi saran kepada seorang ibu yang meremehkan masa kecil seorang anak

  21. Kita harus sangat berhati-hati dalam mendidik anak kita apalgi di zaman sekarang yang cenderung menjauhkan manusia untuk mengenal Tuhannya, sering jebakan teknologi membawa kita semakin jauh dengan Tuhan

  22. mendidik anak sebaiknya di mulai sebelum si anak lahir. pendidikan pra lahir baik itu kecukupan gizi, menjalin komunikasi dengan anak dan menanankan nilai agama sudah selayaknya ada di masapra lahir.

    peran suami adalah menjaga ke hangatan di rumah tangga dan membawa suka cita selama masa kandungan.

  23. Salah satu faktornya karena anak dari kecil di didik sama televisi mas. Dah ortunya nggak ngerti agama terus anaknya juga di umbar tanpa di arahkan ditempat yang benar

  24. bukankah apa yang dilakukan anak adalah cerminan dari apa yang diajarkan oleh orang tuanya😀

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin😉

  25. Ilmu agama adalah dasar yang harus ditanamkan orang tua sejak dini,..Naudzubillah bila ada orang tua yg lalai mengajarkan pentingnya agama pada anaknya. Bgaimana nanti mereka dimintai pertanggungjawabannya kelak? Astaghfirullah..ironis sekali..

    Semoga kita dan keluarga senantiasa diberkahi iman Islam hingga ajal menjemput, amin..

  26. umur 5 taun dah ngajak brantem, parah juga yak ternyata anak-anak sekarang. Bakalan repot ndidik anak niy nanti.

  27. susah ya jadi orang tua!
    wekekkekeke!

  28. bener kata trendy, jadi orang tua itu susah makanya sy takut menikah hahahhaahhaahhahahaha alasan!

  29. ndak mau punya anak perempuan buad kedepannyah..
    repot..😦

    salam kenal..🙂

  30. Lingkungan yang keras, Tayangan TV yang menampilkan adegan kekerasan kadang jadi pemicu mereka bisa dan berani bertarung alias duel. Anak cenderung MENIRU, tugas kita lah untuk mengarahkan mereka, apakah akan di jadikan preman atau insan yang berbudi pekerti baik?

  31. bukankah kita harus selalu mengambil ibrah dari setiap pengalaman?
    pengalaman hanyalah semata kejadian tak bermakna bila tidak dibarengi dengan menarik hikmah.
    selamat berpuasa kang achoey!

  32. untung ortu saya baik
    hehehe

  33. mulailah introspeksi diri, sudahkah anda menjadi ortu yang baik……!😛 “hebakan kata2 gw”

  34. Ya. saya percaya semua keadaan yang terjadi ada hikmahnya. Berpikir positif dan terus belajar adalah yang terbaik. Sama dengan saya. Anda suka mengambil hikmah kehidupan. Yuk bersilaturahim.🙂

  35. anak adalah anugrah indah dari yang diatas…

  36. Oh, kirain udah… *udah apaan hayoo😀 *

    Sesama bujangan, yg saya punya juga cuman teori mulu, Bro. Mula-mula di awal sekali; gmn mo pingin anak sholih/sholihat, “bikinnya” aja tdk/kurang sesuai prosedur: ga pake do’a dulu (misal), ato… kecelakaan (duh!). Memang anak terlahir fitroh, tp bukan berarti hal-hal di area tadi ga brpengaruh. CMIIW.

    Kedua ya lingkungan; bs ortunya sendiri, ditambah lain-lain (TV, tetangga, tmn main, etc).

    Msh ada faktor lain juga mungkin…❓

    …Karena aku berharap bisa membina keluarga yag sakinah mawaddah warahmat. Aku harus bisa mensejahterakan mereka di dunia dan menyelamatkan mereka di khirat. “Ya Allah, bimbinglah hamba-Mu yang lemah ini!”

    Aamiin, Bro…🙂

  37. anak adalah perhiasan

  38. Salam
    Iya kang jika amanh itu tidak bisa kita didik dan ajari islam dengan baik maka akhirnya menjadi fitnah kan?

  39. miris banget anak kelas 1 SD gak tau nama Rasullulah.

  40. hal2 yang mengganggu perkembangan anak harusnyah dihindari……kekerasan bisanyah dilihat di TV….
    keknyah udah siap nich….kapan sayah diundang nikahan? 😛

  41. menyia-nyiakan anak sama saja mengingkari rasa syukur kepada Tuhan. semoga kelak mas achoey menjadi ayah yang baik yang selalu dekat, penuh perhatian, dan sayang sama anak2nya, amiin.

  42. wahh,,kalo anak kecil bukannya kalo sikap2 kayak gitu biasanya dapet dari temen2nya…
    trus dari media cetak televisi dll..

    hah, tar dia besar juga ngerti sendiri.tergantung anaknya kale ya..hehe

  43. Tks pencerahannya…
    (info: ada pemerhati anak di http://www.bunoor.blogspot.com)

  44. menyia-nyiakan amanah adalah kianat, bukan begitu mas🙂

  45. Anak-anak seperti kertas putih…
    yang me-yahudikan dan me-nasranikan mereka adalah orang tua…
    Menyia-nyiakan amanah adalah dosa..

  46. maklum masi kecil…
    yg hobi berantem kemungkinan kelebihan testosteron dan belom bisa mengendalikannya🙂

    yg ngga tau Tuhan-nya dan nabinya, Ibrahim juga mengalami proses mencari Tuhan di umur lebih dari itu kok🙂

  47. tulisannya selalu menyentuh, dan mendidik..!thanks ya bro

  48. yukkk sampaikan ilmu kapan saja, dimana saja.
    Terlebih pada generasi penerus kita.

  49. Banyak orang yg bisanya “bikin” anak aja, ngurusnya ga ngerti…

    Saya punya ide udah lama nih kang Achoey, kalau mau emang sepaham gimana kalu kita kampanyekan bahwa berita2 kriminal di tipi2 itu harus dihilangkan atau boleh tapi setelah jam 10 malem. Kebanyakan nonton kejahatan jadi ga merasa ngilu lagi liat tindak kriminal meskipun udah parah banget. Ini untuk melindungi anak2 dan juga orang dewasa. Kalau setuju, kita bikin bannernya… tulisannya nanti kita minta dari Komnas Perlindungan Anak atau Kak Seto, bisa juga dari Ayah Edi dan Pak Ariesandi.

  50. hiks hiks..
    bllm punya anak..
    calon istri aja bm ada yg ngelirik,huehehhe

  51. ah….pasti nikmat sekali menjadi orang tua ituh :dreaming:

  52. Kemarin ada yang bertanya kepada saya “De, ngapain sih sekolah S2 kalo cita cita menjadi ibu rumah tangga”

    Lalu saya jawab bahwa saya ingin pintar dan cerdas untuk anak-anak saya… dan dia diam.

    Akan saya ajarkan tauhid sebagai pelajaran pertama kehidupannya.

  53. He..he..jadi inget dulu pernah ditantang berantem…😀

    Put rasa setiap anak butuh orang tua yang perhatian…tidak hanya materi tapi juga nonfisik…

    Karena ternyata arti sebuah pelukan dan belaian dari orang tua kpd anak justru jauh lebih berarti dari ‘dengungan mobil mainan’

  54. @Rindu..

    Aih…mbak Rindu..mantap tenan jawabannya…Keren…

    Calon ibu yang kuereeen
    *numpang muji mbak rindu, ya, kang…he..he..

  55. anak adalah amanah, ladang amal untuk mengubah generasi kita saat ini, menjadi generasi rabbani, sang arsitek peradaban.🙂

  56. Syukron dah diingatkan friend..

    jaman semakin tidak karuan ya boss.. gaya hidup materialistic makin kental… orang tua harus serius dalam mendidik anak.

  57. ooohooo….
    betaa beratnya menanggung amanah yang satu ini….

  58. aku punya artikel mengenai anak almarhum Heri Santoso–korban pembunuhan dan mutilasi, silakan klik link ini :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/09/03/mirahel-belum-tahu-bapaknya-dibunuh-oleh-ryan/

    terima kasih

  59. dibaca lagi…dan tetep jadi orang tua itu susah.

    pasti banyak orang tua yg bersyukur kalau anaknya gede ngak jadi koruptor, pembunuh berantai, atau pengedar narkotik. amit amit dah!

  60. aku lupa baca dimana,
    tapi ada quote begini…

    “orang tua terkadang memberikan anaknya semua yang tidak sempat mereka miliki,
    namun lupa memberikan apa yang sesungguhnya mereka miliki…”

    pas banget sih sama gue.
    hehehe…
    bonyok gwe suka banget gwe belajar musik,
    because they like it dan dulu ga sempet belajar.
    tapi mereka lupa ngewarisin talent mereka,
    teater misalnya…

  61. Mantab Bang…😀

    Saya jadi inget sesuatu juga.

    Dulu, sekian belas tahun lalu, adalah hal tabu kalau anak kecil melihat perut/pusar perempuan.

    Tapi sekarang, rasanya sudah biasa.😦

  62. jangan menyakiti anak karena dia adalah anugrah yang ter indah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: