Oleh: achoey sang khilaf | Januari 28, 2008

Puisi Untuk Sang Jendral

Delapan Puluh Tujuh tahun kau menapaki bumi

Merangkak tanpa alas kaki

Hingga karpet merah kau lalui 

Tiga Puluh Dua tahun kau menjadi penguasa negeri

Hampir kau genggam selamanya

Dan mungkin sempat terlena 

Tahun Seribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Delapan mungkin dipandang sebagai akhir

Tapi sebenarnya awal

Dan kau terselamatkan

Dari kesalahan yang mungkin kan makin membumbung tinggi

Jika saja kau tetap di sana 

Pukul Satu lebih Sepuluh Menit

Di hari ke Dua Puluh Tujuh awal tahun ini

Kau kembali padanya

Di rumah sakit yang dahulu kau resmikan 

Andai saja kau masih bisa melihat

Berjuta air mata cinta mengiringi kepergianmu

Suasana yang hampir Sepuluh Tahun ini hilang

Dan ternyata kau amat mereka kenang 

Meski kau adalah sosok kontrofersi

Jasamu tetap terpatri pada nurani 

Entah apa yang kan terjadi setelah kau pergi

Nun jauh di alam sebenarnya

Kau kan menemui mahkamah

Mengadili setiap manusia atas apa yang pernah dilakukannya

Di alam perjalanan, dunia 

Innalilahi Wainnalillahi Rojiun

Semoga amal kebaikanmu di dunia diterima Alloh SWT. Amin!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: