Oleh: achoey sang khilaf | Maret 17, 2008

Kerapuhan yang Tak Terpatahkan

“Akhi, antum sudah layak untuk menikah, jadi bersegeralah.”

Kalimat ini terucapkan Sang Ustadz sekitar 1,5 bulan yang lalu. Sebenarnya kata “layak” di atas belumlah tepat untukku. Tapi kalo kata “darurat” mungkin tepat. Ustadz pun seharusnya tahu kalau aku masih sangatlah rapuh. Sebagai buktinya adalah bahwa aku memasukkan kata “cantik” dalam menentukan kriteria wanita yang kan kupersunting kelak. Dan kerapuhanku inilah yang membuat Ustadz berpikir ulang lalu memberikanku empat pilihan dari tadinya hanya satu tawaran. “Ustadz, maafkan ananda.”

Aku benar2 telah merepotkan Ustadz dengan rumitnya kriteria yang ku ajukan. Bukanlah sebuah hal yang mudah untuk mengabulkan keseluruhan dari kriteria itu. Itulah yang membuat aku maklum jikalau Ustadz akhirnya mencoba mengulur-ngulur waktu. Sampai kurang lebih dua puluh hari waktu itu meleset dari apa yang dijanjikan. Itu pun jika aku tidak mengikuti saran teman2 untuk segera menelepon Ustadz dan menanyakannya, mungkin Ustadz masih belum menyatakan bahwa biodata2 akhwat itu sudah tersedia. Disini aku mulai ragu, mungkin Ustadz belum menemukan sosok ideal seperti kriteria yang kuajukan, gumamku.

Beberapa waktu yang lalu aku dari rumah Ustadz dan pulang membawa empat biodata akhwat yang sebenarnya sedikit membuatku kecewa. Bagaimana tidak, biodata2 itu tidaklah lengkap. Padahal aku butuh lebih banyak lagi informasi sebelum aku menjatuhkan pilihan untuk kulakukan taaruf. Aku tak mau mengecewakan sosok yang kuajak taaruf kelak. Meski begitu, setelah kubacakan basmallah kucoba baca biodata mereka meski tetap samar. Benar2 aku hanya bisa mengetahui sedikit saja dari mereka. Umumnya hanya nama lengkap, tanggal lahir, pendidikan terakhir dan pekerjaan serta fas photo ukuran 3×4 saja. Dan aku terhempas.

“Maafkan ananda Ustadz jikalau saat ini hati ananda galau. Kesan pertama masih sangatlah sulit tuk buat hati ini sedikit cenderung pada salah satu pemilik biodata ini. Bukan maksud ananda tuk menapikan usaha Ustadz. Ananda kan coba lagi dengan shalat istikharoh, sebatas kemampuan akan kekhusyuan. Tapi seperti yang Ustadz tadi bilang bahwa jikalau tak ada satu pun yang membuat hati ini cenderung, maka Ustadz pun tidak mempermasalahkannya. Ustadz, afwan jikalau ananda masih teramat rapuh. Dan jika kelak ananda memiliki kecendrungan hati pada sosok akhwat yang bukan Ustadz kenalkan, maka ananda mohon agar Ustadz sudi mengenalnya dan memberikan masukan.”

Itulah gumamku sesaat setelah membaca dengan seksama biodata2 itu. Aku adalah Sang Khilaf yang teramat rapuh. Terlalu mengikuti kata hati. Mencoba menjamah harapan dengan bermodalkan berjuta keterbatasan. Dan semakin hari hanya semakin memperjelas reputasi rapuh yang tak terpatahkan. 

“Duhai tulang rusukku yang satu, kapan kau kan datang menyegarkan staminaku. Mengokohkan tubuh rapuh ini sehingga menjadi tegap. Terlelap dalam lembut cinta dan kasih sayang yang teramat indah. Sepanjang usia merangkai bingkai kehidupan, dalam penghambaan yang mencoba untuk sempurna.”
Ya Allah, tak ada lagi yang bisa mendengar kegundahanku selain Engkau. Karena hanya Engkau-lah yang mampu memberikan penawar dari canduku akan rindu.”
Iklan

Responses

  1. duuh.. jadi penasaran deh.. kira2 yg dipilih akang siapa yah..

    Maaf jika isi postingan ada perubahan dari mulai judul dan sebagian isi. Sehingga maknanya pun sedikit bergeser. Ini kulakukan sesaat setelah ku melakukan “sesuatu”. Sementara tulisan awal adalah sebelum “sesuatu” itu dilakukan. Sahabat, terima kasih atas kepenasarannya. 😀

  2. Saat ini, cara terbaik untuk menentukan kekuatan keputusan adalah dengan melakukan sholat istikharah. Insya Allah, engkau kan segera beroleh jawabannya 😉

    Maaf jika isi postingan ada perubahan dari mulai judul dan sebagian isi. Sehingga maknanya pun sedikit bergeser. Ini kulakukan sesaat setelah ku melakukan “sesuatu”. Sementara tulisan awal adalah sebelum “sesuatu” itu dilakukan. Sahabat, terima kasih atas sarannya. Ane kan coba lakukan. 🙂

  3. segera putuskan akhee kesihan akhwatnya…..

    Maaf jika isi postingan ada perubahan dari mulai judul dan sebagian isi. Sehingga maknanya pun sedikit bergeser. Ini kulakukan sesaat setelah ku melakukan “sesuatu”. Sementara tulisan awal adalah sebelum “sesuatu” itu dilakukan. Sahabat, terima kasih atas sarannya. 🙂

  4. Lama2 baca blog ini jadi kaya baca novel2nya Kang Abik…
    sejuk bener…

    Maaf jika isi postingan ada perubahan dari mulai judul dan sebagian isi. Sehingga maknanya pun sedikit bergeser. Ini kulakukan sesaat setelah ku melakukan “sesuatu”. Sementara tulisan awal adalah sebelum “sesuatu” itu dilakukan. Sahabat, terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu tuk membacanya. 🙂

  5. Sebagai teman, aku cuma menyarankan lakukanlah karena memang sudah merasa mantap. Lebih cepat akan semakin baik. Akan makin punya banyak waktu utk membangun semuanya. Nikah itu ibadah. Lakukan karena ridho Allah. Moga selalu diberi kelapangan dan keberkahan.

    Maaf jika isi postingan ada perubahan dari mulai judul dan sebagian isi. Sehingga maknanya pun sedikit bergeser. Ini kulakukan sesaat setelah ku melakukan “sesuatu”. Sementara tulisan awal adalah sebelum “sesuatu” itu dilakukan. Sahabat, terima kasih atas dorongan dan doanya. 🙂

  6. ~faradina~
    Sebagai teman, aku cuma menyarankan lakukanlah karena memang achoey sudah merasa mantap. Lebih cepat akan semakin baik. Akan makin punya banyak waktu utk membangun semuanya. Nikah itu ibadah. Lakukan karena ridho Allah. Moga selalu diberi kelapangan dan keberkahan. nunggu apa lagi?

    *buat achoey, antum pasti bisa memilih yang terbaik, beli celana juga kan harus yang pas ukurannya dengan kita*

    Ya, biar hati ini jernih agar tak salah memilih. Tapi layakkah ane tuk memilih?

  7. Hayooooooooooooooooooo, sekarang waktunya, tunggu apa lagi 🙂

    Tunggu hati ini cenderung akhi. Ane ga bisa maksain diri.

  8. memang segitu repotnya yaa mencari tulang rusuk yg lepas itu? apa gak ada di bagian bedah tulang mas?

    (kaburrrrrrrr gubrakkkk)

    Nah itu dia, kalo ga susah kan ga seru.

  9. A Achoey

    monichan adeku

  10. waaaaaah….jd ngefans nih ma tulisan2nyaaaj…bener2 oke bangeeettzzz terutama utk penyejuk lara hihihihi… boleh dicontek?? *kabuuurrr* :mrgreen:

    Andai saja theloebizz berkata jujur. Alangkah merasa bangganya Sang Khilaf ini. 😀

  11. tulang rusuk aku dimana yach????

    Nengok ke kanan deh. Tuh kan terlihat. 😀

  12. Hhhmmm ….. Kalolah sudah datang Jodoh, takkan lari gunung dikejar ( bener itu ya … 😀 )

    Semua masih menjadi rahasia ALLOH, manusia boleh memilih dan menentukan kriteria, tp ALLOH jualah yang menentukan

    jika tiba saatnya ……

    Ya, tiba2, tau2 dah ada di rumah pas pulang entar. 😀

  13. semua pasti akan menjadi indah pada saatnya.. 🙂

    inallaha ma’ashobiriin y, akhi…
    Allah pasti tau apa yang terbaik buat kita..

    subhanallah, romantis sekali kata2 akhi :
    “Duhai tulang rusukku yang satu, kapan kau kan datang menyegarkan staminaku. Mengokohkan tubuh rapuh ini sehingga menjadi tegap. Terlelap dalam lembut cinta dan kasih sayang yang teramat indah. Sepanjang usia merangkai bingkai kehidupan, dalam penghambaan yang mencoba untuk sempurna.”

    betapa bahagianya kekasih akhi kelak 🙂

    Ah tidaklah romantis, tapi itulah kata hati, kata dalam ketulusan diri.

  14. cantik?
    itu relatif kang,,,
    tau gak kang…
    wanita itu akan kelihatan cantiknya kalau sudah menikah,,,sudah sah menjadi istri seorang laki-laki. saya dapat pelajaran ini dari kakak ipar saya, adik kelasnya di kampus menginginkan akhwat cantik untuk jadi istrinya..kemudian jurus ini pun keluar dari mulut kakak ipar saya,,,
    Jodoh kita katanya mirip dengan kita,,,
    dengan menikah,,,siapa tahu bakmi janda kang Achoey jadi laris manis
    banyak pungusaha muslim yang kaya gt kang. Mulanya mereka miskin, gak punya apa2, nikah pun belum punya rumah dsb. Dengan niat tulus berwirausaha untuk menghidupi keluarga, perlahan sukses itu diraih…
    semuanya kembali ke kang achoey,,,saya hanya numpang menulis apa yang saya dengar dan lihat
    Selamat menunggu tulang rusuknya,,,,
    jangan lupa dimasukkan freezer,,biar gak dikerumuni lalat—>lho?gak nyambung…canda kang ,,hehe,,:)

    Sip. Ka2 jadi semangat. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: